8.18.2009

Cyber Friend


Aku masih ingat, tentang cinta yang kau ungkapkan
tentang cinta yang membuatmu tak percaya lagi pada keajaibannya
Cinta, yang katamu hanya akan ada ketika seseorang belum menemukan orang yang lebih baik dari dirimu.
Cinta, yang akan meninggalkanmu pada saat kau mencintainya dengan segenap perasaanmu.
kau pun memilih untuk membenci cinta.
Walau kau tahu, ada beberapa gadis yang menunggu disana. Mencintaimu.
Tapi kau tak perduli.

Dan, kau memintaku untuk menjadi temanmu. Hanya temanmu. Menjadi bagian yang terpenting dalam hidupmu. Dan berjanji tidak akan meninggalkanku, karena kau bilang, kau beruntung memiliki aku.

Kita memilih senja di waktuku untuk bertemu
senja itu milik kami
kitapun saling harap untuk bisa menyapa
mendengar cerita-ceritamu atau sekedar melihat senyummu
kadang, kau memintaku tertawa tanpa sebab, karena kau bilang kau suka dengan tawaku.

Kau, seperti nyata. Walau nyatanya, kau jauh ribuan kilometer dariku.
setiap hari aku rindu senja itu
dan bayangmu mengejarku kemanapun aku pergi

Perlahan, kau mulai memasuki kehidupanku yang nyata
diawali dengan masuknya engkau dalam facebook ku.
(dengan banyak pertimbangan, sungguh! aku berat banget meng accept kamu)
dan kita pun bercanda melalui kuis-kuisnya.

Sampai akhirnya, dia datang. Entah angin apa yang mengantarnya sampai disini.
Dia meyakinkanmu akan cintanya, dengan kata-kata bak pujangga sampai kau lemah tak berdaya.
Entah apa yang membuatmu menjadi lemah begini.
Dan, atas nama cinta yang dia bawa, kau meninggalkanku, atas permintaannya.
Dia cemburu padaku.


Seketika aku merasa tidak mengenalmu lagi. Inikah kamu yang sebenarnya?
Yang selalu berbicara tentang how to respect someone, dan..aaaggh...
Aku sungguh tidak percaya...

Aku senang, akhirnya kau menemukan cinta. Tapi inikah cinta yang kau maksud? Cinta yang mendesakmu, mengatur hidupmu sedemikian rupa??
Dia, yang kaucinta, ternyata juga mengucap cinta pada yang lain. Tertipukah engkau, kawan?

Setelah itu, cerita tentang kitapun berlalu bagai angin
walau masih ada perih ketika aku menyebut namamu
walau masih ada sisa-sisa puing kenangan tentang kita

Aku ingin menyapamu, sekedar untuk melepas rindu
tapi ku tahu, itu tidak perlu
karena akan menambah sakit hatiku
biarkan saja mati berlahan

**disaat aku tak berharap kau menyapaku, kau datang dengan sebuah pesan.
aku tahu, kenangan tentang kita memang tidak mudah dilupakan, Kawan!

13 comments:

nie said...

puitisnya..

fanny said...

wow..sweet banget.

rizky said...

dalam sangad ni... so sweet

بوويل said...

muantab dan keren cyber friend

a-chen said...

wooooww manis banget puisinya mbak....

Sang Cerpenis bercerita said...

aku dah add linkmu ya.silakan di cek di blog Gudang Award. tks.

alamendah said...

Marhaban ya Ramadan.
Sambut bulan ramadan dengan kebersihan jiwa untuk menggapai kemenangan yang hakiki.

Selamat menjalankan ibadah puasa

Sang Cerpenis bercerita said...

maaf baru mampir

buwel said...

Selamat berpuasa mbak....

A-Chen said...

Hepi Ramadhan....

kumpulan puisi cinta said...

puisi yang bagus...
mampir ke blogku ya..?

dhodie said...

Nice poem... keep on blogging! :D

NURA said...

salam sobat
ok banget puisinya....
saya temui puisi judul cyber ,,sudah dua kali ini ,cuma judul mba "Cyber Friend" kalau yang satunya "cyber love", dua2nya bagus.

salam kenal juga dari NURA.
selamat berpuasa mba...