12.05.2011

Stel Kandas




Bagi Anda yang tingga di Medan, kata-kata "Stel Kandas" tentulah tidak asing di telinga. Tapi bagi Anda yang tinggal di Jawa, pasti anda akan berfikir, apa itu stel kandas? Apakah ini berarti pesawat yang tinggal landas? atau cinta yang kandas? atau ini ada hubungan dengan pakaian yang satu stel?

Hm...Stel kandas acapkali digunakan untuk mengungkapkan penampilan yang norak atau habis-habisan. Misalnya seperti akan pergi ke pesta, biasanya ibu-ibu akan dandan yang cantik, malah terkadang berlebihan alias norak. Maka si suami bilang "udahlah, tidak usah stel kandas". Maksudnya "tidak usah dandan norak".

Saya sendiri sudah jarang menggunakan kata-kata "stel kandas" untuk mengungkapkan penampilan yang prima. Dialog itu keluar begitu saja, ketika suami saya bilang "diantara pengunjung mall ini, yang paling modis itu saya". Lalu saya menjawab "padahal saya belum stel kandas lo..". Lalu dia tertawa terbahak, "udah lama gak dengar kata-kata stel kandas" katanya.


Saya yang memang dilahirkan dan besar di Medan kadang tanpa sadar menggunakan bahasa Medan untuk berkomunikasi. Walau saya sudah 6 tahun tinggal di Jakarta. Lucunya, kadang saya mengganggap itu bahasa Indonesia sehingga semua orang memahaminya.

Tidak jarang orang lain tertawa lucu ketika saya berbicara.Terutama ketika berkomunikasi di kantor. "Buku di perpustakaan ini berserak-serak" kata saya waktu melihat buku yang berantakan di meja perpustakaan. Grrr.....teman-teman yang ada di ruangan itu tertawa.. "apa itu berserak-serak?" tanya mereka. Itu ungkapan bahwa buku disana berantakan.

Ya begitulah..kadang tidak mudah merubah kebiasaan. Saya sendiri ketika berkunjung ke Medan juga kadang menahan geli ketika mendengar orang Medan berbicara. Mereka berbicara kenceng bukan berarti marah. Tapi memang seperti itu gaya mereka. Bravo, Medan!

Contoh gambar Syahrini yang stel kandas! :D

11.19.2011

Rindu Menang




Rasanya sudah lama sekali tidak merasakan euforia seperti ini, dimana Indonesia mengalami kemenangan dan memperoleh medali emas di berbagai pertandingan di Sea Games 26. Selama ini kita terus dicecoki dengan berita korupsi para pejabat yang sangat melelahkan. Menyaksikan tingkah anggota DPR yang memuakkan. Seakan mereka ingin merampas kekayaan negeri ini untuk perut mereka sendiri, tanpa prestasi berupa kebijakan yang pro rakyat.

Tapi, kemenangan-kemenangan yang diraih oleh para atlit membangkitkan semangat kebangsaan yang menggelora. Apalagi iklan "Ayo Indonesia Bisa" terus diputar di televisi agar kita ikut mendukung para atlit yang bertanding membela negeri.


Walau begitu besarnya sekarang euforia masyarakat Indonesia terhadap semangat nasionalisme,ternyata ada teman saya yang menyatakan "Tidak bangga menjadi orang Indonesia". Lalu mau menjadi orang apa? Orang Amerika? Bagaimana mungkin mau mengaku orang Amerika, wong setetes darahpun tidak ada keturunan sono. Kulit coklat,rambut hitam,bola mata hitam.Ya, Kita orang Indonesia. Terima saja kenyataan itu. :)

Dulu,jaman saya SD, Indonesia terkenal dengan "Macan Asia". Negeri yang disegani karena prestasinya. Selalu unggul dalam setiap pertandingan. Tapi lama kelamaan, macan itu semakin tak kedengaran aumannya. Bayangkan, ternyata sudah 20 tahun sepak bola Indonesia tidak masuk final di Sea Games. Kemenangan Indonesia atas Vietnam 2 : 0 telah mengantarkan Indonesia masuk ke babak final berhadapan dengan Malaysia.

Kini, kemenangan Indonesia menjadi Juara Umum Sea Games XXVI tahun 2011 semakin dekat. Walaupun Indonesia tidak lagi terkenal dengan Macan Asia, kini Indonesia bangga mengatakan Garuda di dadaku.

11.11.2011

Merajut Kasih



12 tahun yang lalu awal perkenalan kami. Disebuah kampus di Sumatera Utara,USU. Kami mengambil jurusan yang sama, di Fakultas Ekonomi. Selayaknya teman kampus, awalnya hanya teman biasa. Sering berdiskusi, dan bercanda. Tidak ada yang istimewa.

Aku tidak tau diam-diam dia menaruh hati. Buatku,perhatian yang ia berikan tidak lebih dari perhatian seorang teman. Aku sendiri benar-benar tidak merasakan getaran apa-apa ketika berada di dekatnya. Dia bukan tipeku. Mungkin itu yang membuatku tidak sadar akan perhatiannya.


Setahun berlalu. Lewat seorang teman, Ika, aku tau kalau dia menyimpan rasa padaku. Perasaanku menjadi kacau balau pada saat itu. Disisi lain, aku mulai merasa ketergantungan padanya. Ada rasa kehilangan ketika ia tidak ada, ada rasa marah ketika ia dekat dengan seseorang. Inikah cinta?

"Aku gak akan percaya kalo dia gak nyatain langsung", kataku pada Ika saat itu. "Dia minder sama kamu", jawab Ika.
"Kenapa harus minder?" tanyaku penasaran
"Karena dia kan dari kampung, keluarganya gak kayak keluarga kamu", jawab Ika
Aku tertegun...
"Aku gak peduli keluarganya kaya atau miskin. Yang penting cintanya tulus." jawabku ketika di kantin Femi.

07.10.2009 pukul 11.07 WIB, di kantin Femi menjadi saksi cintanya padaku. Akhirnya dia memberanikan diri untuk menyatakan cinta. Dan kamipun resmi jadian.

Perjuangan kami untuk bersama memang berliku. Setelah beberapa kali putus-nyambung selama 6 tahun, akhirnya pada tanggal 13.11.2005 kami menikah di rumah orang tuaku di Medan.

Kini, usia pernikahan kami sudah 6 tahun. Walau belum dikaruniai momongan, aku berharap pernikahan kami langgeng sampai akhir hayat. Dan berharap Allah SWT mau memberikan buah hati kepada kami.

Thank My beloved Hubby, telah menemaniku, memberi support dan menyayangiku selama ini.Love you...

11.07.2011

Hanya Mimpi




Malam semakin larut. Tapi mataku masih enggan terpejam. Pikiranku melayang-layang pada dirimu yang hilang tanpa kabar apapun. Seribu tanya menyeruak dalam hatiku, apa kabar dirimu? Berita tentang perang, penculikan, bom bunuh diri berseliweran setiap hari di televisi. Aku semakin cemas dengan keadaanmu.

Hujan rintik malam inipun kembali mengantarkan ingatanku padamu. Tentang hujan dan pelangi yang sering kita bicarakan. Kau selalu rindukan hujan, katamu. Dan aku yang selalu butuh kehangatan matamu. Tak dapat ditepis, aku memang membutuhkan dirimu. Entah dalam dimensi apa. Bukan hanya butuh matamu yang teduh. Tapi dirimu. Utuh.


Aku terus terbuai dalam kenangan kita. Hingga tanpa sadar akupun terlelap dalam tidur malam yang dingin. Kadang, tanpa sadar aku menyadari air mata keluar dari pelipis mataku. Aku rindu kamu...

Hingga pagi subuh menjelang. Suara adzan yang membangunkan lelapku. Kau terasa begitu dekat. Kau datang dengan senyum ramahmu, dan mencium keningku. Aku luruh dalam dekapanmu. Betapa tak ingin kulepas dirimu..

Hanya mimpi...
Tapi terasa begitu nyata..

10.16.2011

Hocus Fokus



Merasa selama ini terlalu fokus pada kehidupan orang lain. Padahal orang tersebut belum tentu peduli pada kehidupanku. Tapi tetap saja ada sisi yang menarik untuk diketahui dari orang tersebut. Bukan. Dia bukan Ayu Ting-ting yang sedang ngetop itu. Dia bukan artis. Dia manusia biasa. Tapi, secara diam-diam aku tertarik pada kehidupannya.

Dia tidak secantik Dian Sastro. Bahkan menurutku dia jauh dari kata cantik. Dengan postur tubuh yang gemuk, dan wajah yang bulat, secara fisik dia tidak menarik. Tapi entah mengapa banyak orang yang terkesan dengannya.


Disisi lain, kadang aku merasa orang lain terlalu fokus pada hidupku, terutama teman-teman kantor yang resenya selangit. Aku datang terlambat,diomongin. Aku liburan, pada penasaran. Aku ga datang, pada ribut.

Kenapa kita fokus pada kehidupan orang lain? Bukan pada kehidupan kita sendiri? Tanpa kita sadari fokus pada hidup orang itu menguras energi,dan membuang waktu. Walaupun mungkin kehidupan dia terlihat menarik bagi kita. Walau "menarik" biasanya diiringi dengan "keirian".


Ternyata menjadi fokus hidup orang itu tidak mengenakkan. Pada titik tertentu aku merasa risih. Hanya dipusingkan mendengarkan omongan orang tentang diriku. Aku merasa hidupku biasa aja. Tidak ada yang istimewa.

Aku pengen kembali fokus pada tujuan awalku. Tanpa menghiraukan mereka. Begitu lebih baik kan?


10.12.2011

Perjumpaan Yang Tiada




dalam kesunyian,
kita adalah sepasang kekasih
memutari waktu dengan sekelumit rindu
juga duka yang kian lapuk memakan hatiku
ketikasuatu kekecewaan memutari
kita seperti jarum jam


aku mencintaimu
seberat cinta itu sendiri memberi keleluasaan
kepada kita untuk memilih
namun seperti jalannya cinta itu menuju
keabadiannya,
kau bahkan tak lekas menangkap rindu
sebagaimana cinta itu adalah kau dan aku

lalu aku mengingatmu dengan sejuta kepedihan
karena ketika aku memikirkanmu,
aku tidak bisa menahan benakku untuk melupakanmu
sedang kita adalah keinginan itu sendiri
untuk tiap perjumpaan yang tiada

** Nona Muchtar **

10.05.2011

Tak Ingin Lapuk




Aku tak ingin lapuk
seperti buku usang yang terlantar di gudang
penuh debu
dan lapuk

Aku tak ingin layu
seperti bunga-bunga di taman yang tak sempat bermekaran
kering
dan layu

Aku tidak ingin tergulung buih gelombang
yang membawa rindumu menjauh
dan tak kembali padaku



Aku tak ingin kenangan itupun ikut melapuk bersama tebalnya debu
dan layu sebelum berkembang..
kan kubawa rindumu kembali ke dermaga dimana kau berlayar


Takkan kubiarkan kenangan itu melapuk
takkan..
karena ia kubingkai dengan indah
di hatiku..







9.12.2011

Menikmati Indahnya Pulau Sikuai


Berkat informasi dari seorang teman yang menceritakan keindahan Pulau Sikuai yang berada di Sumatera Barat, maka saya pun penasaran sama pulau ini.

Lalu saya mencari informasi dari mbah Gugel agar bisa sampai ke pulau yang konon kabarnya keindahannya bak surga. Saya menemukan situs newsikuai-island.com dan mulai menghubungi mereka, kapan jadwal berangkat kapal.

Pulau Sikuai berada di wilayah administrasi kota Padang, hanya 1,5 jam perjalanan dari dermaga kota Padang ke Pulau Sikuai.Saya berangkat dari Solok ke Padang pukul 7 pagi. Ternyata jarak Solok-Padang hanya 1 jam. Maka saya bersama suami menghabiskan waktu menikmati kota Padang dari restoran AW yang menjadi dermaga kapal.

Awalnya saya membayangkan kapal yang kami tumpangi adalah kapal nelayan, seperti waktu saya mengunjungi Pulau Gili Trawangan dan Pulau Burung di Bangka Belitung. Tapi kapal ini ternyata cukup keren dan nyaman. Mungkin karena harga yang kami bayar cukup mahal, yakni Rp 250.000,- /pp



Pukul 10 kami berangkat meninggalkan dermaga kota Padang menuju Pulau Sikuai. Langit cerah pada hari itu, jadi sangat pas untuk sesi pemotretan :D

Sesampainya disana, terlihat jelas hamparan pasir putih, deretan pepohonan kelapa yang tertata rapi, suasana sejuk, birunya laut, indahnya warna warni ikan dan terumbu karang, hijaunya pepohonan dan pondok penginapan yang asri.


Disini tersedia juga fasilitas untuk snorkeling, banana boat, kolam renang, sepeda dan trekking. Saya memilih bersepeda mengelilingi pulau yang hanya 40 hektar itu. Ternyata sewa sepeda cukup mahal Rp 75.000,- per jam. Hiks..apa boleh buat. Belum tentu saya tahun depan bisa kesini lagi.Maka lebih baik puas-puasain sekarang, kan? hehe....



Setelah mengelilingi puas mengelilingi pulau selama 1 jam, kami pun minum air kelapa yang dijual di kantin. Dibawah pohon kelapa yang rindang kamipun bersantai menikmati indahnya laut gradasi 3 warna.



Gak terasa, udah jam 4 sore. Kamipun bergegas untuk naik ke kapal dan pulang ke Padang dengan membawa kekaguman akan keindahan Pulau Sikuai.

Untuk melihat photo-photo Sikuai dalam dilihat di The Amazing Indonesia

9.09.2011

Oleh-oleh Mudik dari Sumbar

Lebaran kemarin saya menghabiskannya ke Sumatera Barat tepatnya di kota Solok. Baru kali ini saya lebaran di kampung. Biasanya kami menghindari pulang ke Sumatera Barat diwaktu lebaran karena harga tiket yang mahal. Tapi setelah beberapa kali lebaran di Jakarta, dan seperti tidak merasakan suasana lebaran, jadilah kami memutuskan tahun ini mudik ke kampung.


Suasana di Solok sangat berbeda dari Jakarta yang hingar bingar. Pagi-pagi saya keluar rumah sudah terdapat hamparan sawah yang luas dan menghirup udara segar.Solok sendiri terkenal dengan berasnya yang enak. Hingga ada lagunya "Bareh Solok" yang syairnya mengatakan ketika dia sedang makan beras Solok sampe gak tau Mertua lewat saking nikmatnya. hihi....ada-ada aja.


Saya sebenarnya agak sulit berkomunikasi dengan ke
luarga disana yang menggunakan bahasa Padang, karena saya tidak bisa, saya hanya paham apa yang mereka katakan. Maklum, dari lahir dan besar saya tinggal di Medan.

Tapi ternyata tidak mengurangi kebersamaan kami. Sumatera Barat terkenal dengan alamnya indah dan berbukit bukit. Sehingga selama di perjalanan dari Solok menuju Padang atau Bukittinggi selalu berkelok-kelok. Medannya cukup terjal. Pokoknya supir dilarang meleng deh. Saya sendiri yang sukanya tidur di mobil tetap awas selama di perjalanan. Takut ada apa-apa...

Syukurlah perjalanan kami lancar. Saya dan keluarga sempat mampir ke Pariaman, kampung ibu saya. Disana kami makan di Harum Laut restoran di tepi pantai dan berma
in bersama ombak. Harum Laut terletak dekat dengan Pantai Kata Pariaman. Makanannya hm...lamak bana!


Oya, jangan lupa jika ke Sumatera Barat beli oleh-oleh Keripik Sanjai. Keripik balado yang terkenal dijual di toko Christine Hakim di Padang atau toko Nitta di Bukittinggi. Tapi sayang, ketika saya mau beli keripik sanjai di toko Christine Hakim, harus antri panjang. Alhasil saya gak kebagian oleh-oleh khas Sumbar ini.

8.22.2011

Fenomena Mudik Lebaran


Mudik. Kata itu menjadi begitu familiar menjelang Hari Raya Idul Fitri di setiap tahunnya.Padahal mudik berarti pulang ke kampung halaman, bisa saja tidak dilakukan di waktu Lebaran. Tapi lebaran adalah nuansa yang berbeda jika kita pulang ke kampung halaman. Hari kemenangan dimana waktu berkumpulnya keluarga dari berbagai penjuru kota. Ini juga berarti hari libur yang panjang.:D

Tahun ini saya akan mudik ke Sumatera Barat, ke tempat mertua. Baru kali ini saya merayakan Idul Fitri disana. Ada reka-reka seperti apa lebaran disana. Adakah seramai di kota kelahiran saya di Medan? atau sesepi Jakarta? Entahlah.


Lebaran kali ini tidak hanya bersilaturahmi ke keluarga besar suami di Solok, tapi juga berkunjung ke keluarga besar saya di Pariaman. Selebihnya kami berencana berwisata mengelilingi Sumbar. Ini juga untuk kontribusi blog jalan-jalan saya, Lovely Travelling dan The Amazing Indonesia. hehe...Dua tiga pulau terlampaui lah pokoknya :D

Bagaimana rencana mudik kalian? Semoga kita diberi kelancaran dan keselamatan selama di perjalanan ya guys..

8.10.2011

Darsem dan Uang Sumbangan




Anda pernah membayangkan dapat uang Rp 1,2 Milyar? Jika Anda dapat "durian runtuh" seperti ini apa yang akan Anda lakukan? Hm... mengkhayal yuk..


Mungkin Darsem gak perlu mengkayal dapat uang sebesar itu, karena kenyataannya dia telah mendapat uang sumbangan sebesar Rp 1,2 Milyar. Darsem, seorang TKI yang bekerja di Arab Saudi dijatuhi hukuman pancung dengan dakwaan pembunuhan. Untuk bebas dari dakwaan tersebut, Darsem harus membayar denda sebesar Rp 4,7 Milyar. Hoho...dapat uang darimana sebesar itu?

Darsem memang lebih beruntung jika dibandingkan dengan Ruyati yang dijatuhi hukuman mati dengan dakwaan yang sama. Tanpa ujug-ujug yang jelas, tiba-tiba Ruyati sudah menjadi jenazah ketika kabar hukuman pancung itu tersiar.


Berdasarkan hal itulah, masyarakat kita menjadi marah dan emosional. Menuduh Pemerintah tidak bertanggung jawab terhadap warganya. Tidak lama kemudian, kasus Darsem muncul.

Lalu beberapa komunitas menyisihkan uangnya untuk kebebasan Darsem sebesar Rp 4,7 Milyar yang dikumpulkan melalui TvOne. Dana yang terkumpul cukup fantastis, sebesar Rp 1,2 Milyar. Walau dana tersebut belum cukup untuk membiayai kebebasan Darsem, ternyata kali ini Pemerintah bersedia menebus denda tersebut. Maka uang sumbangan itu diserahkan kepada Darsem.

Darsem yang didakwa melakukan pembunuhan atas majikannya sekarang menjadi kaya raya di kampung. Menjadi Orang Kaya Baru (OKB) memang kadang membuat manusia lupa daratan. Sekarang, Darsem memakai emas dimana-mana, orang kampung mengatakannnya "toko berjalan".

Uang sebesar Rp 1,2 milyar itu memang haknya Darsem. Yang saya sayangkan, kadang kita menyumbangkan dana kita ke orang yang tidak tepat.

Bagaimana menurut Anda?

8.02.2011

Metamorfosis



Kau selalu hadir dalam setiap metamorfosisku. Entah sebagai kupu-kupu yang rindu kebebasan namun rapuh, atau hanya sebagai bunga di taman yang gugur ditiup angin. Kau mengenalku sebelum aku menjadi sesiapa. Hanya tubuh tanpa gairah, tanpa hasrat yang menggebu. Bagiku hidup adalah hitam dan putih. Siang dan malam. Aku tidak mengenal dunia lain.Aku tidak mengenal dunia abu-abu.

Tapi kau membuka duniaku menjadi lebih berwarna. Bahwa ada dunia lain yang lebih indah dari yang selama ini kukenal. Aku menjadi terkagum karenanya. Bahwa hidup bukan hanyalah sekedar rutinitas. Hidup bukanlah suatu kepasrahan.Tapi hidup adalah mengejar cita-cita, mengejar impian.


Satu per satu lembaran mimpi kubuka. Kau menjadi bintang bagiku. Penunjuk arah yang akan menerangiku ketika aku tersesat. Kadang, kau menjadi sandaran bagiku ketika aku rapuh dalam tangisan. Kau selalu menemaniku dalam suka dan duka.

Aku membutuhkan kamu. Itulah yang kutau. Jika ketergantunganku padamu menimbulkan rasa lain... aku gak tau...

7.25.2011

Olahraga ke UI yuk..



Hari Minggu kemarin saya olahraga di sekitar Universitas Indonesia (UI). Tempat ini memang tempat favorit saya untuk menghirup udara segar sembari berolah raga. Kadang kami bersepeda mengitari kampus UI yang rindang. Tapi sayang, karena sepeda saya bannya kempes, jadinya kami hanya jogging.


Ada gedung yang unik ketika saya bermain kesana. Ternyata itu adalah perpustakaan UI yang baru dibangun. Konon, itu adalah perpustakaan terbesar se-Asia Tenggara yang dilengkapi dengan peralatan canggih dan modern. Ini untuk memudahkan akses informasi ke mahasiswa. Saya sendiri tidak sempat masuk, karena perpustakaannya belum dibuka. Jadi hanya lihat-lihat dari luar saja.


Ada danau disekitar perpustakaan. Kabarnya, perpustakaan UI ini tidak hanya untuk menimba ilmu, tapi juga untuk mencari inspirasi. Makanya dikelilingi dengan taman yang indah. Agar inspirasi-insipirasi di kepala pada keluar dan lahirlan ide-ide cemerlang. Asyik juga ya?




Selain itu, ada pohon yang unik disana. Namanya pohon Baobab yang berasal dari Afrika. Kabayang gak gimana bawa pohon segede ini dari Afrika? Jangan dibayangi deh, nikmati aja...hehe...Syukurnya pohon ini bisa bertahan di Indonesia. Bahkan sudah mulai tumbuh daun-daunnya.


Selain tamannya yang indah, kampus ini menyediakan jalur sepeda. Sehingga yang naik sepeda gak perlu rebutan jalan sama pengendara motor dan mobil. Dan yang nyamannya lagi, di sepanjang jalan di sekitar kampus, bersih, bebas sampah. Hanya sampah daun-daun kering yang berguguran itupun tidak banyak. Sepertinya mahasiswa dan masyarakat sekitar kampus sudah menyadari pentingnya kebersihan.

Yuk...olahraga ke UI. Dan nikmati kesegaran udaranya!

7.19.2011

Takdir



Waktu berubah begitu cepat
Jam terus berdetak, waktu berjalan keluar
Aku tlah berjuang untuk menemukan jawaban yang
Aku tidak pernah tahu
selalu mengejutkanku
seperti satu juta kilat

Dan di sini aku mengatakan padamu
Setiap detik datang dengan caramu


Kita tidak mengetahui masa depan
Ada waktu untuk hidup
Ada waktu untuk mati
Ada pertemuan
ada perpisahan
Tapi tidak ada yang tidak bisa lepas takdir

Lihatlah semua hal yang kita lakukan
Di bawah matahari yang membakar
ketika kelopak daun berguguran

Tak ada yang bisa melawan takdir
Tidak aku
Juga Kau




Gambar diambil dari sini

7.11.2011

Maaf...




Ternyata kita terlalu rapuh, sehingga kata maaf pun tak lagi berarti. Begitukah kau mendefinisikan kita? Walau perkenalan kita singkat, hanya beberapa hari, tapi rasanya ada ikatan kuat diantara kita. Tidakkah kau rasakan?


Karena aku merasakannya. Ada ikatan diantara kita. Ada kemiripan yang sulit didefinisikan. Ada kisah yang terangkai diantara kita. Yang jelas, aku sayang sama kamu, sahabat.


Aku akui itu memang kesalahanku. Dan bodohnya lagi, aku mengambil keputusan disaat sedang marah. Emosiku sedang meletup letup. Keputusan paling bodoh yang kuambil.

Aku menyesal. Sungguh menyesal. Aku sudah minta maaf. Dan kau masih diam. Apa yang harus kulakukan? :'(



Pelajaran paling berharga yang kudapat : Jangan mengambil keputusan disaat sedang marah.

7.03.2011

Kasus Penjualan Ipad Dian dan Randy : Ketika Konsumen Membela Penjual



Ramainya kasus Ipad yang menangkap Dian dan Randy menimbulkan reaksi yang beragam dari masyarakat. Mereka terjerat UU Perlindungan Konsumen
Adapun ada dua tuntutan yang dilayangkan kepada Dian dan Randy selaku sang penjual ada dua pasal.
1. Karena menjual iPad impor -yang diakui sebagai barang bekas- dan berhubung beli di Singapura jadi tidak dilengkapi 'manual berbahasa Indonesia' yaitu melanggar Pasal 62 Ayat (1) juncto Pasal 8 Ayat (1) Huruf j UU/ 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen karena tidak memiliki manual book berbahasa Indonesia.

2. iPad belum termasuk alat komunikasi resmi. Pasal 52 juncto Pasal 32 Ayat (1) UU Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi, karena iPad belum terkategori alat elektronik komunikasi resmi di Indonesia.


Abimanyu Wachdjoewidajat akademisi dari UIN Syarif Hidayatullah serta praktisi telematika mengatakan bahwa pengguna tablet PC di Indonesia termasuk pengguna perangkat 'tidak resmi'. "Lagi pula ada banyak perangkat tablet yang menggunakan jalur komunikasi udara bebas yakni Wi-Fi 2.4Ghz. Tetapi pada UU tersebut tetap disalahkan, karena tidak dijelaskan pengecualiannya," Sehingga menurut beliau, Dian dan Randi terkena pasal karet.

Bagaimana reaksi masyarakat selaku konsumen dalam hal ini? Sebagian mereka berpendapat bahwa penangkapan Dian dan Randi terlalu mengada-ada. Bukankah dalam prinsip jual-beli, jika pembeli dan penjual telah sepakat dengan barang dan harga yang telah ditentukan, jual beli menjadi sah?

Baru kali ini saya menyaksikan konsumen membela penjual. Dimana reaksi menuntut Dian dan Randi dibebaskan semakin bergaung. Lihat saja di twitter, mereka menggunakan hastag #freedianrandy. Di kaskus sendiri, mereka membuat Aksi Damai Kaskuser Dukung Agan Dian-Randi. Ini belum lagi tulisan di blog yang mendukung pembebasan mereka.

Adakah yang salah dengan Undang-undang Perlindungan Konsumen kita? Atau aparat yang salah menafsirkan Undang-undang?

Entahlah. Saya sendiri tidak mengerti hukum. Yang saya tahu, tidak ada pihak yang dirugikan disini, termasuk konsumen. Pantaskah mereka dipenjara?. Bebaskan Dian dan Randy!

Gambar diambil dari sini

7.01.2011

Sesederhana Itu



Kadang kita harus menerima kenyataan yang tidak ingin kita hadapi
Kadang kita harus mendengar sesuatu yang tidak ingin didengar
Kadang kita harus melihat sesuatu yang tidak ingin kita lihat

Begitulah....
Nyatanya, kita dipaksa menerima kenyataan
Mengetahui sesuatu yang tidak ingin diketahui


Tapi aku ingin menjadikannya sederhana...
Sesederhana aku menilai kamu....
Mengenal kamu dengan caraku....
sesederhana itu...

6.27.2011

Meriahnya Jakarnaval HUT 484



Setelah sekian tahun tinggal di Jakarta, baru kali ini saya menyaksikan Jakarnaval. Jakarta karnaval ini diadakan dalam rangka ulang tahun DKI Jakarta yang ke-484. Diikuti lebih dari 100 peserta, dengan beragam budaya dari seluruh Indonesia, mobil hias,mobil antik, dan berbagai aktraksi lainnya.



Ribuan warga antusias menyaksikan perayaan ini. Sayapun berlagak bak jurnalis yang menenteng kamera kemana-mana seakan tidak mau ketinggalan momen. Saya bersama ribuan warga menunggu disekitar area Monas, salah satu rute yang dilewati pawai.

Monas berubah menjadi tempat menjual beraneka jajanan, bahkan bajai yang jarang saya temukan, hari itu bebas hilir mudik


Jakarnaval tahun ini mengangkat tema Harmoni Ragam Jakarta dan diprakarsai oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI Jakarta. Disini, tidak hanya budaya betawi yang berperan, tapi juga ada di Aceh, Batak, Jawa Timur, serta Papua.






6.22.2011

Dirgahayu Jakarta!




Hari ini, tertanggal 22 Juni 2011, saya mengucapkan Selamat Dirgahayu Jakarta ke 484. Twitter, Facebook hari ini dipenuhi dengan ucapan Selamat Ulang tahun Jakarta. Bagimana wajah Jakarta hari ini?

Hari ini, seperti biasa, Jakarta tetap macet. Malah biasanya, Lenteng Agung yang biasa saya lewati lengang, hari ini menjadi macet. Macet di Jakarta ini merupakan salah satu masalah terbesar yang dihadapi Jakarta. Gak heran, kalo kepuasan penikmat jalan di Jakarta adalah yang terendah di dunia.

Buat saya, pekerja yang mencari nafkah di Jakarta, macet merupakan masalah besar yang harus dihadapi sehari-hari. Menjadi serba salah. Mau naik kendaraan pribadi, harga minyak mau dinaikkan, kalo mau naik kereta api, harus rela berdempet dempetan atau kecopetan sekalian. Mau naik angkutan umum, juga harus bersedia dempet dempetan di tengah gemuruh asap knalpot hitam. uff....


Oh Jakarta, masalah transportasi massal memang menjadi masalah pelik. Seharusnya di umurmu yang sudah 484 tahun, Jakarta sudah punya transportasi massal yang nyaman, murah dan cepat. Kebanyang dong, Kuala Lumpur dan Singapore aja sudah punya MRT (Mass rapid Transit). Negara tetangga yang tingkat ekonominya beda-beda tipis sama kita. Apakah ini mimpi tingkat tinggi? Ayo dong Pak Gubernur, wujudkan mimpi ini. Dikau akan dikenang sepanjang masa #halah!

Tapi dilain sisi, Jakarta sebagai ibukota negara Indonesia memang menampilkan dirinya sebagai kota metropolitan. Lihat saja gedung-gedung tinggi yang ada di pusat perkantoran Kuningan dan Sudirman. Dan mall-mall keren nan mewah yang ada di pusat kota. Gak kalah sama yang di Singapore! Serta adanya jalan layang yang bertingkat-tingkat membuat kota Jakarta menjadi kota sibuk. Walaupun ditengah kolong jembatan layang itu banyak sekali rumah kumuh yang berdiri. *sigh*

By the Way, apapun wajah Jakarta kelak, patutnya kita mengucapkan Dirgahayu Jakarta. Semoga menjadi kota metropolitan yang berbudaya dan bebas macet!

Gambar diambil dari sini

6.14.2011

Heart Attack




Biasanya rasa syukur kita dapatkan ketika kita melihat kebawah. Sehingga sering kita dengar nasihat yang mengatakan, "bersyukurlah kamu, lihatlah ke bawah. Kamu lebih beruntung dari mereka".

Tapi kali ini aku merasakan syukur tanpa harus melihat kebawah. Tanpa harus merasa aku lebih baik dari mereka. Aku bersyukur karena kebesaran Tuhan yang begitu baik padaku.

Belakangan ini, rasanya hatiku mendapat serangan yang begitu hebat. Heart Attack dari beberapa peristiwa yang kualami. Mungkin hati ini sudah lembam karena terus menerus diserang dari berbagai penjuru. Aku sudah menangis karena shock.

Tapi dari peristiwa itu, aku mendapat pelajaran yang berharga. Di tengah rasa muak akan cerita yang tidak aku pahami, aku mencoba menggali hikmah untuk diriku sendiri. Dan bersyukur, Tuhan melindungiku dengan cara yang indah. Baru sekarang aku mengerti.


Buat kamu yang menemaniku pada saat itu, menyaksikan hatiku terluka karena shock, terima kasih telah memberiku pelajaran hati yang sangat berharga. Kita telah melewati beragam peristiwa bersama. Aku pikir, aku tak mampu menggenggam janji itu, tanganku melemah setiap dentuman peristiwa menghampiri. Tapi kau mengulurkan tanganmu erat mencengkram, meyakinkan aku, bahwa kau tidak akan pernah meninggalkan aku. Dan itu cukup buatku.

Sisanya, aku tidak peduli.

6.07.2011

Hujan yang mengusik


Baru kali ini saya benci hujan. Biasanya, walau hujan turun dan membuat saya basah kuyup, saya tetap suka suara gemercik hujan, suka akan rinainya.Tapi kali ini hujan membuyarkan rencana jalan-jalan saya. Itu yang membuat saya gak suka.

Perjalanan ke Singapore yang telah kami rencanakan, bersama 3 orang teman saya, buyar ketika hampir setiap pagi hujan deras mengguyur Singapore. Kami hanya berharap hujan akan segera berhenti. Sebagai gantinya, kami jalan-jalan di pusat pembelanjan, seperti Orchard dan Mustafa.

Padahal buat saya, yang namanya mall dimana-mana sama aja. Banyak mall-mall bagus di Jakarta yang gak kalah keren dibandingkan dengan yang di Singapore. Tapi daripada bengong di hostel, gak mau kan?


Selain hujan yang membuat saya bete, parahnya, saya sakit disana. Sebenarnya sebelum berangkat, saya sudah sakit. Sakit tulang belakang yang membuat nyeri pinggang dan punggung saya. Kata dokter, saya harus fisioterapi selama seminggu. Tapi karena tiket yang sudah terlanjur dibeli dan tidak bisa dikembalikan, jadinya saya memutuskan untuk berangkat. Berharap obat anti nyeri dari dokter dapat membuat saya sembuh.

Puncaknya, di hari terakhir saya demam. Teman-teman saya pergi shopping membeli oleh-oleh, saya tidur di hostel tempat kami menginap. Pukul 1 mereka kembali dan masih ada sisa 8 jam lagi untuk pulang ke Jakarta. Jadinya kami pergi ke Sentosa Island. Dan lagi-lagi, ketika sedang jalan-jalan dan asyik berphoto ria, rasa nyeri yang luar biasa memaksa saya untuk istirahat. Saya mencari tempat duduk di tempat penjual minum. Benar-benar tidak berdaya.

Ketika sakit, rumah memang tempat yang terbaik


Cerita tentang jalan-jalan di Singapore akan saya posting di blog satu lagi ya lovely travelling

5.28.2011

Ibu dan Laptop



Ibuku, umur 69 tahun, baru saja membeli laptop agar bisa membaca blog anak-anaknya dan untuk bisa berkomunikasi dengan anak dan cucu via skype. Ini memang risiko kami yang tinggal berjauhan.

Kami 4 bersaudara. Anak pertama, perempuan, tinggal di Mesir. Anak kedua tinggal di Medan, anak ke tiga, laki-laki tinggal di Qatar. Aku sendiri, si bungsu tinggal di Jakarta. Ibu tinggal di Medan, bersama kakak. Walaupun rumah ibu dan kakak bersebelahan, tapi kakakku juga sibuk.

Ibuku sendiri dulunya seorang dosen di Universitas Sumatera Utara. Setelah pensiun, ibuku tidak mau mengajar lagi, padahal tawaran mengajar masih ada. Setelah ayah meninggal dan kakak menikah, ibuku tinggal dirumah bersama adiknya. Sepi, tentu saja.


Sekarang ibu sudah punya laptop. Tapi ibu tid
ak bisa menggunakannya. Jadilah kakakku yang mengajarkan ibuku menggunakan laptop. Kami juga menyarankan ibu punya akun facebook agar bisa memantau kegiatan anak-anaknya dari jauh.


Aku salut sama ibu. Di umurnya yang menginjak 69 tahun, tapi tetap tidak mau ketinggalan sama teknologi. Tetap mau belajar sesuatu yang baru. Tetap mau update informasi diluar sana.

Dan yang paling disadari oleh ibu, teknologi itu mem
permudah komunikasi. Komunikasi itu obat kerinduan buat kami yang tinggal berjauhan.

Tadi ibu baru telpon, "isti, kenapa blog isti yang Amazing Indonesia itu photonya kecil sekali? trus blog isti yang Time to change gimana cara bukanya? kak lida baru ajari ibu buka yang amazing aja..."



Rasanya pengen sekali terbang ke Meda
n, mengajari ibu....


PS : Photo pertama : photo aku dan ibu ketika di Belitung
Photo kedua : photo ibu naik ayunan di pulau Burung sehabis stress naik kapal nelayan :)

5.21.2011

Lelaki Tua




Lelaki tua itu biasa duduk di depan pagar rumahnya, dengan kursi reot yang mengayun-ayun badannya. Tidak banyak yang ia lakukan, selain hanya duduk-duduk dan memperhatikan orang-orang yang lewat di depan rumahnya.

Orang-orang memanggilnya Engkong. Ya, dia memang pria keturunan Tionghoa yang tinggal tidak jauh dari rumahku. Rumah kami hanya selisih 2 rumah. Sehingga ketika aku membuka pagar kerap kali melihat Engkong yang duduk tanpa mengenakan baju, bertelanjang dada. Sesekali ia menyapa dengan gaya ramahnya, "Mau pergi kerja, Uni?".

Kadang aku merasa aman dengan adanya Engkong yang suka duduk di depan rumahnya. Dengan demikian, secara tidak langsung, ia menjaga rumahku yang sering kosong. Engkong memang mengenal baik orang-orang disekeling kompleks kami. Sehingga jika ada orang asing yang lewat, dia pasti akan curiga. Makanya aku selalu merasa aman meninggalkan rumah dalam keadaan kosong.


Pernah, sekali waktu, mobilku mogok. Aku panik sekali. Gak ada orang yang bisa menolongku, karena aku sedang tinggal sendirian dirumah. Dengan sigap, si Engkong menawarkan bantuan. Dia mengecek mobilku dan bilang "ini akinya udah soak. Harus diganti." Lalu, aki mobil yang nyaris kering itupun diisinya dan, sim salambim, entah apa yang Engkong lakukan, si mobil bisa nyala!. Engkong pun bercerita waktu masih muda ia pernah punya bengkel. Karena persaingan yang ketat, bisnis bengkelnya pun karam.

Engkong tinggal bersama anak laki-lakinya. Sebenarnya ia juga risih tinggal bersama menantu perempuan, tapi anaknya inilah yang paling mampu diantara anaknya yang lain. Di umurnya yang menginjak 71 tahun, ia tidak memiliki sumber nafkah yang lain selain bergantung pada anaknya.

Sudah lama aku tidak berbincang dengan Engkong. Sejak aku mulai kerja dan sibuk dengan urusan lainnya. Aku hanya mendengar kabar bahwa Engkong sedang sakit. Tapi entah mengapa aku tidak sempat menjenguknya. Sampai aku mendengar kabar, bahwa Engkong meninggal.

Aku pun segera datang ke rumah duka. Sesampai disana, aku tidak merasakan haru biru kesedihan layaknya orang tua meninggal. Tidak ada tangisan dan air mata. Tidak ada penghormatan yang layak terhadap Engkong.Engkong beru meninggal sekitar 45 menit yang lalu. Belum lama. Aku melihat Engkong yang masih berbaring di kamarnya.

Kamarnya lebih layak kusebut gudang. Ada tv reot, ember, payung, sarung yang bergantung dan pernak-pernik yang penuh sesak. Jendelanya pun seadanya. Sehingga aku dapat merasakan pengapnya kamar Engkong.

Aku melihat ekspresi wajah mereka satu per satu. Tak ada kesedihan. Sepertinya kepergian Engkong adalah suatu kelegaaan. Bahkan belum satu jam meninggal, jenazah Engkong hendak di kremasi malam itu juga. Ini memang pesan Engkong yang beragama Konghucu, kalo kelak dia meninggal, dia ingin dikremasi dan dibuang ke laut.

Anak-anak Engkong banyak yang beragama Islam, termasuk anak dimana Engkong tinggal. Mereka muslim yang taat. Tapi Engkong memang tidak tertarik memeluk agama Islam dan tetap setia pada agama leluhurnya, Konghucu.

Sehingga, di hari kematian Engkong, tak ada terdengar ayat-ayat Qur'an lazimnya orang meninggal. Semua merasa bingung bagaimana caranya mendoakan Engkong. Termasuk para tetangga. Konon, kabarnya, doa orang yang tidak seiman, tidak akan sampai ke Tuhan.

Aku sendiri merasa sedih. Bukan karena aku takut doaku tidak sampai, tapi sedih karena Engkong tidak mendapatkan penghormatan dari anak-anaknya. Bahkan ketika sakitpun, Engkong tidak dibawa ke Rumah Sakit. Alasannya, si Engkong tidak mau.

Aku jadi ingat Ayah. Walau sudah 3 tahun yang lalu Ayah meninggal, sampai detik inipun aku masih menangis mengingatnya. Kenangan bersamanya abadi dalam jiwaku. Aku menangis. Menangis karena ingat sama Ayah.

5.19.2011

Keep On Moving



If you don't hope, you will not find what is beyond your hopes - Najam Awan

Lihatlah hari ini, mentari pagi masuk dari sela-sela jendela. Burung-burung berkicauan, bunga-bunga bermekaran, dan langit biru menyambut harimu. Bangunlah, mulailah aktivitas hari ini dengan riang.

Hapus semua kesedihanmu. Bertekadlah, bahwa apa yang terjadi pada dirimu, adalah sebuah pelajaran hidup yang sangat berharga. Dia tidak hanya menempa batinmu menjadi kuat tapi juga membuatmu lebih menghargai hidup.


Tetaplah berbuat baik pada orang menyakitimu. Membalas rasa sakit akan membuat jiwa kita bertambah sakit. Jangan kotori hatimu yang suci menjadi debu. Biarkan dia tetap berharga.


Berkaryalah sebaik mungkin, lakukan hal-hal terbaik yang bisa kau lakukan. Karena orang dihargai dengan karyanya. Bukankah melakukan hal terbaik dalam hidup membuat kita lebih 'hidup'?

Dan selalu bersyukur pada Tuhan. Lihatlah orang-orang disekeliling kita yang mengalami cobaan hidup lebih berat. Serta percaya bahwa Tuhan punya cara tersendiri untuk menunjukkan sayang-Nya pada kita.

So, keep on moving and do the best.

~ Nasihat untuk diri sendiri ~

5.06.2011

Hijrah



"Apabila telah ditunaikan shalat maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung." (QS. Al-Jumuah : 10)

Hijrah sudah ada pada zaman Nabi Muhammad SAW untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Sehingga Allah pun menyarankan agar bertebaran kamu di muka bumi dan carilah karunia Allah sebanyak-banyaknya.

Jadi, kalau memang kehidupan disini memang sudah tidak ada harapan, maka segeralah hijrah untuk mencari kehidupan yang lebih baik. Di Indonesia, suku yang paling banyak merantau adalah suku Minang. Dimana-mana ada orang Minang. Apalagi dengan adanya sistem warisan Minang yang berhak atas harta warisan adalah perempuan, maka para pria diharapkan berjuang sendiri untuk kehidupannya.


Untuk di seluruh dunia, penduduk China yang paling banyak merantau hingga dimana-mana kita bisa bertemu orang China dengan beragam kewarganegaraan. Diantara orang Minang dan orang China ini ada kesamaan yang cukup melekat, yaitu mereka tidak meninggalkan bahasa ibunya. Mereka cukup teguh melestarikan budayanya.

Di keluarga saya sendiri, ada kakak dan abang saya yang merantau ke luar negeri untuk mencari sesuap nasi segenggam berlian #halah!. Cukup sedih ketika mengetahui bahwa kami harus berjauhan untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Tapi disisi lain, saya bahagia melihat mereka.

Kemarin, saya mengantar kakak saya yang kebetulan suaminya dapat kerja di Mesir. Ada haru, ada bahagia.

Lalu, suami saya bertanya "Isti, gimana kalau kita pindah ke Surabaya? Ada tawaran menarik disana". Rasanya berat sekali meninggalkan kehidupan di Jakarta yang sedang kami bangun. Memulai sesuatu yang baru, dimana tidak ada sanak keluarga dan meninggalkan yang sudah ada memang berat. Saya memilih untuk bertahan di Jakarta. Toh, kami juga sudah merantau dari Medan ke Jakarta. Tapi kalau ada tawaran ke luar negeri saya ikuuttt.. :)

5.05.2011

Pulang



Aku ingin pulang
ke rumah dimana seharusnya aku tinggal
tempat bersemayam buih-buih cinta
yang memberiku kekuatan

Aku ingin pulang
setelah lelah dari pengembaraan
bertemu para musafir yang kesepian
yang membuat aku tersesat


Aku lupa jalan pulang
Hatiku sibuk mencari mimpi yang semu
mengejar air di gurun pasir hanya untuk memuaskan dahaga
akan kebahagiaan

Kini, aku lelah...
ternyata aku hanya membangun mimpi yang rapuh
ternyata aku hanya mengejar impian semu
Kosong...

Aku ingin pulang...

4.28.2011

Rasis di Tanah Arab



Orang Arab rasis? Setidaknya itulah cerita yang kudengar selama aku berada di Qatar. Penduduk Qatar atau yang disebut dengan Qatari, hanya boleh menikah hanya sesama Qatari. Jika ada orang Qatari yang menikah dengan orang di luar Qatari, maka bersiaplah keluarga dan negara turut campur.

Mungkin itulah arogansi negara kaya. Qatar sebagai negara baru yang memiliki kekayaan gas dan minyak melimpah memang sangat melindungi warganya. Hal ini terlihat tidak hanya dengan melarang warganya menikah dengan warga negara lain, tetapi juga masalah pekerjaan yang menjamin warganya mendapat pekerjaan di posisi strategis Perusahaan.

Masalah pernikahan ini sebenarnya menjadi masalah tersendiri bagi warga negara Qatar yang jatuh cinta terhadap warga negara lain. Serbuan pendatang yang masuk ke Qatar membludak, dari berbagai negara, terutama dari India dan Philipina.


Tetapi siapa yang bisa menebak kemana arah cinta berlabuh? Banyak juga cowok Arab yang berpacaran dengan cewek Philipina ^_* . Katanya cewek Philipina lebih menyenangkan daripada cewek Arab. Hm...benarkah? Padahal cewek Arab kan cantik-cantik ya..


Lain cerita ketika Abangku yang bekerja disana tidak boleh masuk salah satu Mall. Jadi, dihari-hari tertentu, ada yang namanya Family Day. Hanya yang jalan bersama keluarga yang boleh masuk mall tersebut, yang bujangan tidak boleh. Kecuali cowok Arab dan Western!

Kenapa abang ku yang kebetulan datang sendiri dilarang masuk? Mereka under estimate dengan orang tampang Asia kayak kita gini. Abang ku protes keras karena dibedakan sendiri. Tapi apa mau dikata, sekeras apapun protes, mereka lebih punya kuasa.

4.24.2011

Prasangka


"Apa yang ingin kau ketahui tentang aku? Aku akan menjawabnya" jawabmu tentang pertanyanku bahwa kau sedang menutupi sesuatu dariku. Hal inilah yang menjadi sumber kesalahpahaman kita selama ini. Bahwa kita tidak saling terbuka. Muara dari segala prasangka.

"Tanyalah apa yang menjadi perhatianmu. Aku akan menjawabnya" pintamu lagi. Entah mengapa seribu pertanyaan yang ada di pikiranku menguap entah kemana. Tiba-tiba aku merasa tidak perlu tau dengan kehidupan pribadinya. Tiba-tiba aku merasa tidak berhak tau jika bukan dia yang menghendakinya secara suka rela. Tiba-tiba aku merasa gagu.


Padahal sebelumnya, banyak sekali yang ingin kutanyakan padanya. Ada beragam pertanyaan yang siap kulontarkan untuk memuaskan dahaga penasaranku. Dan aku siap mendengar jawabannya. Karena dengan mengetahui kebenarannya, aku tau dimana posisiku.

Tapi, entah mengapa semua seperti tersapu bersih dari ingatanku. Aku menjadi sungkan untuk bertanya. Aku menjadi merasa orang yang sok mau tau dengan urusan orang lain. Tiba-tiba aku menjadi malu pada diriku sendiri.

"Aku gak bisa sekarang. Aku ingin sekali bicara denganmu dari hati ke hati. Tapi tidak sekarang, aku mau pergi" jawabku ngeles.
"Baiklah. Kapanpun kau ingin bicara denganku, katakan saja" tuturmu halus.

Atau memang baiknya aku gak perlu tau dengan kehidupan nyata kamu. Cukuplah aku mengenal dirimu seperti ini. Cukuplah bahwa kau selalu ada setiap aku membutuhkanmu. Cukuplah bahwa segala keriangan yang kita ciptakan milik kita berdua. Sisanya, bukan milik kita.

Aku tertegun. Sulit sekali memisahkan mana yang nyata dan mana yang maya. Karena terkadang yang maya menjadi nyata, dan yang nyata menjadi samar. Abu-abu.

Ingin sekali kukatakan padanya malam ini, bahwa aku akan menghormati kehidupan pribadinya, apapun itu. Dan akan memegang teguh janji yang sempat terucap, bahwa kita akan tetap bersahabat dimanapun kita berada sampai kita tua. Terlalu mulukkah?
Entahlah. Yang jelas, malam ini akan kukatakan padanya. Dan semoga dia juga memahaminya.

4.14.2011

Going With The Flow



"Mau mengalir kemana?" tanyamu ketika membaca stutus ymku.
"ke suatu tempat...ke planet lain" jawabku sekenanya
"Jaga dirimu baik-baik. Jangan sakiti dirimu sendiri" katamu memperingatkanku
"Aku tidak akan menyakiti diriku. Hanya saja orang lain yang menyakitiku" sindirku
"Aku minta maaf...." katamu

Entah sudah berapa kali aku mendengar kata maaf ini. Bukan aku tidak ingin memaafkan peristiwa kemarin yang membuatku menangis 3 hari dan membuatku remuk luar dalam. Aku hanya belum bisa pulih. Aku sudah memaafkan, tapi belum bisa melupakan. Peristwa itu guncangan hebat dalam diriku. Tidak mudah untuk segera sembuh dari luka yang begitu mendalam.Buktinya, aku masih membiarkanmu datang.


"Apa kabarmu?" tanyamu
"Aku sudah baik-baik saja. Semua sudah berlalu. Everything's gonna be okay kan? I need to restart my life" kataku sambil menghela nafas
"Sungguh? Berarti kau akan melupakan aku. Melupakan bahwa aku pernah hadir dalam hidupmu?"
Aku tersenyum simpul.

"Aku tidak pernah menyesali apapun. Dan aku tidak ingin melupakan siapapun. Peristiwa kemarin memberiku banyak pelajaran" kataku yang mencoba menetralisir perasaan.

"Aku ingin kau melupakannya.." katamu lirih
"Sungguh? Kau ingin aku melupakan semuanya?" tanyaku memastikan
"Terserah padamu..."

Akh...kau memang selalu begitu. Kadang kau bilang A, ketika aku memastikan kau berubah pikiran. Semudah itu. Semudah ketika kau mengucap janji, lalu kau ingkar.

"Jika aku punya kesempatan, aku tidak akan menyakitimu lagi. Aku ingin membuatmu tersenyum, tertawa seperti dulu lagi" tuturmu
"Tidak akan pernah. Karena kau akan menyakitikiu lagi", kataku lirih.

"Bolehkah aku melihatmu?" tanyamu sopan
Aku sangat berantakan. Rambut yang baru saja dikeramas belum kusisir. Aku tau kau tidak akan suka melihatnya. Dulu pernah ketika rambut sehabis keramas itu belum dikeringkan, kau bilang tidak suka melihatku seperti itu. Dan kau menyuruhku untuk mengeringkannya pakai hair dryer. Sejak itu aku selalu menyisir rambutku ketika bertemu denganmu, walau itu hanya via webcam

Hingga, terjadi peristiwa di taman itu yang membuatku kecewa. Kau ingkar. Hatiku menjadi dingin. Tidak sehangat dulu yang memberikan keceriaan di sudut-sudut ruang kita. Aku tidak membencimu. Sungguh. Kebencian hanya memberi kotoran dalam hatiku yang akan menambah siksaan bagi batinku.Aku tidak mau mengotori hatiku dengan membencimu.

Hanya saja, aku masih lelah. Biarkan saja aku tidur sejenak.

4.13.2011

Jomblo? So What?


Saya membaca headline news di salah satu portal bahwa Pemerintah Singapura akan membuat biro jodoh buat lajang yang berumur diatas 30 tahun. Jumlah penduduk disana mengalami penurunan mengingat orang-orang disana enggan untuk punya anak dan lebih memilih hidup melajang daripada harus sibuk tetek bengek menjadi seorang ibu.

Situasi ini membuat Pemerintah Singapura khawatir dan memfasilitasi perjodohan antara pria dan wanita yang ingin membangun kehidupan berumah tangga.


Jodoh memang misteri. Tidak mudah menemukan pasangan jiwa yang sesuai dengan kita. Kadang kesendirianpun menjadi pilihan hidup di tengah sibuknya waktu bekerja atau karena pernah patah hati?

Saya mengamati beberapa orang disekeliling saya yang memilih hidup melajang. Mereka punya karier, aktif dan mapan secara ekonomi.

Tak dipungkiri, hidup tanpa laki-laki itu sepi. Seperti berjalan tanpa tujuan. Atau seperti sayuran tanpa garam #halah! Tapi percayalah, sumber kebahagiaan bukan karena laki-laki.

Buat teman-temanku yang gelisah karena belum menemukan Sang Pangeran, jangan khawatir. Perluas pergaulan, karena memiliki banyak teman juga menyenangkan lo. Bisa-bisa ketemu jodoh :D

Dan ingat, kebahagiaan itu milik kita. Bukan terletak pada orang lain. So, Enjoy your life!

Gambar diambil dari sini

4.11.2011

Jangan Hentikan Aku



Aku sudah berlari sekencang ini
melewati sungai yang terjal
menyusur pantai yang landai
dan melewati gurun yang tandus


Napasku masih terengah
Kudapati diri yang gelisah
tak ingin aku melihat kebelakang
bahkan menolehpun aku enggan

Aku tidak ingin mendengar suaramu memanggilku
Pembohong baiknya berteman dengan pembohong
pembohong baiknya berpacaran dengan pembohong

Jangan ikuti langkahku
Enyahlah bersama burung-burung yang terbang ke awan
Pergilah..
aku ingin rinai hujan berlahan akan menghapus jejakmu

4.08.2011

Menembus Awan



Gadis itu masih duduk di kursi yang sama, menanti senja yang akan datang menjelang sore itu. Menikmati jingga senja yang berarak ke peraduan, dan semilir angin yang mengalun nada-nada sendu. Kadang ia merapikan rambutnya yang tertiup angin dan sesekali pengganti posisi duduknya yang menghadap laut lepas nan biru.

Seorang pria menghampirinya. Gadis itu tertegun sejenak. Pria itu yang ada di foto yang ia lihat kemarin. Foto pria tampan yang ia temui ketika sedang berada di pasar. Diam-diam ia mengagumi ketampanannya.


Dan sekarang, pria itu berada persis di depannya. Ia menjadi gagu, tak mampu berbicara sepatah katapun ketika pria itu meminta izin untuk duduk disampingnya.

"Siapa namamu?" tanya pria itu.
"Dita" jawab gadis itu pelan.

Hening sejenak. Tatapan pria itu jauh menembus awan. Dita berusaha menebak apa yang ada di benak pria yang disampingnya itu. Apakah sama seperti dirinya, yang menghabiskan waktu dengan menikmati senja di sore itu? Atau ada hal lain yang ia tunggu?

Rasa penasaran mulai menyergap diri Dita. " Siapa namamu?" tanya Dita.
"Namaku Rian. Kupikir kamu tidak mau tahu siapa namaku" jawabnya sambil menjulurkan tangan. Senyum keduanya pun merekah.

"Mengapa kau tutup wajahmu dengan rambut?" tanya Rian penasaran
"Aku jelek" jawab Dita. Lalu Dita pun mencoba mengalihkan pembicaraan dengan mengatakan perihal foto Rian yang yang ia temui di pasar.

"Aku ingin melihat wajahmu" tanya Rian tidak peduli perihal fotonya yang tercecer di pasar. Entah siapa yang membuangnya lalu Dita mengutip dan menyimpannya di dalam dompet.Uff..pasti memalukan sekali andai Rian tahu hal ini.

Dita pun berlahan menyibakkan rambutnya. Sedikit merapikan rambut dengan tangannya.Sesekali rambut itu terbang tertiup angin. Rian menyaksikan dengan seksama.

"Bolehkah aku bertanya padamu sesuatu yang sedkit pribadi?" tanya Rian sambil tersenyum simpul.
"Tentu saja", jawab Dita sekenanya.
"Adakah seseorang yang mengatakan bahwa kamu cantik?"
Glek! Seketika tenggorokan Dita tersekat. Tak mampu berkata apa-apa sambil mengingat bahwa memang tidak ada orang yang pernah mengatakan hal itu padanya.
"Kamu cantik. Atau tepatnya kamu manis" tutur Rian sopan.

Pipi Dita bersemu merah. Serasa terbang ke awan dipuji oleh orang setampan Rian. Mendadak, rasa percaya Dita bangkit. Rasa malu akan wajahnya yang sedari tadi ditutupi dengan rambut panjangnya seakan sirnah.Lelaki itu telah membangkitkan percaya dirinya.

Hari telah semakin gelap, angin malampun sudah menusuk tulang. Lelaki itu pamit pulang. Sesuatu yang sangat berat buat Dita. Dia masih ingin berbincang dengan lelaki itu.

"Apakah kita akan bertemu lagi?" tanya Dita penuh harap.
"Insha Allah.." kata pria itu simpul.

Lalu, pria itu pun beranjak pergi. Dita menatapnya hingga ia menghilang dari pandangan. Hanya satu kata yang ia ucapkan pada Dita, tapi ternyata itu mengubah hidup Dita.

Pesan: Para wanita, percaya dirilah bahwa Anda semua cantik. ;)

Gambar diambil dari sini

4.05.2011

Gunung Emas di Lombok dan Impian Semu



Beberapa hari yang lalu, suami saya ditelpon oleh seorang temannya yang berada di Lombok. Dia meminta tolong agar saudaranya yang ingin bekerja menjadi TKW di Malaysia dibantu karena mereka disekap dalam rumah selama sebulan. Saudaranya itu melarikan diri karena sudah tidak tahan dan merasa tidak adanya kepastian dari sponsor perihal keberangkatannya ke Malaysia.

Suami saya yang bekerja sebagai wartawan memang memiliki banyak teman di daerah. Kamipun mencoba membantu mereka dengan mencoba menghubungi beberapa pihak. Akhirnya kami mendapat kabar bahwa mereka berada di Manggarai dan telah mendapat bantuan dari RW setempat.


Kamipun segera meluncur kesana. Sesampai disana, kami melihat kondisi 2 perempuan yang berumur 30-an itu mengenakan pakaian seadanya. Yang satu mengenakan kaos dan celana pendek dan yang lebih tua mengenakan baju dan sarung seadanya.

Mereka melarikan diri dari biro yang mau memberangkatkan mereka ke Malaysia. Selama sebulan mereka tidak boleh keluar rumah, dan tidak ada tanda-tanda mereka akan diberangkatkan. Tidak ada mengurus surat-surat, ataupun pelatihan. Rasa curiga terus menghantui mereka, dan akhirnya memutuskan untuk melarikan diri.

Saya tidak kenal dengan mereka. Hanya saudaranya yang di Lombok yang mengenal suami saya ketika bertugas disana. Hari telah larut malam. Saya menawarkan mereka untuk bermalam dirumah saya.

Sesampai dirumah saya, mereka tidak berhenti menangis. Hingga esok paginya pun mereka masih menangis. Mereka rindu dengan keluarga di Lombok. Dan sangat berterima kasih kepada kami karena telah membantu mereka.

Lalu, merekapun bercerita tentang kehidupan di Lombok. Ternyata sebelum mereka diiming-imingi kerja di luar negeri, mereka adalah pencari emas di Gunung Prabu, dekat Pantai Kuta. Gunung itu memang menghasilkan emas! Sudah 5 tahun masyarakat disana mencari emas dan emas itu masih banyak. Penghasilan mereka sehari bisa Rp 300 ribu. Saya sendiri takjub, ada gunung emas di Lombok. Sungguh, karunia Tuhan yang luar biasa.

Saya dan suami mengingatkan bahwa impian kerja di luar negeri tidak semuanya indah. Dan Lombok merupakan daerah yang kaya. Selain ada gunung emas, Lombok merupakan tempat wisata favorit saat ini.

Kadang rumput tetangga lebih indah. Kadang janji manis kerja di luar negeri lebih indah daripada kenyataannya. Tapi saya berharap, mereka mengambil pelajaran dari peristiwa ini.

nb : Ini photo saya ketika di Pantai Kuta, Lombok tahun lalu. Kalau saya tahu dari dulu ada gunung emas, pasti saya sudah jadi penambang emas disana :D

3.30.2011

Beragam Cerita TKI Bekerja di Qatar


Saat ini Qatar merupakan incaran para pekerja dari belahan dunia, termasuk Indonesia. Negara yang saat ini merupakan negara berpendapatan kedua tertinggi di dunia ini menjadi harapan baru ditengah keterpurukan ekonomi di Eropa dan beberapa negara lainnya. Tak heran, banyak para pekerja yang mulai melirik peluang kerja di Doha, Qatar

Saat ini, orang Indonesia yang bekerja di Qatar bukan hanya para pekerja informal tapi ada juga yang menjadi ekspatriat (tenaga ahli) di berbagai perusahaan, misal di perusahaan Minyak dan Gas, Telekomunikasi, Bank, Penerbangan, dll. Bahkan pilot pribadi Emir (Raja) Qatar salah satunya adalah WNI. Bangga juga ya..


Penduduk Qatar sendiri hanya berjumlah 400 ribu, sementara orang Indonesia yang berada disana sekitar 25.000. Yang bekerja di Qatar Petroleum (perusahaan minyak) ada sekitar 200 orang (termasuk abang saya). Sepertinya jumlah ini akan bertambah terus mengingat kondisi ekonomi Indonesia yang tak pasti dan mereka yang tergiur dengan gaji besar :D

Biasanya orang Indonesia berkumpulnya di pengajian. Ada pengajian anak-anak juga yang diadakan setiap hari Sabtu di Kaifa. Yang paling saya suka di Kaifa inilah adalah gedungnya yang unik, seperti spiral, terutama pada saat malam hari. Lampu remang-remang yang dipasang semakin memperkuat keunikan gedung ini.



Disini ada juga toko yang menjual produk Indonesia, seperti kecap Bango, Teh Kotak Sosro,Indomie. Barang-barang ini bisa didapat di toko Jakarta dan Qatindo (Qatar Indonesia). Restaurant Padang pun sudah ada disini. Tapi kalau makanan Padang sih dimana-mana ada, kalau di bulan ada penduduknya pasti makanan padang juga ada disana hehe...

3.22.2011

Asosial



Sejak saya pindah ke Jakarta, saya jadi nyaris ga punya sahabat. Teman-teman dekat saya semua tinggal di Medan. Ada beberapa teman masa kecil yang kerja di Jakarta, tapi mereka tinggal berjauhan dan sangat sibuk. Sulit sekali untuk bisa janjian bertemu.

Lalu,untuk mengisi waktu, saya berkenalan dengan dunia blogging dan media sosial lainnya. Facebook, Twitter dan yahoo messanger menjadi alat komunikasi yang baru buat saya. Disini saya banyak bertemu dengan teman-teman baru, teman maya.


Berlahan, entah mengapa, saya lebih suka berteman dengan teman maya daripada teman real. Ada beberapa peristiwa dalam hidup saya, yang membuat saya sulit untuk percaya dengan orang lain. Saya pernah dikhianati. Dan itu membuat saya sangat hati-hati dalam memilih sahabat.Buat saya, sahabat itu dimana saya memiliki keterikatan emosi yang kuat dengan dia, tapi juga orang yang bisa saya percayai. Selain itu, lebih mudah bertemu dengan teman maya daripada teman real. hehe..

Padahal pada dasarnya saya suka memiliki banyak teman. Malah saya punya keinginan punya teman dari seluruh Indonesia dan dunia. Pasti seru. Karena saya suka mempelajari keberagaman budaya, agama ataupun kebiasaan.

Dan nyatanya, teman-teman itu saya dapatkan di dunia maya. Bahkan saya punya sahabat di dunia maya. Apakah saya asosial?


Saya rindu dengan masa-masa ketika saya punya banyak teman, dimana kami bisa nonton bareng, bisa curhat sehari semalem, atau sekedar saling mencela.

3.17.2011

I need to Restart My Life




Sudah 2 minggu aku kembali ke tanah air. Tapi rasanya sisa-sisa kemarin belum juga hilang. Seperti dentuman dalam tubuh yang mengguncang semua perasaaan. Aku menjadi begitu lemah, rapuh dan tak bergairah untuk menata hari.

Kondisi ini diperparah dengan sakit pinggang yang kualami. Nyeri yang luar biasa sehingga memaksaku untuk mengurangi aktivitasku. Mungkin ini diakibatkan karena banyak duduk dan kurang minum air putih. Ternyata sakit membuat kita lebih bersyukur untuk menghargai arti sehat. Untuk itu, jagalah kesehatan anda.


Semua yang berlalu, biarlah berlalu. Biarkan saja dia menjadi kenangan. Entah itu kenangan jelek ataupun kenangan yang indah, karena semua kenangan itu akan membentuk diri kita seperti sekarang. Makanya saya tidak ingin menyesali apapun disini. Semua pasti ada hikmahnya.

Ada beberapa rencana hidup yang telah saya susun untuk membangkitkan diri saya sendiri. Dan yang paling konyol dari semua keinginan itu adalah keinginan saya untuk belajar bermain gitar! Jangan ketawakan saya yang baru umur segini punya keinginan belajar bermain gitar. Karena musik itu indah. Dia bisa menghapus segala kegalauan dan ekspresi dari beragam perasaan.

Dan setiap orang main gitar saya suka kagum diam-diam. Bahkan saya bisa kagum sama pengamen yang permainan gitarnya bagus, yang selalu saya temui di bis kota. Makanya untuk menghargai permainan musik mereka saya selalu memberi uang kepada mereka.

Itu hanya segelintir rencana hidup saya. Saya percaya, jika kita tidak punya tujuan atau cita-cita hidup kita akan terasa hambar. So, Let's make Your Dream!