11.02.2008

Jati Diri Warga Depok, Makan & Minum Pakai Tangan Kanan

Masih mengenai slogan yang diusung oleh Walikota Depok, Nur Mahmudi Ismail yang menganjurkan masyarakat Depok untuk makan dengan menggunakan tangan kanan. Padahal dari kecil aku makan sudah menggunakan tangan kanan. Aku sendiri kurang mengerti dan tak habis pikir mengapa sang walikota menganjurkan makan dengan menggunakan tangan kanan. Apakah ada suatu fenomena dimana masyarakat makan mulai menggunakan tangan kiri? Aku sendiri belum melihat fenomena ini. Dan apakah pesan ini penting? Sampai sedemikian penting hingga sang walikota tidak cukup hanya dengan menggunakan spanduk? Sekarang malah kulihat ada bilboard dekat ITC yang menganjurkan masyarakat Depok untuk makan & minum dengan menggunakan tangan kanan dan foto besar itu diperjelas dengan staf dan masyarakat yang makan dengan menggunakan tangan kanan.

Makan dan minum dengan menggunakan tangan kanan adalah sunnah Nabi. Memang tidak ada yang salah.


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
{ ÙŠَا غُÙ„َامُ سَÙ…ِّ اللَّÙ‡َ ÙˆَÙƒُÙ„ْ بِÙŠَÙ…ِينِÙƒَ ÙˆَÙƒُÙ„ْ Ù…ِÙ…َّا ÙŠَÙ„ِيكَ }

“Wahai anakku, sebutlah nama Allah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah makanan yang berada di dekatmu.” (HR Bukhari no. 5376 dan Muslim 2022)

Tetapi benarkan jati diri bangsa ditentukan dengan tangan mana dia makan?

Hal ini tentunya membutuhkan riset yang mendalam apakah slogan tsb benar atau tidak. Dan apakah dampak dari slogan tersebut terhadap masyarakat? atau tidak memiliki efek apa-apa karena hampir 99% orang Indonesia makan dengan menggunakan tangan kanan? Lalu bagaimana dengan orang yang tidak memiliki tangan? Apakah dia tidak boleh makan dengan menggunakan kaki?

Sepertinya Pak Nur Mahmudi harus memiliki tim kreatif yang mampu menciptakan slogan atau ajakan dan informasi yang punya pengaruh besar terhadap masyarakat Depok. Masih banyak slogan-slogan yang cerdas dan bermanfaat yang dapat digunakan, misalnya:
  1. Laporkan Bila Anda menemukan pejabat dan jajaran Pemko Depok melakukan pungutan Liar.
  2. Ayo, Bersihkan diri dengan Tidak Melakukan Korupsi.
  3. Pejabat Pemko Depok adalah Pelayan Masyarakat.

Hal ini tidak terlepas dari masih banyaknya masalah di kota Depok yang segera dibenahi seperti kemacetan, jalan berlubang,ketidakteraturan angkot,dll.
Hayo, siapa yang bersedia menjadi tim kraetif Pak Nur Mahmudi?

2 comments:

Anonymous said...

Wah wah keren euy. Adikku udah punya blog. Mudah2an bermanfaat buat orang banyak.
Setuju banget Is, masih banyak yang lebih penting yang bisa dijadikan jati diri.

-Isham-

NOOR'S said...

Setuju tuh mpok ! repot juga kalo slogannye seperti itu...lha..kalo orang yang terlahir kidal gimane ?