Showing posts with label puisi. Show all posts
Showing posts with label puisi. Show all posts

12.05.2012

Genggamlah Yang Peduli Padamu



Percayalah seseorang...
Yang mampu merasakan kesedihanmu dibalik senyumanmu.
Yang mampu mengerti pikiranmu disaat engkau terdiam.
Yang mampu merasakan kasih sayangmu disaat kemarahanmu.
Karena dialah yang akan bisa mengerti tentang dirimu.

Terkadang engkau harus berlari jauh..
Agar engkau tahu siapa yang akan datang kepadamu.

Terkadang engkau harus berbicara pelan..Agar engkau tahu siapa yang masih mau mendengarkanmu.

Terkadang engkau harus melibatkan diri kedalam sebuah perbedaan..
Agar engkau tahu siapa yang masih akan membelamu.

Terkadang engkau harus mencoba mengambil keputusan yang kurang tepat..
Agar engkau tahu siapa yang akan menunjukkanmu keputusan yang benar.

Terkadang engkau harus melepaskan orang yang sangat engkau cintai..
Agar engkau tahu apakah dia akan kembali setia di sisimu.

Sesungguhnya...

Ketika kita pergi bersembunyi hanyalah untuk ditemukan.
Ketika kita berjalan jauh hanyalah untuk melihat siapa yang masih setia mengikuti.
Ketika kita menangis agar kita tahu siapa yang dengan ikhlas menghapus air mata kita.

Dan dialah sebenarnya yang masih mempedulikan kita.
InsyaAllah..

10.30.2012

Jangan Ikuti Aku

Kau haus akan aku
Apa yang kulakukan tampak gemerlap
seolah langitku lebih biru dari langitmu

kau ikuti kemana kakiku melangkah
kau coba menguak misteri hidupku
yang kusimpan dalam peti yang tidak akan pernah kau tau
Peti yang kelak akan menjadi debu atau menjadi harta karun

Tak akan kau temukan apapun disini
Pergilah....
Tak ada rumah yang menampungmu jika hujan datang
Aku tidak punya apa-apa untuk menyuguhkan teh hangat di teras

Lagi pula kau sudah mengikutiku dari petang
Pasti kau lelah..Aku melihatmu tertatih dan diam-diam menguntitku kemana aku pergi.
Kau bongkar arsip didalam rumahku. Kau hanya kurang rapi menyusunnya kembali.

Apa yang kau cari?
Cerita itu tidak ada disini
Kalaupun ada, itu hanya serpihan cerita yang harus kau kutip satu per satu lewat cerita yang kubuat abstrak
Tidak akan bisa kau rangkum

Kau tidak akan bisa membongkar kisah indah yang telah kau racuni
Sekarang...berhentilah mengikutiku....
Berhentilah mengarang cerita tentang diriku yang tidak kamu ketahui.


 sumber : quotes-4-u.com






10.16.2012

Buta



Kau tidak akan bisa melihat cerahnya matahari pagi yang muncul di peraduan
Kau tidak akan bisa membedakan antara pelangi dan musim gugur

Kau tidak akan bisa melihat keindahan yang ada di dekatmu
Semua terasa hambar.. Daun yang kering kau sebut indah..

Bahkan, kau tidak akan bisa membedakan antara kebenaran dan khayalan
seakan otakmu beku, terbelenggu dengan cerita bohong

Pandanganmu kabur, tertutupi dengan uang yang kau anggap dewa

Mata bulatmu hanya bisa dipandang indah
tapi ternyata dia buta...

10.12.2011

Perjumpaan Yang Tiada




dalam kesunyian,
kita adalah sepasang kekasih
memutari waktu dengan sekelumit rindu
juga duka yang kian lapuk memakan hatiku
ketikasuatu kekecewaan memutari
kita seperti jarum jam


aku mencintaimu
seberat cinta itu sendiri memberi keleluasaan
kepada kita untuk memilih
namun seperti jalannya cinta itu menuju
keabadiannya,
kau bahkan tak lekas menangkap rindu
sebagaimana cinta itu adalah kau dan aku

lalu aku mengingatmu dengan sejuta kepedihan
karena ketika aku memikirkanmu,
aku tidak bisa menahan benakku untuk melupakanmu
sedang kita adalah keinginan itu sendiri
untuk tiap perjumpaan yang tiada

** Nona Muchtar **

10.05.2011

Tak Ingin Lapuk




Aku tak ingin lapuk
seperti buku usang yang terlantar di gudang
penuh debu
dan lapuk

Aku tak ingin layu
seperti bunga-bunga di taman yang tak sempat bermekaran
kering
dan layu

Aku tidak ingin tergulung buih gelombang
yang membawa rindumu menjauh
dan tak kembali padaku



Aku tak ingin kenangan itupun ikut melapuk bersama tebalnya debu
dan layu sebelum berkembang..
kan kubawa rindumu kembali ke dermaga dimana kau berlayar


Takkan kubiarkan kenangan itu melapuk
takkan..
karena ia kubingkai dengan indah
di hatiku..







7.01.2011

Sesederhana Itu



Kadang kita harus menerima kenyataan yang tidak ingin kita hadapi
Kadang kita harus mendengar sesuatu yang tidak ingin didengar
Kadang kita harus melihat sesuatu yang tidak ingin kita lihat

Begitulah....
Nyatanya, kita dipaksa menerima kenyataan
Mengetahui sesuatu yang tidak ingin diketahui


Tapi aku ingin menjadikannya sederhana...
Sesederhana aku menilai kamu....
Mengenal kamu dengan caraku....
sesederhana itu...

5.05.2011

Pulang



Aku ingin pulang
ke rumah dimana seharusnya aku tinggal
tempat bersemayam buih-buih cinta
yang memberiku kekuatan

Aku ingin pulang
setelah lelah dari pengembaraan
bertemu para musafir yang kesepian
yang membuat aku tersesat


Aku lupa jalan pulang
Hatiku sibuk mencari mimpi yang semu
mengejar air di gurun pasir hanya untuk memuaskan dahaga
akan kebahagiaan

Kini, aku lelah...
ternyata aku hanya membangun mimpi yang rapuh
ternyata aku hanya mengejar impian semu
Kosong...

Aku ingin pulang...

4.11.2011

Jangan Hentikan Aku



Aku sudah berlari sekencang ini
melewati sungai yang terjal
menyusur pantai yang landai
dan melewati gurun yang tandus


Napasku masih terengah
Kudapati diri yang gelisah
tak ingin aku melihat kebelakang
bahkan menolehpun aku enggan

Aku tidak ingin mendengar suaramu memanggilku
Pembohong baiknya berteman dengan pembohong
pembohong baiknya berpacaran dengan pembohong

Jangan ikuti langkahku
Enyahlah bersama burung-burung yang terbang ke awan
Pergilah..
aku ingin rinai hujan berlahan akan menghapus jejakmu

12.23.2010

Pupus



#day 18 : Tema Pupus


Pada wajah itu
kusimpan sebuah rasa
tentang rindu dan harapan yang tidak mungkin nyata

Rasa yang menggelegar bagai api panas
yang mengguncang jiwa
menghujam jantung

aku masih tertegun
menikmati dingin yang pilu
dan angin semilir lalu

Kau beranjak pergi...
dan berlahan meninggalkan jiwa kosong
ini terkoyak

Aku terluka..
tidak ada lagi harapan buat kita..
semua sudah pupus...

#30harimenulispuisi di twitter






12.22.2010

Pada Hati



#day 14 : Jujur

Banyak yang tak terucap diantara kita
kita biarkansaja hati yang bicara
sekehendaknya...


aku ingin mendengar kata indah
yang keluar dari bibirmu
agar aku tak salah mengartikan hati

Tapi kau masih enggan
bahkan ketika rindu mu membuncah dan kau diam-diam datang
memandangku hanya dari kejauhan
Tak terjamahkah aku olehmu?
aku ingin kau jujur...

#30harimenulispuisi di twitter






12.19.2010

Mengingat Kematian



#16 : Kematian

07.05.2007
Hanya tetesan air mata yang mengalir
Jika aku mengingat tanggal ini

ayahanda, rinduku kan ku tuang
jika malamku bertabur bintang
saat kau dekap aku dalam pangkuanmu
kau bisikan kalimat indah sang pujangga

Lagit yang dulu cerah berganti awan gelap gulita
udara yang dulu sejuk kini berganti sangat menusuk kulit ini
tangis di sana sini
teriakan keluar begitu saja
kemana bumi mambawa tubuhmu ayah?

Perjalananmu telah berakhir…
Walau engkau telah tiada…
kenanganmu tidak pernah mati dalam jiwaku..

Puisi ini meramaikan #30harimenulispuisi di twitter.


12.15.2010

Mantra


#8 Mantra

Aku merasa begitu kalah
Ketika harus menyapamu duluan

Tapi tekadang rindu sudah memenuhi ruang hatiku
Hingga begitu sesak

Bahkan setiap rongganya sudah terukir namamu
Dia merongrongku
Mendesak..
Menekan…
Hingga melebur dan mencair ..

Lalu kuucap mantra,
Doa-doa suci kupanjatkan
Puja puji indah mengalun mesra…
Dalam hening yang gemercik

Dengan bisikan yang lembut…
Aku berucap…
Aku rindu….

#30harimenulispuisi di twitter.


12.09.2010

Bagaimana Mungkin Aku Bisa Benci...


#6 : Benci

Bagaimana mungkin aku bisa benci pada wajah itu
Wajah teduh yang selalu menenangkanku
Ketika cahaya bulan masuk diam-diam ke kamarku

Mata indah itu
Alis tebal itu..
Dan senyummu yang selalu mengundang tawaku

aku disini masih menunggu
Berharap kau akan menyapaku..
Rinduku tersekat..
Hanya sampai di kerongkongan

Tak bersuara…..
Bahkan desir anginpun tak terdengar..
Walau hanya jejak ini yang kau tinggalkan..
Selebihnya hanya tersimpan dalam memoar ingatan kita..
Lainnya tidak ada….

Bagaimana mungkin aku bisa benci…

Note : puisi ini dibuat untuk meramaikan #30harimenulispuis di twitter dengan tema yang berbeda setiap harinya. Salam Puisi


12.07.2010

Ketika Senja



Kita beradu diam
Dan tertegun menatap rembulan yang mulai muncul
Ketika senja di pantai itu

Aku melihat wajahmu
Yang bermandikan cahaya jingga
Tak mampu berkata apa-apa

Apa yang salah dari pernyataanku..
Lambat atau cepat ini akan usai
Kita hanya sedang mencari waktu yang tepat untuk mengucap kata pisah

Hari ini..
Rembulan yang diam
Senja yang akan berarak pergi
Akan jadi saksi tentang kau dan aku

Puisi ini dibuat untuk meramaikan #30harimenulispuisi di Twitter. Ini bukan lomba. Tema hari Senja.




12.06.2010

Takdir Akan Membawaku



Puisi ini dibuat untuk meramaikan #30harimenulispuisi di Twitter


Kali ini akan kubiarkan takdir yg membawaku.
Aku sudah lelah merajut serpihan kaca yg berserak ketika kau pecahkan

Walau sesekali dedauan meniup mesra
Mendesir namamu dalam setiap tariannya
Jantungku berdegup kencang
Aku rindu…


Tapi aku sudah tak punya daya untuk merengkuhmu
Dan aku akan ikut kemana takdir akan membawaku
Entah ke utara
Atau ke selatan

Aku menyerahkan diriku untuk dipeluknya..

Follow me on twitter :@Myisti

Gambar diambil dari sini


11.26.2010

Pesta Telah Usai




Pertahananku hampir rubuh…bentengku nyaris hancur…ternyata aku rapuh..
aku berusaha mengenyahkan rasa percuma ini
rasa yang akan membuatku bergelut dengan akalku

aku lelah..
pertarungan ini harus diakhiri
pesta telah usai
sorak gembira telah berakhir
lampu pesta kini telah berganti dengan cahaya redup
remang-remang

Yang tersisa hanya sepi
Kesendirian yang ditemani oleh secangkir kopi
Dan awan gelap pekat dengan petir yang memecah bumi

Ini mungkin lebih baik..
Daripada aku berteman dengan kepura-puraan
Kebahagiaan yang dibalut kepalsuan
Semu

Langkahku gontai..
Tanpa arah..
Aku menatap rembulan
Keramain telah berganti kesendirian
Ternyata pesta telah usai…..

Gambar dari sini


9.06.2010

Apa Kabarmu?


Apa kabarmu disana?
Semoga kau tidak pernah lupa cerita tentang aku, kita dan tawa yang bergema dalam hening

Apa kabarmu disana?
Kadang rindu masuk ke kisi-kisi kamarku
dan memoar tentang kamu berserak dalam diam

Apa kabarmu disana?
Tiada yang lebih indah
memastikan kamu baik-baik saja
ditengah kecamuk perang disana


Dalam doa kupanjatkan
untukmusemoga Allah selalu melindungimu
dan memberimu penuh cinta dan kebahagiaan
seperti yang selama ini kau berikan padaku

Saya mau berterima kasih kepada Sang Cerpenis Bercerita atas awardnya yang keren. Semoga saya bisa segera mengikuti jejak mba Fanny mencapai 1000 postingan.



8.20.2010

Pada Suatu Saat Nanti..

ada suatu hari nanti
jasadku tak akan ada lagi
tapi dalam bait-bait sajak ini
kau takkan kurelakan sendiri

pada suatu hari nanti
suaraku tak terdengar lagi
tapi di antara larik-larik sajak ini
kau akan tetap kusiasati


pada suatu hari nanti
impianku pun tak dikenal lagi
namun di sela-sela huruf sajak ini
kau takkan letih-letihnya kucari

(Sapardi Djoko Damono)

PS : Sangat menyukai puisi-puisi Sapardi Djoko Damono

7.30.2010

Cintaku


Cintaku adalah tetesan air
yang membasahi bumi kering
yang menyuburkannya indah mewangi
dalam keheningan

Cintaku adalah doa diam-diam
yang terucap di malam syahdu
dengan airmata yang mengalir lembut
dalam keheningan


Cintaku menggetarkan daun-daun
yang melambai tertiup angin
luruh ke buni
dalam keheningan

Cintaku mewarnai dunia
memaknai kehidupan
dalam sunyi
dalam hening

-Ilyani, Bandung-


Gambar diambil dari sini

7.20.2010

Kenangan




Sayup kudengar kau memanggil namaku
suara itu terdengar begitu lemah
seperti desir angin yang meniup dedaunan

Ternyata kau masih menyimpan rindu itu
yang berserak di tepi laut
Disana tidak ada jejak kita yang tersisa
yang kita punya hanya kenangan yang bertahta di hati kita

Selain itu, kita tidak punya apa-apa
Semua yang indah berasal dari hati
kau yang telah menyentuh hatiku
mampu membuatnya begitu indah


Kenanglah aku semaumu
Walau hanya bayanganku yang hadir
dan biarkan dia melebur bersama kenangan yang akan melapuk