10.05.2011

Tak Ingin Lapuk




Aku tak ingin lapuk
seperti buku usang yang terlantar di gudang
penuh debu
dan lapuk

Aku tak ingin layu
seperti bunga-bunga di taman yang tak sempat bermekaran
kering
dan layu

Aku tidak ingin tergulung buih gelombang
yang membawa rindumu menjauh
dan tak kembali padaku



Aku tak ingin kenangan itupun ikut melapuk bersama tebalnya debu
dan layu sebelum berkembang..
kan kubawa rindumu kembali ke dermaga dimana kau berlayar


Takkan kubiarkan kenangan itu melapuk
takkan..
karena ia kubingkai dengan indah
di hatiku..







8 comments:

Sang Cerpenis bercerita said...

wah, kayaknya aku ngerti deh isi puisinya . halaah sok tau ya. hehee

catatan kecilku said...

Kalau kenangan manis sih aku pasti akan membingkainya... tapi kenangan yang pahit mau aku lupakan saja deh :)

ghost writer said...

dan ia bukan suatu yang perlu dirisaukan.

*bingkai jugak bisa lapuk.

Annesya said...

Aku tak ingin lapuk
Tanpa sempat berlabuh
Dalam hangatnya peluk
Dan akhirnya jatuh
Bubuk…
Nina bubuk… oh nina bubukk… → puisi gagal ending

Iwanski said...

pondok usang ade kat blog aku... hehe..

Muhammad Azamsyah said...

aku tak ingin lapuk
maka aku harus tegar
lam kenal nte Is

sprei bed cover said...

wow nice steady interesting and useful info, really nice blog
sprei anak
sprei murah
bed cover murah

sprei murah said...

thank you useful info blog
sprei
bed cover