5.19.2010

5.18.2010

Hari-hari Menjelang MiladeBlogger

Minggu-minggu terakhir menjelang hari H memang selalu mendebarkan. Mulai dari masalah sponsorship, dana, undangan, promosi, tempat, dan hal-hal detail lainnya. Disini diuji kekompakan panitia dalam mensukseskan acara ini.

Acara Puncak MiladeBlogger sendiri akan diadakan pada tanggal 29 Mei 2010. Acara dimulai dengan Tour de Depok. Ada beberapa alternatif tempat-tempat yang menarik yang akan dikunjungi sebagai ikon kota Depok. Yang pertama adalah Mesjid Kubah Emas. Sejak pertama kali kemunculannya, mesjid ini memang fenomenal banget. Mesjid megah nan indah dengan kubah emas diatasnya memang sangat menyolok diantara bangunan yang ada disekitarnya.


Walaupun belum memutuskan alternatif kedua. Ssst..saya kasih bocoran ya...Rencananya akan mengunjungi Rumah Keramik Tanah Baru. Kebetulan saya ikut mensurvey tempat ini bersama teman-teman. Wah...tempatnya keren abis. Nuansa rumah yang asri dan eksotik membuat saya betah berlama-lama disana. Ada beberapa bangunan tradisional, dan tentu saja keramik yang memang menjadi ikon rumah ini. Disini juga bisa belajar buat keramik buat pemula. Semoga tercapai kesepakatan antara pihak Rumah Keramik dan deBlogger biar jalan-jalan kesananya jadi!

Setelah acara Tour de Depok, malamnya acara akan dilanjutkan ke Acara Puncak. Disini akan ada talkshow dari blogger-blogger dari komunitas lain, penyerahan hadiah lomba dan hiburan.

5.14.2010

Pada lembayung Senja

Tulisan ini saya ikutsertakan dalam Lomba Blog Berbagi Kisah Sejati yang diadakan oleh mba Anazkia dan Denaihati.


Pada Lembayung Senja


Aku rindu ayah. Itulah yang kurasakan ketika setelah sekian bulan aku tidak bertemu dengannya. Rindu akan humornya, perhatiannya, dan kasih sayangnya. Dia bukan hanya sekedar seorang Bapak buatku. Tapi lebih dari itu. Dia juga sahabatku dikala duka, dimana aku bebas menceritakan serpihan-serpihan dalam hidupku.Dia juga guru buatku, yang mengajarkan untuk selalu berbuat baik kepada orang lain.

Pagi ini aku dapat kabar dari kakakku yang di Medan, bahwa kedua adik ayahku sakit keras. Aku juga tidak mengerti mengapa cobaan datang beruntun seperti ini. Mereka yang lebih muda, seharusnya lebih sehat dan lebih aktif. Tapi kenyataannya fisik mereka jauh lebih lemah dari ayahku. Dan parahnya, gairah hidup mereka juga tidak menyala-nyala seperti orang pada umumnya. Mereka menjadi orang yang cenderung pesimis dan pasrah pada keadaan.


Pukul 05.00 WIB. Aku berencana sholat shubuh. Tapi entah mengapa, aku seperti mengalami kejadian luar biasa dalam hidupku. Aku bermimpi tentang 3 orang yang pergi naik haji dan setelah ketiganya menyelesaikan haji mereka meninggal. Satu diantara ketiganya aku kenal persis. Dia ayahku. Dan dua orang lagi aku tidak mengenalnya. Rasanya bergemuruh dada ini. Kutunggu sampai matahari menampakkan wajahnya. Aku akan menelpon kakakku.

Syukurlah ayah baik-baik saja. Mimpi hanya bunga tidur yang tidak dapat diyakini kebenarannya. Walau kadang dia hadir sebagai sinyal dalam hidup ini. Akupun menelepon ayah memastikan dia baik-baik saja. Mungkin aku hanya rindu.

Kakakku mengabarkan pakcik Tato meninggal dunia. Dan 40 hari kemudian, menyusul pakcik Suprap meninggal dunia. Keluarga yang di Medan dalam keadaan duka yang sangat dalam, terutama ayahku. Ayah sudah ikhlas. Tetapi kehilangan orang yang disayangi tetap saja memilukan.

Kamis, 3 Mei 2007, ayah menelponku. Ayah mengatakan ayah lagi tidak enak badan, jantungnya debar-debar. "Doakan ayah ya Isti..ayah masih pengen lihat cucu". Aku berusaha menghibur ayahku, mengatakan bahwa ayah harus ke dokter dan ayah akan baik-baik saja.

Hari Sabtu, kakakku menelpon dengan isakan tangis. Dia meminta agar aku segera ke Medan, ayah sakit keras. Dan yang lebih menyakitkan lagi, kakakku teringat akan mimpiku 3 bulan lalu. Seakan itu pukulan keras buatku. Akupun segera ke bandara Soekarno Hatta dan hunting tiket disana.


Sesampai disana, ayah telah masuk ruang ICU. Kusentuh tangan ayah yang sudah tidak berdaya. Kubisikkan " ini Isti yah..Isti datang untuk menjenguk ayah". Tanpa kuduga, ayah tersenyum.

Kondisi ayah semakin parah. Senin, 7 Mei 2007 pukul 23.10 WIB ayah mengembuskan nafas terakhirnya. 30 Menit setelah sampainya abangku yang selama ini tinggal di Qatar. Itulah hari paling menyedihkan buatku. Ada rasa sesal didada, mengapa aku tidak memperi perhatian lebih kepada ayah pada saat sinyal itu datang.

Aku bukan hanya kehilangan seorang ayah. Tapi aku telah kehilangan sahabat terbaik yang pernah aku punya, aku telah kehilangan guru kehidupanku yang mengajarkanku akan nilai-nilai kehidupan.

Selamat jalan ayahandaku tercinta, doa-doaku akan menyertaimu. Dan aku akan selalu mengingat bahwa disetiap senja kita makan jagung bakar di halaman rumah disertai dengan teh manis hangat.

5.10.2010

Bandung Emang Top

Bandung memang tidak ada habisnya. Selalu ada yang baru disana, entah itu mall, cafe, FO, atau tempat makan baru. Ga heran orang Jakarta selalu menghabiskan liburannya disana. Berdasarkan riset, orang Jakarta pergi ke Bandung 2 minggu sekali. Untuk sekedar jalan-jalan, wisata kuliner sampai wisata belanja. Hal ini membuat perekenomian Bandung begitu pesat, karena banyaknya orang Jakarta yang menghabiskan uangnya disana. So, yang ditinggal di Bandung, jangan kesal kalo Sabtu-Minggu Bandung menjadi macet karena banyaknya mobil plat B. Hehe! biggrin

Weekend kemarin saya janjian sama teman-teman untuk main ke Bandung lagi. Dengan adanya Tol Cipularang-Cikampek memang memudahkan akses ke Bandung, sehingga perjalanan hanya ditempuh 2 jam. Kali ini kami hunting makanan. Mulai dari tahu gejrot, tahu brintik, sampai cafe yang ada di Lembang.


Bukan karena lapar kepayang makanya kami menyinggahi 3 cafe sekaligus plus 1 mall. Tapi berhubung teman yang dari Medan pesawatnya delay, so kami pun menghabiskan waktu dengan menikmati keindahan Bandung dari atas. Hm...ternyata beneran indah dengan hawa dingin yang menyelimuti awan membuat suasana menjadi romantis. Sayang, perginya bareng temen cewek!cry

Menurut saia cafe yang paling romantis itu ada di The Peak. Dari namanya kita bahwa cafe ini berada di puncak bukit, sehingga kita bisa melihat kota Bandung dari atas. Suasana cafe yang dibuat romantis dengan bunga disana sini dan dekorasi yang apik. Tapi makan disini bisa bikin kanker, alias kontong kering ! Mahal banget, bo!!

Kalau buat keluarga dengan keindahan alam seperti air terjun, saung dan nuansa pedesaan ada di Kampoeng Daun. Tempatnya cozy abis, saking enaknya ibu saya sampai ogah pulang. Hihi!

Ternyata ada cafe baru ga jauh dari Kampoeng Daun, yakni Kampung Gajah. Saia sih ga melihat ada gajah beneran disini, hanya saja banyak patung gajah dipintu masuk dan di dalam ada patung gajah segede gaban. Karena cafe ini masih baru banget dan sepertinya sih bakal banyak permainan disini. Tempatnya cocok buat keluarga karena banyak permainan anak.

Nah, itu perjalanan memburu makanan di Bandung. Kalo ke Bandung, lupakan semua program diet, ntar rugiii...

5.04.2010

Gathering Community deBlogger



Hari Minggu kemarin terjadi kehebohan luar biasa di Danau UI, apalagi kalau bukan ada acara Gathering Community deBlogger. Acara yang digawangi komunitas blogger asal Depok ini juga mengundang beberapa komnunitas online lainnya seperti anakui, KOI, beblog, blogor dan komunitas lainnya. (Thanks banget buat teman-teman yang hadir)


Rasanya senang banget bisa berkenalan dengan teman-teman sesama blogger dan acara games yang seru abiss. Games yang dibagi menjadi beberapa kelompok yakni facebook, yahoo, google, blogspot dan wordpress. Saya kebagian di kelompok facebook. (udah kelihatan dari tampangnya yang facebooker sejati ya?) hehe...biggrin


Diawali dengan ice breaking yakni perkenalan dengan teman-teman. Masing-masing harus melepas sepatunya yang sebelah kiri,dan mengambil sepatu teman lainnya. Disini terjadilah saling dorong mendorong karena siapa juga yang mau dapat sepatu dekil? hehe..

Setelah ice breaking, kami melakukan traking berdasarkan pembagian kelompok sebelumnya. Kebetulan kami mendapat giliran pertama. Wah...seru deh....karena tidak bisa menjawab pertanyaan dengan benar alhasil wajah kami diberi warna warni seperti yang ada di foto. Sebenarnya kurang banyak sih, biar merata gitu, tapi kata panitia tidak boleh,takut habis kali ya..(boong deng..)
mrgreen

Setelah melakukan traking dan sempat tersesat, di akhir acara ada tukar-tukaran kado yang dibungkus kertas koran. Kalo saya sih curiga sama kado yang gede banget, takut isinya mengecewakan. So, saya ambil yang sedang-sedang saja.

Pokoknya acara gathering ini seru abiss deh..jadi ketagihan kopdar nih..biar kalo ada acara ginian bisa ikutan lagi..

Photo diambil dari facebook nya Doni. Thanks ya Don !

5.01.2010

Do You Remember ?

Kenangan itu telah lama berlalu
tapi rasanya ingatanku padamu begitu kuat
mencengkram...
bahkan masih bisa kuingat jelas serpihan-sepihannya

Kau..
yang menenggelamku pada asa
yang mengajarkanku untuk memeluk mimpi
kau yang selalu hadir dalam khayalku
menari-nari....


Aku hanya bisa mengingat bahwa kau pernah ada
dan itu sangat indah


Wasn't it true do you remember like I do,
Wasn't it true or is it
All tainted in your view,
Could I be just a dream or two,
Wasn't it true,
Oh, if I knew,

Now I know it was so special
every single way,
Every single way, yeah, yeah
You know I'd go right back there,
Take me back today,
If you take me back today,
'Cause I know there's no one to replace you in my mind
(Remember -The Corrs)

4.23.2010

Menyongsong Miladeblogger 2010

Sekian lama lama ngeblog saya baru kepikiran untuk ikut komunitas blogsphere, untuk bertatap muka dengan teman-teman yang selama ini cuma kenal di dunia maya. Maka, saya pun dikenalkan oleh Quinnie dengan komunitas Depok Blogger (deblogger). Gak tanggung-tanggung Quinie langsung memperkenalkan saya sama Dodi Mulyana, sang ketua deblogger.

Kopdar pertama saya merasa canggung banget. Soalnya saya bukan orang yang gampang akrab sama orang baru. Biasanya lihat-lihat dulu orangnya baru deh bisa akrab. Sebagian besar anggota deblogger adalah mahasiswa, jadi serasa muda lagi kalau bergabung sama mereka. Walaupun sebenarnya saya masih muda juga. biggrin


Nah, menjelang miladeblogger tanggal 31 Mei 2010 nanti,saya kebagian menjadi panitia yang mengurus surat-surat alias sekretaris. Ternyata sudah sekian tahun tidak mengurus kepanitian yang semakin canggih ini membuat saya sedikit cangguh. Akhirnya sayapun menggunakan pepatah lama "malu bertanya sesat dijalan" dan "alah bisa karena biasa" (yang ini apa hubungannya ya?)
eek

Rangkaian acara deblogger sendiri meliputi gathering di danau UI, pelatihan blog, berbagai perlombaan diantaranya lomba menulis blog, desian logo, dan photografi , tour Depok, seminar dan puncak acara deblogger. Kami juga akan mengundang beberapa komunitas blogger di daerah untuk bisa menyemarakkan acara ini. So, bagi yang ingin menjalin silaturrahmi dengan sesama blogger, don't miss this moment.

4.12.2010

Pertualangan ke Ombak Tujuh, Ujung Genteng

Ombak tujuh memang belum terkenal seperti Pulau Bali. Tapi keindahan dan eksotiknya tidak kalah dengan Bali. Daerah ini masih virgin dan belum dikelola dengan baik tapi memiliki potensi yang luar biasa untuk dijadikan tempat pariwisata.
Bagi yang menyukai petualangan, ini adalah tempat yang saya rekomendasikan untuk dikunjungi karena tidak mudah untuk bisa sampai ke Pantai Ombak Tujuh. Ada 2 alternatif untuk bisa sampai kesana. Pertama, dengan menggunakan sepeda motor dan akan melewati jalan kecil serta ilalang disekeliling anda. Cara kedua, yaitu dengan menggunakan kapal. Disini, anda merasakan sensasi pertualangan melintasi Samudera Hindia dan menjadi perjalanan yang tidak terlupakan buat saya.

ketika sampai disana, saya benar-benar takjub dengan keindahannya. Pantai yang bersih dengan air yang jernih, sehingga kita bisa menyaksikan ikan-ikan yang bermain di antara batu karang. Serta suasana yang sepi, membuat serasa berada di private beach.


Jadi bagi anda yang menyukai petualangan, silahkan nikmati sensasi Ujung Genteng

Related Posts :

Ujung Genteng, The Virgin Place

Penangkaran Penyu di Ujung Genteng



4.08.2010

Penangkaran Penyu di Ujung Genteng

Ini salah satu tempat wisata yang wajib dikunjungi di Ujung Genteng. Penakaran penyu ini kerjasama antara kabupaten Sukabumi dan Departemen Perikanan dan Kelautan yang bertujuan untuk melestarikan penyu dari kepunahan. Di dukung oleh alam yang indah, dengan pasir yang putih serta laut yang biru, dan masih sepi maka lokasi ini sangat cocok untuk penakaran penyu.


Sekitar jam 4-5 sore adalah waktu untuk melepas anak-anak penyu ke laut bebas. Dan kamipun tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Ternyata jalan kesana cukup terjal,jelek dan banyak kubangan air karena malam sebelumnya hujan lebat. Sehingga ditengah perjalanan, kami memutuskan untuk tidak melanjutkannya dengan mengendari mobil. Setelah memarkir mobil, kami melanjutkan dengan jalan kaki. Bener-bener perjuangan dan petualangan yang tidak terlupakan.

Ketika sampai tempat penakaran penyu (Pengumbahan Turtle Park), subhanallah...aku melihat pemandangan yang sangat indah. Pantai yang bersih, pasir yang putih dan gelombang laut yang bekerjar-kerjan serta langit yang bagai lukisan. Aku hanya bisa bergumam "ya Allah, indah banget..".
Pantai ini memang sengaja tidak diperuntukkan buat umum, untuk menjaga kelestarian penyu itu sendiri. Selain telurnya suka dicuri karena harganya mahal, penyu juga tidak suka datang kalau ada manusia atau cahaya.

Yang unik dari kebiasaan penyu adalah dia akan datang bertelur ketempat dimana dia dilepaskan. Seperti bayi-bayi penyu yang dilepaskan di tempat penakaran ini, dia akan datang kembali pada saat akan bertelur.Hm.. hebat ya? Padahal biasanya penyu itu akan bertelur pada saat berumur 25 tahun.

Malam harinya, kita akan menyaksikan penyu bertelur. Rata-rata penyu memiliki berat 100 kg dan panjang 105 cm. Gede banget...Warna penyunya juga indah banget, kebiruan.
Proses penyu mulai dari menggali lubang, bertelur, dan menutup lubang memakan waktu sekitar 2-3 jam.

Ah, Indonesia, ternyata indah banget...



4.06.2010

Ujung Genteng, The Virgin Place

Tidak mudah untuk sampai ke daerah Ujung Genteng, Sukabumi, Jawa Barat. Lama perjalanan dari Jakarta sekitar 7-9 jam, memasuki jalan-jalan yang berliku dan jelek dan sulit transportasi umum, sehingga disarankan untuk menggunakan kendaraan pribadi. Tapi ketika sampai disana, rasanya semua terbayar lunas.


Kita akan melihat keindahan pantai dengan pasir putih, laut yang biru dengan batu karang di pesisir pantai. Semua masih 'virgin', belum terjamah dan rada sepi. Tapi kalau hari libur, daerah ini rada ramai. Paling tidak semua penginapan "full book".

Karena daerah ini belum dikelola dengan baik, maka tidak heran, jalan yang dilalui hanya jalan setapak (hanya bisa satu mobil) yang dikanan kirinya ilalang dan penuh dengan kubangan air kalau hujan. Dan satu lagi, jarang ada warung yang jual makanan. Hiks...


Selain karena keindahan alamnya yang masih natural, ada kebiasaan lucu dari orang disana yang menyebut huruf "p" menjadi "f". Seperti profesi menjadi frofesi, atau optimis menjadi oftimis. Saya yang membaca tulisan dijalan-jalan, rasanya pengen senyum-senyum sendiri.

Dan setelah saya beberapa hari disana, baru saya 'sadar' kenapa penduduk disana jarang ada yang mandi di laut. Bahkan anak-anak kecil disana jarang yang nyebur ke laut. Padahal biasanya anak-anak suka ga tahan kalau lihat air. Saya pun bertanya lebih lanjut dengan nelayan disana. "aa bisa berenang?" "bisa neng, paling cuma sepuluh menit". Lalu, si nelayan cerita tentang pantai ombak 7 yang ombaknya biasa dibuat surfing sama orang bule. "aa bisa surfing? lumayan aa, kalau bisa surfing kan bisa mengajari orang lokal belajar surfing.."lalu si aa jawab " aa takut neng..." Padahal si aa mencari nafkah di tengah laut, di samudera Hindia. ck..ck....


Selain pantai Ujung Genteng (Pengumbahan), banyak sekali daerah potensial yang bisa dikunjungi. Ada air terjun cikaso, penakaran penyu, pantai ombak 7, dll. Penginapan disini juga lumayan bersih, dengan tarif 200-300 ribu semalam. Kebetulan saya menginap di pondok yang masih tradisional, dengan lantai kayu. Biar bener-bener ngerasain suasana desanya.. :)

Jangan lewatkan postingan berikutnya tentang penakaran penyu ya... ^_*

Related Post :

Hidden Beauty in Ujung Genteng