2.11.2011

Doha, How Are You Today?




Setiap perjalanan selalu melahirkan inspirasi -Isti

November 2008 untuk pertama kalinya aku datang ke Qatar. Sebuah Negara Arab yang sedang dibangun modern dan indah. Tidak seperti Negara Arab lainnya seperti Arab Saudi yang memiliki peraturan yang ketat, Qatar justru membangun dirinya menjadi Islam yang toleran dan moderat.

Sebelumnya, tidak banyak yang kutahu tentang negara ini. Hingga aku datang dan menetap selama sebulan disana. Aku datang bersama ibu dan tinggal bersama abangku yang kebetulan kerja disana.

Tugasku, menjaga kedua keponakan, Fathan dan Faiza selama abang dan kakak iparku menjalankan ibadah haji. Jadilah, aku dan ibu membagi tugas. Ibu memasak, dan aku mengajak mereka bermain. Tugas yang paling ringan. ;)

Lambat laun, aku mulai suka dengan kota Doha. Dan menyeretku untuk mengenalnya lebih jauh. Mulailah aku mencari tahu tentang negeri ini dari mbah google dan bertanya sana sini.

Kota ini bersih Tidak tandus seperti yang kubayangkan seperti negara Arab lainnya yang hanya terdiri dari gurun pasir. Taman kota ditata dengan indah. Jalanannya tertib dan tidak macet.

Hanya ini? Tidak. Doha mengubah hidupku secara tidak langsung. Dia membuka mata dan pikiranku. Sebelumnya, aku hanyalah ibu rumah tangga tanpa cita-cita. Tanpa mimpi. Tanpa hasrat.

Tapi disini, kutemukan diriku yang telah lama membuang waktu percuma. Tanpa makna. Dimulai dengan sadarnya aku betapa pentingnya bisa berbahasa Inggris. Bahasa Inggris ku yang terbata-bata ini membuatku tidak percaya diri untuk berbicara dengan orang asing.

Melihat banyaknya orang Indonesia yang bekerja di Doha, membangkitkan gairahku untuk punya mimpi bekerja di luar negeri. Memiliki karir dan yang terpenting adalah mengaktualisasi kemampuan diri agar lebih bermakna.

Setiap perjalanan memang selalu melahirkan inspirasi. Pulang dari Doha, aku langsung kursus bahasa Inggris di English First dan mengikuti berbagai kursus yang aku minati, salah satunya Web Design.

Sekarang, aku telah bekerja. Mimpiku belum semua terwujud. Masih banyak mimpi-mimpi lain yang ingin kuraih.

15 Februari 2011 nanti, aku akan berangkat kembali ke Doha. Kota yang memberiku inspirasi. Kota yang membuka mata dan pikiranku. How are you today, Doha?


6 comments:

Henny Yarica said...

waaah,,sebentar lagi dong mbak. dalam rangka apa berangkat ke sana? oh iya, berarti sekarang mimpinya hampir jadi kenyataan dong ^_^

Sang Cerpenis bercerita said...

akh, asiknya sudah ke sana. hati2 ya kalo ke sana lagi...semoga mimpi2nya tercapai.

Deeahzone said...

salam kenal juga Mb' Isti.. wow! saya sangat terkesan dengan kisah perjalanan ke Doha ini, setiap perjalanan bisa melahirkan Inspirasi! Perjalanan ke-2 kalinya sudah pasti akan berbeda;)

Gaphe said...

Aish, seumur-umur belon pernah ke Doha.. pengeeen... ngurus visanya susah nggak yaaa..
hmm.. iya sekarang kan lagi rusuh, semoga Doha nggak apa-apa (biar bisa dikunjungin)

cipu said...

Isti, saya sudah beberapa kali diundang teman baikku untuk berkunjung ke Doha, dari foto foto nya saya kagum dengan kemegahan gedung gedung disana. Daerah yang dulu nya kering kerontang ini sekarang berubah menjadi kawasan bisnis yang potensial.

Btw Isti ke Doha mau ngapain kali ini?

reni said...

Qatar ternyata sangat modern ya..? Tak kusangka bahwa ternyata Qatar 'semegah' itu....