3.22.2011

Asosial



Sejak saya pindah ke Jakarta, saya jadi nyaris ga punya sahabat. Teman-teman dekat saya semua tinggal di Medan. Ada beberapa teman masa kecil yang kerja di Jakarta, tapi mereka tinggal berjauhan dan sangat sibuk. Sulit sekali untuk bisa janjian bertemu.

Lalu,untuk mengisi waktu, saya berkenalan dengan dunia blogging dan media sosial lainnya. Facebook, Twitter dan yahoo messanger menjadi alat komunikasi yang baru buat saya. Disini saya banyak bertemu dengan teman-teman baru, teman maya.


Berlahan, entah mengapa, saya lebih suka berteman dengan teman maya daripada teman real. Ada beberapa peristiwa dalam hidup saya, yang membuat saya sulit untuk percaya dengan orang lain. Saya pernah dikhianati. Dan itu membuat saya sangat hati-hati dalam memilih sahabat.Buat saya, sahabat itu dimana saya memiliki keterikatan emosi yang kuat dengan dia, tapi juga orang yang bisa saya percayai. Selain itu, lebih mudah bertemu dengan teman maya daripada teman real. hehe..

Padahal pada dasarnya saya suka memiliki banyak teman. Malah saya punya keinginan punya teman dari seluruh Indonesia dan dunia. Pasti seru. Karena saya suka mempelajari keberagaman budaya, agama ataupun kebiasaan.

Dan nyatanya, teman-teman itu saya dapatkan di dunia maya. Bahkan saya punya sahabat di dunia maya. Apakah saya asosial?


Saya rindu dengan masa-masa ketika saya punya banyak teman, dimana kami bisa nonton bareng, bisa curhat sehari semalem, atau sekedar saling mencela.

3.17.2011

I need to Restart My Life




Sudah 2 minggu aku kembali ke tanah air. Tapi rasanya sisa-sisa kemarin belum juga hilang. Seperti dentuman dalam tubuh yang mengguncang semua perasaaan. Aku menjadi begitu lemah, rapuh dan tak bergairah untuk menata hari.

Kondisi ini diperparah dengan sakit pinggang yang kualami. Nyeri yang luar biasa sehingga memaksaku untuk mengurangi aktivitasku. Mungkin ini diakibatkan karena banyak duduk dan kurang minum air putih. Ternyata sakit membuat kita lebih bersyukur untuk menghargai arti sehat. Untuk itu, jagalah kesehatan anda.


Semua yang berlalu, biarlah berlalu. Biarkan saja dia menjadi kenangan. Entah itu kenangan jelek ataupun kenangan yang indah, karena semua kenangan itu akan membentuk diri kita seperti sekarang. Makanya saya tidak ingin menyesali apapun disini. Semua pasti ada hikmahnya.

Ada beberapa rencana hidup yang telah saya susun untuk membangkitkan diri saya sendiri. Dan yang paling konyol dari semua keinginan itu adalah keinginan saya untuk belajar bermain gitar! Jangan ketawakan saya yang baru umur segini punya keinginan belajar bermain gitar. Karena musik itu indah. Dia bisa menghapus segala kegalauan dan ekspresi dari beragam perasaan.

Dan setiap orang main gitar saya suka kagum diam-diam. Bahkan saya bisa kagum sama pengamen yang permainan gitarnya bagus, yang selalu saya temui di bis kota. Makanya untuk menghargai permainan musik mereka saya selalu memberi uang kepada mereka.

Itu hanya segelintir rencana hidup saya. Saya percaya, jika kita tidak punya tujuan atau cita-cita hidup kita akan terasa hambar. So, Let's make Your Dream!

3.11.2011

Serangkaian Doa yang Terjawab



Pernahkah kalian meminta kepada Tuhan serangkaian doa yang saling terhubung? Dan pernahkah kalian merasa sangat kecewa bahwa ketika hanya satu dari doa itu yang tidak dikabulkan?

Inilah yang baru saja kualami. Aku sendiri takjub dengan terkabulnya doa-doa itu sekaligus. Rasanya ga pantas aku tidak bersyukur kepada Tuhan yang telah begitu pemurah. "Akan Kutambah nikmatku jika kalian bersyukur" itu janji Allah kepada umatnya.

Serangkaian doa ini terkabul ketika aku mulai rajin bersedekah.Aku mendapat rejeki yang lumayan besar. Dan dari uang itu kusisihkan buat orang-orang sekitarku yang membutuhkan. Bahkan tak jarang, aku sedang dalam kondisi sedih, aku menghibur diriku dengan bersedekah. Senang rasanya melihat orang lain bisa tersenyum dan bisa meringankan sedikit beban mereka.

Doa kedua terkabul ketika aku mendapatkan pekerjaan.Rasanya begitu senang memiliki kembali wadah untuk aktualisasi diri. Walau bukan uang yang menjadi tujuan utamaku dalam bekerja, aku hanya ingin bisa bermanfaat buat orang lain dengan kemampuanku.

Doa ketiga, terwujud ketika aku mendapat kesempatan lagi pergi ke Doha, Qatar. Doha, seperti punya magnet sendiri buatku. Aku begitu terkesan disana. Kota itu membuka mata dan pikiranku. Betapa girangnya aku, ketika abangku yang kebetulan kerja disana mengajak aku dan ibu untuk liburan kesana.

Doa keempat, aku minta sama Allah agar aku punya teman cewek orang Indonesia yang tinggal di Doha. Tak disangka, aku bertemu dengan seseorang di internet. Saling sapa, lalu chatting, dan janjian ketemu di Doha. So Amazing!

Ini doa terakhir, doa kelima. Aku minta agar aku bisa bertemu teman chatting yang sudah 2 tahun menemaniku, sekali dalam seumur hidupku. Aku ingin pertemuan dengan dia adalah pertemuan yang indah. Aku hanya ingin melihat dia langsung, dengan mata kepalaku sendiri. Dia sahabatku, teman curhat, teman sharing, teman yang selalu ada buatku, walau dia jauh secara fisik.

Dari sekian nikmat Tuhan itu, hanya satu yang tidak sesuai dengan harapanku. Dan aku kecewa sekali hingga aku menangis selama 3 hari. Aku ga bisa menceritakan apa yang membuatku kecewa disini, karena memang sangat pribadi.

Tapi akhirnya aku memahami, pasti ada hikmah dibalik semua ini. Itu adalah cara Tuhan menjaga dan melindungiku. Sungguh, tidak pantas aku ingkar atas nikmat Tuhan.

3.04.2011

Doha : The city of Flying Landcruiser


Doha is the city of Fying Landcruiser. Landcruiser memang menjadi mobil favorit disini. Entah mengapa orang disini pake mobil gede-gede. Jadi kalo ngeliat mobil Honda Jazz kayak mobil-mobilan. Hampir setiap orang di Doha memiliki mobil pribadi. Makanya sulit mencari taksi jika tidak di mall.

Susahnya mendapatkan taksi inilah, membuat saya merana di corniche. Saya janjian dengan seorang teman di corniche. Sebuah taman dengan pemandangan laut lepas. Corniche memang menjadi tempat favorit banyak orang. Selain karena letaknya ditengah kota, gratis, banyak kursi buat kongkow plus ngecengin cowok-cowok berbagai negara yang sileweran. *Dasar ganjen!


Kamipun mengunjungi Museum of Islamic Art yang terletak di corniche. Disini banyak barang-barang sejarah Islam dari berbagai negara. Disana saya ketemu orang Jepang yang sedang motret. Dari jauh saya kira dia orang Indonesia karena profil badannya yang hampir sama. Kamipun berkenalan. Namanya Taci. Lalu kami menjelajah meseum ini bersama-sama. Setelah 1 jam keliling di meseum, saya kelaparan. Saya tanya, rencana dia selanjutnya. Eh, dia malah nawari makan di kantornya! Katanya sih murah dan dekat. Ga perlu naik taksi. Saya pun oke aja ngikuti dia.

Dia cerita kerja di kapal Logos Hope dan menceritakan berbagai pengalamannya yang sudah mengunjungi beberapa negara. Ini memang paling bikin saya iri, pengen dapat kerjaan yang bisa keliling dunia gratis! hehe..

Ternyata jalan disiang bolong gini, cukup ngerasa terbakar, bo! Saya mulai ngomel-ngomel ke dia.
"Masih lama ga? saya udah lapar banget nih. Udah kepanasan, udah kebakar. Seharusnya saya bawa payung nih"
"Dekat lagi kok, itu udah kelihatan dermaganya. Alah kamu bilang disini panas, di Indonesia kan lebih panas lagi" katanya
Gubrak!

Hiks, tapi di Indonesia kan ga pernah jalan disiang bolong begini, ga ada pohon berteduh lagi. Sayapun pasrah. Orang-orang Arab pada ngeliatin kami berdua yang berjalan kaki disiang panas. Dia dengan sepedanya, saya yang ngomel terus menerus. Jadi teringat salah satu adegan di film Korea. Halah!

Fiuh...akhirnya sampai juga. Rasaya muka dah kebakar. Kalau disiram air udah melepuh kali. "dimana makannya?" kata saya
"di dalam kapal.. katanya sambil menunjuk salah satu kapal
Saya mulai takut. Kenapa saya harus percaya sama orang Jepang yang baru saja kenal? Gimana kalo saya dibekap di dalam kapal dan di....... oh Tidakkk

"Gimana kalo kapalnya jalan? tanya saya mulai cemas
"Kau kira aku mau menculikmu? Kau bilang kau lapar. Di dalam ada restaurant dan bookfair. Kau pasti suka" katamu mencoba meyakinkan aku

Okelah..saya mencoba mempercayainya. Semua orang menyambut saya ramah. Seakan saya ini tamu penting. Dia memperkenalkan saya keberapa orang temannya dan mereka menggoda Taci pakai bahasa Jepang.

Lalu kamipun masuk ke restaurant di dalam kapal. Entah mengapa nafsu makan saya menguap entah kemana, saya hanya ingin minum banyak-banyak. Entah udah berapa gelas. Tanpa malu.

Beberapa orang bergabung di meja kami. Ada yang dari Ekuador, Italy dan Indonesia. Saya pun bertanya apa misi kapal ini, siapa yang mendanai, apa kegiatan dan bla bla lainnya. Rencananya tahun depan mereka akan ke Indonesia.

Lalu, saya diajak ke bookfair yang ada di lantai bawah. Buku-bukunya cukup murah dan beragam. Kalau tidak mengingat kapasitas tas, pasti udah borong buku. Jadinya saya hanya melihat lihat saja.

Hari menjelang sore, sayapun bergegas pulang. Saya katakan pada Taci, saya ga mau jalan kaki lagi. Dia pun mengantar saya ke bus station disekitar kapal. "Tidak usah membayar apa-apa, ini bagian dari service kami" katanya. Tak lupa, kami pun photo berdua untuk kenang-kenangan dan tukar-tukaran email.


Sesampai di corniche saya berencana pulang naik taksi. Sayapun berdiri manis didepan taman. Tapi ampun dj....udah sejam nungguin taksi ga ada yang lewat. Kalopun lewat, sudah ada penumpangnya.

Udara di Doha cukup bersahabat. Masih sekitar 24-27 derajat celcius. Tapi angin kencang disana cukup bisa bikin masuk angin. Dingin pula! Rasanya sudah hampir membeku. Sudah menjelang malam, akhirnya saya memutuskan untuk menelpon abang saya untuk menjemput.

Ga ada pilihan lain. Daripada saya membeku disini sebelum pulang, lebih baik saya minta pertolongan. Jarak rumah dan corniche cukup jauh.Kalau lancar bisa 30 menit. Akhirnya ketika abang datang menjemput, saya sudah diam membatu. Dingin banget bo!

Cerita tentang Doha bisa dilihat juga disini :

Villagio : Sungai di Dalam Mall

Hati-hati Jalan Sendirian di Doha

2.22.2011

Doha, Menjejak Kembali


Menjejak kembali, tanah yang pernah kupijak 2 tahun lalu. Cuaca disini cukup bersahabat. Dingin yang menyusuk tulang di pagi hari, cuaca panas di siang hari dengan suhu sekitar 27 C dan angin semilir yang menyejukkan.



Berangkat dengan penerbangan Etihad Airways selama 6 jam dan transit di Abu Dhabi. Transit yang melelahkan karena harus menunggu selama 3 jam untuk penerbangan ke Doha di dini hari yang panjang.

Di tengah kantuk dan rasa yang lelah, tak sedikitpun mengurangi rasa antusiasku terhadap negara yang konon berpenghasilan tertinggi di dunia ini. Aku sampai pukul 3 dini hari waktu Qatar. Dijemput dengan abangku yang sudah menunggu sedari tadi, kamipun menceritakan perjalanan yang panjang, lelah sekaligus menyenangkan.

Selama perjalanan ke rumah, memoar kenangan satu per satu terkuak. Doha banyak berubah. Pembangunan yang besar-besar nampak sekali ingin menampilkan negara Arab dengan cita rasa modern. Gedung-gedung seakan berlomba untuk menjadi yang tertinggi.

Tapi satu yang tak pernah aku lupa, corniche beach. Pantai yang panjang ini berada di tengah kota Doha dan selalu menjadi tempat wisata favorit. Sayang, aku belum sempat mengeksplore pantai ini lagi.

Doha, i'm back. Dan siap untuk mengeksplore Doha

Cerita Tentang Doha bisa didapat juga di Lovely Travelling

2.11.2011

Doha, How Are You Today?




Setiap perjalanan selalu melahirkan inspirasi -Isti

November 2008 untuk pertama kalinya aku datang ke Qatar. Sebuah Negara Arab yang sedang dibangun modern dan indah. Tidak seperti Negara Arab lainnya seperti Arab Saudi yang memiliki peraturan yang ketat, Qatar justru membangun dirinya menjadi Islam yang toleran dan moderat.

Sebelumnya, tidak banyak yang kutahu tentang negara ini. Hingga aku datang dan menetap selama sebulan disana. Aku datang bersama ibu dan tinggal bersama abangku yang kebetulan kerja disana.

Tugasku, menjaga kedua keponakan, Fathan dan Faiza selama abang dan kakak iparku menjalankan ibadah haji. Jadilah, aku dan ibu membagi tugas. Ibu memasak, dan aku mengajak mereka bermain. Tugas yang paling ringan. ;)

Lambat laun, aku mulai suka dengan kota Doha. Dan menyeretku untuk mengenalnya lebih jauh. Mulailah aku mencari tahu tentang negeri ini dari mbah google dan bertanya sana sini.

Kota ini bersih Tidak tandus seperti yang kubayangkan seperti negara Arab lainnya yang hanya terdiri dari gurun pasir. Taman kota ditata dengan indah. Jalanannya tertib dan tidak macet.

Hanya ini? Tidak. Doha mengubah hidupku secara tidak langsung. Dia membuka mata dan pikiranku. Sebelumnya, aku hanyalah ibu rumah tangga tanpa cita-cita. Tanpa mimpi. Tanpa hasrat.

Tapi disini, kutemukan diriku yang telah lama membuang waktu percuma. Tanpa makna. Dimulai dengan sadarnya aku betapa pentingnya bisa berbahasa Inggris. Bahasa Inggris ku yang terbata-bata ini membuatku tidak percaya diri untuk berbicara dengan orang asing.

Melihat banyaknya orang Indonesia yang bekerja di Doha, membangkitkan gairahku untuk punya mimpi bekerja di luar negeri. Memiliki karir dan yang terpenting adalah mengaktualisasi kemampuan diri agar lebih bermakna.

Setiap perjalanan memang selalu melahirkan inspirasi. Pulang dari Doha, aku langsung kursus bahasa Inggris di English First dan mengikuti berbagai kursus yang aku minati, salah satunya Web Design.

Sekarang, aku telah bekerja. Mimpiku belum semua terwujud. Masih banyak mimpi-mimpi lain yang ingin kuraih.

15 Februari 2011 nanti, aku akan berangkat kembali ke Doha. Kota yang memberiku inspirasi. Kota yang membuka mata dan pikiranku. How are you today, Doha?


1.26.2011

Menguak Misteri




Kau begitu misterius. Pada cerita, kisah dan cinta yang tidak aku mengerti. Aku berkenalan dengan seseorang nun jauh disana. Seorang gadis yang dirundung kesedihan. Pada cinta dan asa yang pupus ditengah jalan. Cerita lama, bahwa hubungan kasih mereka tidak disetujui oleh orang tua. Tapi tetap saja kisah ini begitu memilukan. Aku saja hampir nangis mendengar ceritanya. Andai dia ada didekatku, kan kupeluk dia erat.Sayang, jarak kami jauh.

Kadang, menceritakan kisah yang begitu rahasia pada orang asing lebih melegakan daripada orang yang ada disekeling kita. Mereka tidak akan membuka rahasia kita, karena memang tidak kenal. Mereka mendengarkan tanpa mencoba menghakimi. Inilah yang kurasakan dengan dia, sahabat mayaku.

Dan entah mengapa, tanpa sengaja cerita kami selalu berputar-putar pada satu nama. Nama yang terhubung antara aku, kamu dan dia. Bagaimana mungkin dengan jarak ribuan kilometer, kami bisa mengenal satu nama. Itulah anehnya. Mungkinkah ini yang namanya takdir?

Rasa penasaranku semakin membumbung tinggi. Sebuah cerita mengalir darimu.
"Kau mengenal Bunga?"
"Aku tidak kenal, tapi ada sebuah cerita yang terhubung dengannya.. kenapa..?
"Ya, aku juga", katamu
"Ada apa dengan dia?" tanyaku penasaran
"Dia meremove aku di facebook. Dia aneh. Dia gak mau orang add dia. Kurasa dia kira aku kenal dengan pacarnya" tambahmu lagi.
"So, kenapa kalo kenal dengan pacarnya?" kataku
"Dia punya 2 pacar, Deep relationship. Dua-duanya ganteng banget.Dan keduanya tahu mereka punya hubungan dengan Bunga".
" wow hebat dong", kataku, rada sirik.
"dia cantik?" tanyaku
"Itu yang paling pahit. Dia sama sekali gak cantik. Gendut lagi" katamu terbahak.
"Mungkin servicenya bagus" kataku gokil.
Hahaha..bisa aja lu..

Dibalik tawa itu. Hatiku getir. Karena diantara dua pria yang tanpa sengaja dia sebut adalah teman baikku. Bukan aku tidak tau, kisah ini sebelumnya. Tapi mendengarnya dari orang lain membuatku miris.

Kau adalah orang sebaik embun. Yang meneteskan percikan air disudut hati. Membuat riang hati yang gundah. Menciptakan tawa dalam keheningan. Kau adalah orang yang selalu membuat langitku cerah. Aku menyayangimu. Menyayangimu dalam hening. Dalam diam. Kau tidak pantas diperlakukan seperti ini.

Cinta memang buta. Bahkan kau tidak mampu melihat dan merasakan cinta yang terbelah oleh orang yang tidak pantas kau cintai. Ah...cinta





1.10.2011

Studio Alam TVRI : Potensi yang Terabaikan

Studio Alam TVRI merupakan salah satu kawasan alam yang terletak di jalan Raden Saleh kecamatan Sukmajaya, Depok. Dulu, kawasan ini terkenal dengan tempat shooting beragam acara TVRI seperti Rumah Masa Depan, Aku Cinta Indonesia (ACI) pada tahun 1980-an.


Kawasan ini memiliki luas 28 ha, yang dikelilingi pohon rindang, beberapa buah danau dan rumah-rumah tradisional. Selain itu daerah ini juga terdapat lapangan tennis dan dimanfaatkan juga untuk latihan tembak.

Untuk masuk ke Studi Alam TVRI ini dipungut bayaran. Untuk mobil Rp 10.000, motor 5000 dan pejalan kaki Rp 1000.
Studio alam ini dibangun ketika bapak Ishadi SK masih menjadi Direktur di TVRI sekaligus selaku pendiri studio alam TVRI ini dengan tujuan sebagai tempat shooting acara-acara TVRI.



Tapi sayang daerah ini tidak begitu terawat serta bau karena kotoran kuda berserak dimana-mana. Padahal banyak sekali kegiatan yang bisa dimanfaatkan dengan luas lahan 28 ha ini. Lihatlah rumah-rumah yang ada disekitar studio alam ini, begitu reot dan kumuh. Bahkan, tempat shooting Rumah Masa Depan sudah lapuk, seakan menunggu kerubuhannya. Hal ini sangat disayangkan karena justru dengan semakin berkembangnya dunia broadcasting di Indonesia, potensi studio alam ini justru kian terabaikan. (saat ini tidak kurang dari 14 channel tv).


Ketika saya berbincang dengan salah seorang satpam disana. Kondisi ini memang jauh berbeda kondisi kepemimpinan Bapak Ishadi SK. Dulu, bapak Ishadi SK sangat konsern terhadap kawasan ini. Misalnya adanya biaya perawatan dan kebersihan setiap bulannya. Serta beliau juga memperhatikan kesejahteraan karyawan. Berbeda sekali dengan kondisi saat ini. Minimnya perhatian pemimpin membuat kawasan ini hanya tempat bermain kerbau dan hutan kecil yang rindang tanpa pengelolaan.

Saya mengunjungi studio alam ini dengan bersepeda. Udaranya begitu segar dengan beragam pepohonan dikanan kiri. Ada sebagian jalan yang belum diaspal sehingga ketika abis hujan, jalana becek ini harus diwaspadai. Selain licin, jalan ini juga berlumpur.

Sebenarnya potensi kawasan ini besar sekali, misalnya bisa dimanfaatkan untuk tempat shooting sinetron kolosal, atau sinetron yang memanfaatkan alam pedesaan. Hanya disetting sesuai dengan kebutuhan para pembuat film dan sinetron. Sehingga tidak perlu pergi jauh-jauh ke daerah alam yang memakan banyak biaya, hanya lokasi ini dibuat sesuai dengan kondisi yang diinginkan.

Selain itu, kawasan ini bisa dijadikan tempat wisata alam. Karena sebenarnya masyarakat kita rindu akan liburan alam. Bisa bersepedaan, mancing, outbond atau berkuda sekalian. Jika ini dikelola dengan baik, studio alam bisa menghasilkan pemasukan bagi pengelola, selain itu juga bisa memuaskan dahaga masyarakat Depok yang haus akan liburan alam.







12.30.2010

Happy New Year 2011 and Happy Birthday to Me




Tanpa terasa kita sudah berada di penghujung tahun 2010. waktu, memang seperti meteor yang berputar cepat tanpa kita sadari. Jika kita mampu memanfaatkannya sebaik mungkin, waktu kita menjadi sangat berharga. Tapi jika kita melewatkannya tanpa sesuatu yang berarti buat hidup kita dan orang lain, dia hanya akan menjadi waktu yg berlalu tanpa kesan dan pesan. Tanpa makna.

Lalu, saya pun mencoba mengurai satu per satu perjalanan dan pencapaian yang telah diperoleh tahun ini. Hanya sekedar untuk mengevaluasi dan memacu diri untuk lebih baik lagi.

Ada beberapa catatan saya dalam perjalanan ini. Tuhan begitu baik pada saya kali ini. Ada beberapa doa saya yang terkabul. Tuhan memang punya rencana sendiri terhadap hidup. Kadang memang tidak kita mengerti dengan pemikiran awam kita. Dia membuatnya menjadi misteri. Tak jarang Dia memberinya cobaan dahulu sebelum Dia mengabulkannya. Atau Dia tidak mengabulkan apa yang kita pinta, tapi memberi penggantinya yang lebih baik.

Hm…saya hanya bisa mengucap syukur kepada hidup. Bisa menghirup udara segar di pagi hari, diberi kesempatan untuk aktualisasi diri, dan menikmati hidup.

Di penghujung tahun, disaat orang lain akan merayakan pergantian tahun dengan terompet dan gegap gempita, saya juga merayakan hari kelahiran saya sendiri

31 Desember…..
Kata ibu aku lahir pada hari senin, ketika adzan subuh menggema…
Dan tangiskupun pecah membahana….

Kata Ibu, sengaja kelahiranku di akhir tahun, dimana banyak perusahaan melakukan tutup buku. Hal ini dikarenakan ayahku seorang akuntan. Halah! Ibuku ada-ada saja.

Selain itu, kata ibu, kelahiranku juga merupakan kelahiran anak terakhirnya. Bagi ibu, cukup sudah punya 4 orang anak. Jadi kelahiranku di penghujung tahun memiliki banyak makna.

So, akhir kata, Selamat Tahun Baru 2011. Siapkan resolusi anda tahun depan!


12.23.2010

Pupus



#day 18 : Tema Pupus


Pada wajah itu
kusimpan sebuah rasa
tentang rindu dan harapan yang tidak mungkin nyata

Rasa yang menggelegar bagai api panas
yang mengguncang jiwa
menghujam jantung

aku masih tertegun
menikmati dingin yang pilu
dan angin semilir lalu

Kau beranjak pergi...
dan berlahan meninggalkan jiwa kosong
ini terkoyak

Aku terluka..
tidak ada lagi harapan buat kita..
semua sudah pupus...

#30harimenulispuisi di twitter