7.11.2010

Aku




Aku bukanlah aku
yang kau jumpai dulu, 10 tahun lalu

Aku bukanlah aku
gadis gaun merah yang selalu bersedia menawarkan payung padamu

Aku adalah tubuh tanpa jiwa
yang kian hari kian terkikis
oleh jam-jaman waktu


Sepi telah lama menjadi sahabatku
dia mengambil jiwaku pelan-pelan
hingga tinggal seonggok daging
tanpa rasa

Related Posts:

  • Pada Hati#day 14 : JujurBanyak yang tak terucap diantara kitakita biarkansaja hati yang bicarasekehendaknya...aku ingin mendengar kata indahyang keluar dari bi… Read More
  • Mengingat Kematian#16 : Kematian07.05.2007Hanya tetesan air mata yang mengalirJika aku mengingat tanggal iniayahanda, rinduku kan ku tuangjika malamku bertabur bintangs… Read More
  • PulangAku ingin pulangke rumah dimana seharusnya aku tinggaltempat bersemayam buih-buih cintayang memberiku kekuatanAku ingin pulangsetelah lelah dari penge… Read More
  • Pupus#day 18 : Tema PupusPada wajah itukusimpan sebuah rasatentang rindu dan harapan yang tidak mungkin nyataRasa yang menggelegar bagai api panasyang meng… Read More
  • Jangan Hentikan AkuAku sudah berlari sekencang inimelewati sungai yang terjalmenyusur pantai yang landaidan melewati gurun yang tandusNapasku masih terengahKudapati diri… Read More

27 comments:

Q-THINK said...

aku kadang berubah karena aku adalah manusia

hendro-prayitno said...

aku tetap aku tidak akan menjadi orang lain

Unknown said...

duh, jgn diambil dong jiwanya

buwel said...

Duh, kesedihan yang mendalam, sangat dalam....
sedih

achen said...

dahsyat, brrasa bener neh kepuitisannya... ouuwwwhh

Suratman Adi said...

Tubuh tanpa jiwa...seram ya...

Arif Chasan said...

sudah berubah ya.....

Nathan said...

Aku adalah pagi yang menjelma petang,,,
Sesaat setelah senja akhirnya datang...

dhodie said...

Nice one... saya selalu lebih menyukai puisi yang dipadatkan seperti ini. Entah kenapa :-D

Yusni Yanti said...

Aku nya Aku Aku Bwanget

TRIMATRA said...

semoga kita selalu ingat akan hari pencabutan nyawa...

Abdul Hakim said...

hayo tebak siapa Aku?? hehe

Ninda Rahadi said...

duh kenapa mbak?

~Srex~ said...

Aku berkunjung ke tempatmu...
menawarkan payung untuk si gaun merah
Mencoba menariknya dari onggokan daging tanpa jiwa..........

orange float said...

waduh, kemana jiwanya pergi

Yusni Yanti said...

Mengunjungi Siang Siang... :-)

Aulawi Ahmad said...

sedih banget...moga itu bukan dirimu :)

warcoff said...

10 tahun bukan masa yg singkat n akan banyak perubahan yg terjadi...

Danil Edan said...

gila adem bgt nie puisi

Coretan Hidup said...

Puisinya indah sekali. Dirangkai dengan penuh penjiwaan agar kita semua bisa merasakan tokoh si aku.

Irma Senja said...

dear mba isti....

akhir2 ini sering membaca tulisan2 indah mba isti penuh kegelisahan,ada apakah gerangan ??

semoga bisa menata hati,kembali....
percayalah,aku pernah berada di titik ini ^^
saat menguatkan hati tapi tetap saja tulisan adalah refleksi hati......

Anonymous said...

puitis skali ya..makna implisit

Arif Chasan said...

kunjungan siang hari.. ^^

bagyojose said...

salam kenal...kutunggu kunjungan baliknya..

Baby Dija said...

salam kenal ya Tante...
Dija mampir nihh

Elsa said...

ngikut kesini
sambil ngawasin Dija...

Anazkia said...

Mbak, patah hatikah? :)