3.12.2012

Tak Kenal Maka Tak Sayang



Terakhir saya ke Malaysia sekitar 6 tahun yang lalu, ketika saya masih tinggal di Medan. Jarak Medan - Malaysia memang relatif dekat membuat saya dan keluarga sering jalan-jalan kesana daripada ke Jakarta. Ongkos ke Penang lebih murah daripada ke Jakarta. Apalagi kakak saya yang dulu sering sakit selalu berobat ke Penang. Pulau Penang yang berdekatan dengan pulau Sumatera memang terkenal dengan rumah sakit dan dokter yang kompeten dan terpercaya. Tak heran, banyak orang Medan dan Aceh yang berobat kesana. Jarak dan biaya yang tidak terlalu mahal menjadi alasan mengapa Penang menjadi tempat pengobatan favorit.

Seiring dengan mulai sembuhnya kakak saya, perjalanan ke Penang pun berkurang. Selain itu, saya tinggal di Jakarta yang jaraknya relatif jauh dengan Penang. Jadilah sudah 6 tahun saya tidak main kesana. Biasanya dulu, perjalanan berobat ini disambung ke Kuala Lumpur, ibukota Negara Malaysia. Jadi berobat sambil jalan-jalan :)



Tahun 2012 ini, saya mendapat kesempatan tugas dari kantor untuk menghadiri pertemuan internasional di Kuala Lumpur. Tentunya momen ini tidak saya sia-siakan buat sekalian jalan-jalan! Kebetulan selesai acaranya hari Jumat, maka masih ada Sabtu dan Minggu untuk menikmati weekend disana.

Saya pun menghubungi sodara saya yang sudah lama tinggal di Kuala Lumpur. Dari etek saya ini saya baru tau kalo ternyata banyak sodara saya yang tinggal disana. Karena sudah berpuluh tahun tinggal disana, saya tidak kenal dengan mereka. Apalagi mereka memang sudah menjadi warga negara Malaysia. Jadi, kedatangan saya ini sekaligus menyambung tali silaturahmi yang sempat terputus. Katanya, silaturahmi dapat memperpanjang umur dan menambah rezki lo... :)

Jadilah saya ke rumah makcik dan pakcik di Kuala Lumpur. Ada kejadian lucu ketika saya mengunjungi makcik di rumahnya. Saya berkenalan dengan cucunya yang bernama Ifah yang berumur 3 tahun. Saya mencoba mendekatinya dengan bertanya siapa namanya dan sekolah kelas berapa. Dia malah menjawab "muka kakak melayu, napa cakap kakak berbeza?" @_@

Hal ini bisa dimaklumi karena warga negara Malaysia sendiri sangat beragam, terutama keturunan India dan China. Sehingga dia merasa, kenapa aksen bahasa saya berbeda dengan dia, padahal muka saya melayu. Smart girl! :)

Punya sodara banyak itu memang banyak untungnya. Apalagi kalo kita membina tali silaturrahmi dengan sodara yang sudah lama terputus. Untungnya, saya mendapat penginapan gratis dan dibawa jalan-jalan. Hehe..!!

Tak heran ada pepata yang mengatakan, Tak kenal maka tak sayang :)

Sekarang lagi mau menelusuri ada sodara yang tinggal di UK gak ya? :D

2.17.2012

Mari Berkaca Pada Diri Sendiri




"Gajah di pelupuk mata tidak terlihat, semut diseberang lautan terlihat"

Mungkin memang sudah menjadi sifat manusia untuk mudah menyalahkan orang lain tanpa mau berkaca pada diri sendiri. Mengganggap diri paling benar, paling suci dan paling baik dan dengan mudah menyebut orang lain bersalah, bodoh dan tak tau diri.

Saya baru saja kesal dengan seorang teman. Saya begitu percaya hingga saya menceritakan masalah saya ke dia, tanpa berfikir dia akan mengkhianati. Padahal apapun yang saya dengar tentang dia diluar sana, saya tetap menjadi teman setianya. Dan saya percaya semua kata-katanya, mulut manisnya.


Saya orang yang membuka diri sama semua orang, dan tidak suka membicarakan orang lain dibelakang. Lebih baik saya tanyakan langsung kebenarannya kepada yang bersangkutan daripada harus 'menusuk' nya dari belakang. Itu jauh lebih sakit buat saya.

Dan saya sungguh tidak menyangka, masalah saya dipublish di akun facebooknya. Masalah yang sangat pribadi. Dengan kata-kata yang sangat tidak sopan dan menyakitkan.

Buat saya, ini kesalahan yang tidak termaafkan. Saya menjawab di kolom komentar dengan nada yang tak kalah pedasnya. Buat apa dia mengangkat masalah saya ke akun facebooknya? Ingin menunjukkan bahwa dia orang yang paling baik? dan saya orang yang paling bodoh?

Pencitraan itu memang gampang sekali dibuat berdasarkan status di facebook dan twitter. Tapi tolong, jangan sia-siakan kepercayaan yang orang lain berikan kepada anda. Jangan gunakan masalah orang lain, untuk menunjukkan bahwa Anda tidak akan melakukan kesalahan yang sama.

Mari berkaca pada diri sendiri. Tidak ada orang yang tidak pernah melakukan kesalahan, demikian juga saya. Sayapun bisa melakukan hal yang sama..tapi bukan begini persahabatan yang saya inginkan

Saya sungguh kecewa...maaf saya tidak bisa menjadi temanmu lagi..

2.10.2012

Rindu Ngeblog




Rasanya sudah lama sekali saya tidak menulis di blog ini. Bahkan membukanya saja jarang karena setiap membukanya muncul rasa bersalah. Blog ini sudah berdebu. Tak tertata lagi.

Tapi sejujurnya, aktivitas ngeblog membuat saya rindu. Rindu menulisnya..rindu menuangkan ide-ide, pengalaman atau hanya sekedar bercerita. Rindu dengan teman-teman blogger. Pengen sekali bersilaturahmi ke 'rumah' mereka. Ingin sekali mengganti waktu yang hilang bersama kalian, teman mayaku. Banyak sekali moment-moment penting dan indah yang terlewatkan oleh saya. Sibuk. Akh..alasan yang klise kan? Tapi sejujurnya, memang itulah alasannya.


Tanpa terasa, trafik blog sayapun menurun drastis, terjun bebas ke ranking 6 jutaan dengan page rank 2! Ini trafik terendah saya selama saya punya blog :( Hm..cukup parah.

Sekarang,saya ingin melepas rindu pada kalian..Apa kabar kalian teman bloggerku?

1.02.2012

Rumah Impian


Setiap aku datang ke rumah itu, ada doa yang selalu kusimpan tentang rumah. Semoga rumah ini kelak akan membawa keberkahan dan kebahagiaan. Tempat berkumpulnya keluarga dan tempat bermain anak-anakku kelak.

Rumah itu masih dibangun dengan tangan kokoh para pekerja. Debu dan pasir berserakan. Bunyi ketokan terus menderu. Lagu dangdut berkumandang sebagai hiburan para tukang.


Kupikir pekerjaan tukang adalah pekerjaan yang paling kasar. Tapi setidaknya perkiraanku tidak seratus persen benar. Sebagian dari mereka ternyata ada pemain musik di kampungnya. Diantara mereka ada yang bisa bermain gitar dan biola. Lihatlah gambar yang mereka lukis di dinding yang belum di cat itu. Mereka memiliki darah seni. Hanya saja belum terasah dengan baik atau kesempatan untuk mengasah kemampuan itu tidak ada.

Aku berjalan ke arah tangga. Eksperimen kami menggunakan warna orange di dekat tangga ternyata cukup memikat. Warna penuh semangat, dinamis, dan cerah. Aku berharap rumah impian ini akan segera selesai. Inilah salah satu resolusi tahun 2012, membangun rumah impian...

12.05.2011

Stel Kandas




Bagi Anda yang tingga di Medan, kata-kata "Stel Kandas" tentulah tidak asing di telinga. Tapi bagi Anda yang tinggal di Jawa, pasti anda akan berfikir, apa itu stel kandas? Apakah ini berarti pesawat yang tinggal landas? atau cinta yang kandas? atau ini ada hubungan dengan pakaian yang satu stel?

Hm...Stel kandas acapkali digunakan untuk mengungkapkan penampilan yang norak atau habis-habisan. Misalnya seperti akan pergi ke pesta, biasanya ibu-ibu akan dandan yang cantik, malah terkadang berlebihan alias norak. Maka si suami bilang "udahlah, tidak usah stel kandas". Maksudnya "tidak usah dandan norak".

Saya sendiri sudah jarang menggunakan kata-kata "stel kandas" untuk mengungkapkan penampilan yang prima. Dialog itu keluar begitu saja, ketika suami saya bilang "diantara pengunjung mall ini, yang paling modis itu saya". Lalu saya menjawab "padahal saya belum stel kandas lo..". Lalu dia tertawa terbahak, "udah lama gak dengar kata-kata stel kandas" katanya.


Saya yang memang dilahirkan dan besar di Medan kadang tanpa sadar menggunakan bahasa Medan untuk berkomunikasi. Walau saya sudah 6 tahun tinggal di Jakarta. Lucunya, kadang saya mengganggap itu bahasa Indonesia sehingga semua orang memahaminya.

Tidak jarang orang lain tertawa lucu ketika saya berbicara.Terutama ketika berkomunikasi di kantor. "Buku di perpustakaan ini berserak-serak" kata saya waktu melihat buku yang berantakan di meja perpustakaan. Grrr.....teman-teman yang ada di ruangan itu tertawa.. "apa itu berserak-serak?" tanya mereka. Itu ungkapan bahwa buku disana berantakan.

Ya begitulah..kadang tidak mudah merubah kebiasaan. Saya sendiri ketika berkunjung ke Medan juga kadang menahan geli ketika mendengar orang Medan berbicara. Mereka berbicara kenceng bukan berarti marah. Tapi memang seperti itu gaya mereka. Bravo, Medan!

Contoh gambar Syahrini yang stel kandas! :D

11.19.2011

Rindu Menang




Rasanya sudah lama sekali tidak merasakan euforia seperti ini, dimana Indonesia mengalami kemenangan dan memperoleh medali emas di berbagai pertandingan di Sea Games 26. Selama ini kita terus dicecoki dengan berita korupsi para pejabat yang sangat melelahkan. Menyaksikan tingkah anggota DPR yang memuakkan. Seakan mereka ingin merampas kekayaan negeri ini untuk perut mereka sendiri, tanpa prestasi berupa kebijakan yang pro rakyat.

Tapi, kemenangan-kemenangan yang diraih oleh para atlit membangkitkan semangat kebangsaan yang menggelora. Apalagi iklan "Ayo Indonesia Bisa" terus diputar di televisi agar kita ikut mendukung para atlit yang bertanding membela negeri.


Walau begitu besarnya sekarang euforia masyarakat Indonesia terhadap semangat nasionalisme,ternyata ada teman saya yang menyatakan "Tidak bangga menjadi orang Indonesia". Lalu mau menjadi orang apa? Orang Amerika? Bagaimana mungkin mau mengaku orang Amerika, wong setetes darahpun tidak ada keturunan sono. Kulit coklat,rambut hitam,bola mata hitam.Ya, Kita orang Indonesia. Terima saja kenyataan itu. :)

Dulu,jaman saya SD, Indonesia terkenal dengan "Macan Asia". Negeri yang disegani karena prestasinya. Selalu unggul dalam setiap pertandingan. Tapi lama kelamaan, macan itu semakin tak kedengaran aumannya. Bayangkan, ternyata sudah 20 tahun sepak bola Indonesia tidak masuk final di Sea Games. Kemenangan Indonesia atas Vietnam 2 : 0 telah mengantarkan Indonesia masuk ke babak final berhadapan dengan Malaysia.

Kini, kemenangan Indonesia menjadi Juara Umum Sea Games XXVI tahun 2011 semakin dekat. Walaupun Indonesia tidak lagi terkenal dengan Macan Asia, kini Indonesia bangga mengatakan Garuda di dadaku.

11.11.2011

Merajut Kasih



12 tahun yang lalu awal perkenalan kami. Disebuah kampus di Sumatera Utara,USU. Kami mengambil jurusan yang sama, di Fakultas Ekonomi. Selayaknya teman kampus, awalnya hanya teman biasa. Sering berdiskusi, dan bercanda. Tidak ada yang istimewa.

Aku tidak tau diam-diam dia menaruh hati. Buatku,perhatian yang ia berikan tidak lebih dari perhatian seorang teman. Aku sendiri benar-benar tidak merasakan getaran apa-apa ketika berada di dekatnya. Dia bukan tipeku. Mungkin itu yang membuatku tidak sadar akan perhatiannya.


Setahun berlalu. Lewat seorang teman, Ika, aku tau kalau dia menyimpan rasa padaku. Perasaanku menjadi kacau balau pada saat itu. Disisi lain, aku mulai merasa ketergantungan padanya. Ada rasa kehilangan ketika ia tidak ada, ada rasa marah ketika ia dekat dengan seseorang. Inikah cinta?

"Aku gak akan percaya kalo dia gak nyatain langsung", kataku pada Ika saat itu. "Dia minder sama kamu", jawab Ika.
"Kenapa harus minder?" tanyaku penasaran
"Karena dia kan dari kampung, keluarganya gak kayak keluarga kamu", jawab Ika
Aku tertegun...
"Aku gak peduli keluarganya kaya atau miskin. Yang penting cintanya tulus." jawabku ketika di kantin Femi.

07.10.2009 pukul 11.07 WIB, di kantin Femi menjadi saksi cintanya padaku. Akhirnya dia memberanikan diri untuk menyatakan cinta. Dan kamipun resmi jadian.

Perjuangan kami untuk bersama memang berliku. Setelah beberapa kali putus-nyambung selama 6 tahun, akhirnya pada tanggal 13.11.2005 kami menikah di rumah orang tuaku di Medan.

Kini, usia pernikahan kami sudah 6 tahun. Walau belum dikaruniai momongan, aku berharap pernikahan kami langgeng sampai akhir hayat. Dan berharap Allah SWT mau memberikan buah hati kepada kami.

Thank My beloved Hubby, telah menemaniku, memberi support dan menyayangiku selama ini.Love you...

11.07.2011

Hanya Mimpi




Malam semakin larut. Tapi mataku masih enggan terpejam. Pikiranku melayang-layang pada dirimu yang hilang tanpa kabar apapun. Seribu tanya menyeruak dalam hatiku, apa kabar dirimu? Berita tentang perang, penculikan, bom bunuh diri berseliweran setiap hari di televisi. Aku semakin cemas dengan keadaanmu.

Hujan rintik malam inipun kembali mengantarkan ingatanku padamu. Tentang hujan dan pelangi yang sering kita bicarakan. Kau selalu rindukan hujan, katamu. Dan aku yang selalu butuh kehangatan matamu. Tak dapat ditepis, aku memang membutuhkan dirimu. Entah dalam dimensi apa. Bukan hanya butuh matamu yang teduh. Tapi dirimu. Utuh.


Aku terus terbuai dalam kenangan kita. Hingga tanpa sadar akupun terlelap dalam tidur malam yang dingin. Kadang, tanpa sadar aku menyadari air mata keluar dari pelipis mataku. Aku rindu kamu...

Hingga pagi subuh menjelang. Suara adzan yang membangunkan lelapku. Kau terasa begitu dekat. Kau datang dengan senyum ramahmu, dan mencium keningku. Aku luruh dalam dekapanmu. Betapa tak ingin kulepas dirimu..

Hanya mimpi...
Tapi terasa begitu nyata..

10.16.2011

Hocus Fokus



Merasa selama ini terlalu fokus pada kehidupan orang lain. Padahal orang tersebut belum tentu peduli pada kehidupanku. Tapi tetap saja ada sisi yang menarik untuk diketahui dari orang tersebut. Bukan. Dia bukan Ayu Ting-ting yang sedang ngetop itu. Dia bukan artis. Dia manusia biasa. Tapi, secara diam-diam aku tertarik pada kehidupannya.

Dia tidak secantik Dian Sastro. Bahkan menurutku dia jauh dari kata cantik. Dengan postur tubuh yang gemuk, dan wajah yang bulat, secara fisik dia tidak menarik. Tapi entah mengapa banyak orang yang terkesan dengannya.


Disisi lain, kadang aku merasa orang lain terlalu fokus pada hidupku, terutama teman-teman kantor yang resenya selangit. Aku datang terlambat,diomongin. Aku liburan, pada penasaran. Aku ga datang, pada ribut.

Kenapa kita fokus pada kehidupan orang lain? Bukan pada kehidupan kita sendiri? Tanpa kita sadari fokus pada hidup orang itu menguras energi,dan membuang waktu. Walaupun mungkin kehidupan dia terlihat menarik bagi kita. Walau "menarik" biasanya diiringi dengan "keirian".


Ternyata menjadi fokus hidup orang itu tidak mengenakkan. Pada titik tertentu aku merasa risih. Hanya dipusingkan mendengarkan omongan orang tentang diriku. Aku merasa hidupku biasa aja. Tidak ada yang istimewa.

Aku pengen kembali fokus pada tujuan awalku. Tanpa menghiraukan mereka. Begitu lebih baik kan?


10.12.2011

Perjumpaan Yang Tiada




dalam kesunyian,
kita adalah sepasang kekasih
memutari waktu dengan sekelumit rindu
juga duka yang kian lapuk memakan hatiku
ketikasuatu kekecewaan memutari
kita seperti jarum jam


aku mencintaimu
seberat cinta itu sendiri memberi keleluasaan
kepada kita untuk memilih
namun seperti jalannya cinta itu menuju
keabadiannya,
kau bahkan tak lekas menangkap rindu
sebagaimana cinta itu adalah kau dan aku

lalu aku mengingatmu dengan sejuta kepedihan
karena ketika aku memikirkanmu,
aku tidak bisa menahan benakku untuk melupakanmu
sedang kita adalah keinginan itu sendiri
untuk tiap perjumpaan yang tiada

** Nona Muchtar **