12.15.2009

Pada Langit Aku Bercerita





Semilir angin berhembus
berbisik lembut pada dahan yang kering
sekelebat, lalu dia pergi
tanpa jejak

Langit malam ini sama dengan malam yang lalu
tapi perasaan mendung tak kuat menahan tangis

Hingga diam dan tangis tak mampu lagi kau pahami,
lalu pada langitlah aku akan bercerita


Aku bagaikan debu bagimu
sehingga kau mengabaikanku
bahkan tak mampu lagi kau rasakan dinginnya hati

Di hening malam aku berjalan
tertatih..
dan terjatuh pada cinta yang gila

Cinta, yang membuat aku terpukau akan kilaunya
cinta yang kembali mengguncangkan jiwaku
dan tak mampu aku menahan debarannya
tapi aku hanya menemukan bayangmu
Hanya bayangmu

Cinta, dimanakah aku menemukanmu?
Beri aku rasa...
Maknai aku keindahannya...


Gambar diambil dari sini Read more...

12.06.2009

Ini Medan, Bung!

Slogan "Ini Medan, Bung" memang mencerminkan sifat orang Medan yang terus terang, apa adanya, tanpa basa basi, to the point. Walau nada bicaranya terdengar kasar, dan cepat tetapi mereka mengungkapkan apa adanya. Apa yang tercetus di hati, itulah yang keluar dari bibir mereka.

Walaupun kota Medan berada di tanah batak, Sumatera Utara, bukan berarti Medan identik dengan orang Batak. Medan merupakan salah satu kota multikultural di Indonesia.


Di Medan banyak orang Padang, Jawa, Aceh,Batak, China dan India. India? Ya! India.
Bahkan ada nama daerah Kampung Keling atau Kampung Madras (salah satu nama daerah di India). Mungkin mereka dari daerah di India sono.

Etnis Cina disana juga ga kalah banyak. Bahkan mereka terkesan ekslusif. Selain tidak mau berbaur (jarang sekali ada yang mau berbaur) dengan warga pribumi. Mereka juga menggunakan bahasa Cina dalam percakapan sehari-hari.

Walau warganya multikultural, kehidupan toleransi di Medan sangat baik. Jarang sekali kita mendengar perpecahan antar etnis. Mereka sudah terbiasa dengan keragaman.

Kalau singgah ke Medan,jangan sampai hilang kesempatan untuk mencicipi makanan khas Medan. Wuih....enak-enak tenan. Ada lontong sayur, sate kerang, mie ayam, Burger Paris, Mie Aceh..wah...banyak lagi.

Selain itu, walau bahasa yang digunakan bahasa Indonesia, tetap saja ada makna kata-kata yang berbeda. Misalnya:

kereta = sepeda motor
kerabu = anting
motor = mobil
sudako = angkot
kelen = kalian
doorsmer = cuci motor atau mobil

pajak = pasar

Jangan salah bicara ya kalo sampai di Medan ^_^

So, jangan ragu untuk katakan "Ini Medan, Bung!"

Read more...

11.27.2009

Diturunkan dari Pesawat

Kami masih ingin menikmati kota Lampung pagi itu. Menikmati pantai dan sunset yang sudah lama kurindu. Menelusuri jajanan khas daerah Lampung ataupun hanya sekedar duduk-duduk di tepi pantai.

Tapi apa boleh buat. Manusia hanya berencana tapi Tuhan lah yang menentukan. Ternyata pagi itu kami mendengar kakak ku sakit keras. Rencana pun buyar. Kami harus segera ke Medan. Sekarang !.

Sayang, tidak ada pesawat langsung dari Lampung ke Medan. Jadi kami harus ke Jakarta dulu baru bisa melanjutkan perjalanan ke Medan. Kami dapat tiket dengan jadwal penerbangan jam 5 sore ke Jakarta.


Sesampainya di bandara Soekarno-Hatta pukul 18.00, ternyata hampir semua pesawat penuh untuk tujuan Medan. Seorang calo mendatangi kami, menawarkan tiket dengan harga Rp 1,650 juta per orang. Mengingat ini kondisi darurat, tiket pun kami beli walau harganya jadi mendadak selangit.

Kami pun lari sekuat tenaga mengejar pesawat yang akan segera take off pukul 19.30. Tiket pun dikasih sambil lari-lari bersama si calo. Setelah sampai di pesawat, aku baru menyadari kalau penumpang pesawat lebih dari 1 orang.

Lalu,seseorang dari awak pesawat memanggil namaku dan nama ibuku. Dia menanyakan "tiketnya mana bu?". Kami pun menunjukkan selembar kertas.
"ini bukan tiket bu. Ini boarding pas". Kami memang tidak sempat melihat lembaran kertas itu.

Karena kami check in yang terakhir, dan tidak memiliki tiket yang utuh, maka kami diturunkan dari pesawat. Bayangin, diturunkan dari pesawat!! Rasa amarah berkecamuk di dada. Rasa kesal sama si calo yang telah menipu kami dan pegawai airline yang menjual tiket.

Setelah berdebatan yang cukup alot. Akhirnya kami dapat tiket keesokan harinya pukul 9.00.

Inilah cerminan buruknya pelayanan maskapai penerbangan di negeri kita.


Read more...

11.20.2009

Rindunya aku...




Rindunya aku pada malam itu
pada hening aku bercerita padamu
tentang sepenggal kisah

kisah yang tidak pernah terungkap pada ilalang
atau pada senja sekalipun
kisah yang ingin kukubur hidup pada tanah yang kering
atau kutitip pada angin


Malam itu malam panjang kita
hingga aku tidak ingin beranjak darinya
kalau saja ayam tidak berkokok subuh itu
aku pasti masih bersamamu

jangan menangis katamu
aku disini menemanimu
jangan kau hiraukan dia yang tidak menyadari bahwa kau sangat berharga
katamu lagi

kau menatapku lembut
penuh makna
dan tersenyum padaku

ah..andai kau tahu, rindunya aku pada malam itu
dan padamu yang menemaniku
hingga fajar menjelang


Read more...