
Setiap aku datang ke rumah itu, ada doa yang selalu kusimpan tentang rumah. Semoga rumah ini kelak akan membawa keberkahan dan kebahagiaan. Tempat berkumpulnya keluarga dan tempat bermain anak-anakku kelak.
Rumah itu masih dibangun dengan tangan kokoh para pekerja. Debu dan pasir berserakan. Bunyi ketokan terus menderu. Lagu dangdut berkumandang sebagai hiburan para tukang.
Kupikir pekerjaan tukang adalah pekerjaan yang paling kasar. Tapi setidaknya perkiraanku tidak seratus persen benar. Sebagian dari mereka ternyata ada pemain musik di kampungnya. Diantara mereka ada yang bisa bermain gitar dan biola. Lihatlah gambar yang mereka lukis di dinding yang belum di cat itu. Mereka memiliki darah seni. Hanya saja belum terasah dengan baik atau kesempatan untuk mengasah kemampuan itu tidak ada.
Aku berjalan ke arah tangga. Eksperimen kami menggunakan warna orange di dekat tangga ternyata cukup memikat. Warna penuh semangat, dinamis, dan cerah. Aku berharap rumah impian ini akan segera selesai. Inilah salah satu resolusi tahun 2012, membangun rumah impian...
Read More...
1.02.2012
Rumah Impian
12.05.2011
Stel Kandas

Bagi Anda yang tingga di Medan, kata-kata "Stel Kandas" tentulah tidak asing di telinga. Tapi bagi Anda yang tinggal di Jawa, pasti anda akan berfikir, apa itu stel kandas? Apakah ini berarti pesawat yang tinggal landas? atau cinta yang kandas? atau ini ada hubungan dengan pakaian yang satu stel?
Hm...Stel kandas acapkali digunakan untuk mengungkapkan penampilan yang norak atau habis-habisan. Misalnya seperti akan pergi ke pesta, biasanya ibu-ibu akan dandan yang cantik, malah terkadang berlebihan alias norak. Maka si suami bilang "udahlah, tidak usah stel kandas". Maksudnya "tidak usah dandan norak".
Saya sendiri sudah jarang menggunakan kata-kata "stel kandas" untuk mengungkapkan penampilan yang prima. Dialog itu keluar begitu saja, ketika suami saya bilang "diantara pengunjung mall ini, yang paling modis itu saya". Lalu saya menjawab "padahal saya belum stel kandas lo..". Lalu dia tertawa terbahak, "udah lama gak dengar kata-kata stel kandas" katanya.
Saya yang memang dilahirkan dan besar di Medan kadang tanpa sadar menggunakan bahasa Medan untuk berkomunikasi. Walau saya sudah 6 tahun tinggal di Jakarta. Lucunya, kadang saya mengganggap itu bahasa Indonesia sehingga semua orang memahaminya.
Tidak jarang orang lain tertawa lucu ketika saya berbicara.Terutama ketika berkomunikasi di kantor. "Buku di perpustakaan ini berserak-serak" kata saya waktu melihat buku yang berantakan di meja perpustakaan. Grrr.....teman-teman yang ada di ruangan itu tertawa.. "apa itu berserak-serak?" tanya mereka. Itu ungkapan bahwa buku disana berantakan.
Ya begitulah..kadang tidak mudah merubah kebiasaan. Saya sendiri ketika berkunjung ke Medan juga kadang menahan geli ketika mendengar orang Medan berbicara. Mereka berbicara kenceng bukan berarti marah. Tapi memang seperti itu gaya mereka. Bravo, Medan!
Contoh gambar Syahrini yang stel kandas! :D
Read More...
11.19.2011
Rindu Menang

Rasanya sudah lama sekali tidak merasakan euforia seperti ini, dimana Indonesia mengalami kemenangan dan memperoleh medali emas di berbagai pertandingan di Sea Games 26. Selama ini kita terus dicecoki dengan berita korupsi para pejabat yang sangat melelahkan. Menyaksikan tingkah anggota DPR yang memuakkan. Seakan mereka ingin merampas kekayaan negeri ini untuk perut mereka sendiri, tanpa prestasi berupa kebijakan yang pro rakyat.
Tapi, kemenangan-kemenangan yang diraih oleh para atlit membangkitkan semangat kebangsaan yang menggelora. Apalagi iklan "Ayo Indonesia Bisa" terus diputar di televisi agar kita ikut mendukung para atlit yang bertanding membela negeri.
Walau begitu besarnya sekarang euforia masyarakat Indonesia terhadap semangat nasionalisme,ternyata ada teman saya yang menyatakan "Tidak bangga menjadi orang Indonesia". Lalu mau menjadi orang apa? Orang Amerika? Bagaimana mungkin mau mengaku orang Amerika, wong setetes darahpun tidak ada keturunan sono. Kulit coklat,rambut hitam,bola mata hitam.Ya, Kita orang Indonesia. Terima saja kenyataan itu. :)
Dulu,jaman saya SD, Indonesia terkenal dengan "Macan Asia". Negeri yang disegani karena prestasinya. Selalu unggul dalam setiap pertandingan. Tapi lama kelamaan, macan itu semakin tak kedengaran aumannya. Bayangkan, ternyata sudah 20 tahun sepak bola Indonesia tidak masuk final di Sea Games. Kemenangan Indonesia atas Vietnam 2 : 0 telah mengantarkan Indonesia masuk ke babak final berhadapan dengan Malaysia.
Kini, kemenangan Indonesia menjadi Juara Umum Sea Games XXVI tahun 2011 semakin dekat. Walaupun Indonesia tidak lagi terkenal dengan Macan Asia, kini Indonesia bangga mengatakan Garuda di dadaku.
Read More...

