9.11.2009

Pantaskah Aksi Sweeping Terhadap Warga Malaysia?

Membaca berita hari ini bahwa ada aksi sweeping yang dilakukan mahasiswa Indonesia terhadap mahasiswa Malaysia sebagai wujud protes atas tindakan Malaysia yang mengklain sejumlah kekayaan budaya Indonesia. Haruskan demikian?
Tindakan Malaysia yang mengklaim kekayaan budaya Indonesia memang mengesalkan. Dan semakin menyakitkan ketika Pemerintah yang seharusnya melindungi akar kebudayaan leluhurnya lambat merespon hal ini. Dan ini ada beberapa budaya yang diklaim oleh Malaysia:
  1. Batik
  2. Tari Pendet
  3. Wayang Kulit
  4. Angklung
  5. Reog Ponorogo
  6. Kuda Lumping
  7. Lagu Rasa Sayange
  8. Bunga Rafflesia Arnoldi
  9. Keris
  10. Rendang Padang
Jadinya, ini seperti pukulan hebat yang menghantam kepala. Tersadar ketika suatu kebanggaan, aset bangsa berlahan mulai hilang. Dan lucunya, tari pendet, tari kebanggaan asal Bali, masuk dalam iklan Visit Malaysia Year 2009 dan ditayangkan di Discovery Channel.
Hingga dapat dibayangkan, Malaysia, sebuah negara serumpun dengan Indonesia, negara yang hanya 1/3 nya Indonesia menargetkan kunjungan turis ke negaranya sebesar 16,8 juta sedangkan Indonesia hanya 6,4 juta. Padahal mereka menggunakan iklan budaya kita!
Menyedihkan memang. Lalu, dengan apakah kita luapkan kekesalan kita? Pantaskah kita sweeping warga Malaysia yang ada di Indonesia? Atau, haruskan kita bersama pemerintah melakukan sesuatu?

18 comments:

Pelangi Anak said...

Kita tidak seharusnya melakukan sweeping yang demikian, apaplagi kalau sampai terjadi kekerasan, karena justeru akan menjadi citra buruk baru untuk bangsa kita yang seharusnya lebih civilized. Jalan terbaiknya tentunya dengan melakukan protes resmi melalui menteri luar negeri juga melakukan mutual agreement yang bisa menjamin tidak terulangnya kejadian serupa di masa mendatang, toh kita juga memiliki pertalian sejarah dengan mereka, banyak dari mereka adalah imigran dari indonesia yang dulu sangat dibutuhkan oleh pemerintah untuk menyeimbangkan antara ras melayu dengan ras-ras pendatang lain yang menetap disana. Jadi kita memang ada ikatan saudara dengan mereka.

Kabasaran Soultan said...

Hanya satu kata :

" SANGAT MEMALUKAN "

Ivan Kavalera said...

Aksi sweeping tidak menyelesaikan masalah. Yg harus diwaspadai adalah politik devide et impera dari Barat. Ingatkah kita dg perang Iran-Irak? Itu hasil politik adu domba yg sistematis oleh Barat yg ingin mengeruk keuntungan di Timur Tengah. Lalu Perang Malaysia-Indonesia di jaman Bung Karno . Itu hasil kerjaannya CIA Amerika yg ingin menguasai Asia yg mulai bersatu di bawah Bung Karno kala itu. Nekolim, neolib. Imperialisme dari Yahudi, hati2. Indonesia adalah target utama mereka.

cerita cinta said...

itu terlalu berlebihan, yang kita kecam adalah pemerintahan, kebijakan malaysia, bukan orangnya....

ivan kavalera said...

Silahkan menjadi follower. Selamat berpuasa.

Sang Cerpenis bercerita said...

sebenarnya sih gak usah sampai sweeping segala. kan gak semua orang Malaysia itu punya niat mo ambil budaya kita. hanya beberapa orang aja.

NoRLaNd said...

sweeping... sweeping....
ini tindakan "orang tidak berpendidikan" yang mengatasnamakan 'jabatan' huh ~~

NURA said...

saam sobat
ngga usah pakai aksi Sweeping laaahh,,,
masih ada aksi lainnya yang lebih baik.


trims ya mba sudah menerima AWARDnya.
boleh satu atau semuanya kok.

buwel said...

Nggak pantas ah, masih banyak cara yang lebih sopan...

a-chen said...

sepakat dengan SULTAN KABASARAN....sangat memalukan....

pakacil said...

sangat sepakat dengan komentar yang menyebutkan bahwa tindakan itu sangat tidak pantas dan memalukan.

mentri pariwisata tuh, data semua yg diklaim, terus bikin iklan yg menyebutkan itu semua aseli indonesia, dan siarkan di setasiun tipi yg sama dengan dimana mereka menyiarkan.

Bobby said...

ini cukup rumit.. krn indo n malaysia sama2 melayu.. kita liatnya konteks bangsa bukan negara.. lagipula mgkn aja ada org indo yg lama di malaysia trus menampilkan tari pedet.. jd tarian itu memang bs dinikmati di malaysia.. jd kmren discovery ada promosiin tari pendet punya malaysia (walaupun uda dikoreksi) sbnernya enga bs dibilang salah jg..

arkasala said...

Tidak perlu sweeping. Saat ini yang mudah-mudah saja. Tidak menggunakan produk Malaysia dimulai dari diri sendiri dulu lebih baik dibanding sweeping. Karena apa yang diproduksi Malaysia biasanya negeri ini juga punya. Insya Allah kualitas juga lebih baik milik negeri sendiri. Buktinya budaya kita suka diklaim.
Trims atas artikelnya yang menarik.

nie said...

kesell..kesell..
gak malu apa ya mereka, ngaku begitu. jahh..
cape deh.

buwel said...

Siang mbak IS...:)

Ivan Kavalera said...

Mampir lagi setelah berbuka puasa.

dhodie said...

Kalau yang buruk dibalas yang buruk juga, ya kita nda ada bedanya sama mereka.

Anonymous said...

guoweigang When moment in time pertains cheap pandora find expensive jewelry regarding Mother you'll notice engagement pandora jewelry rings is among the actual ideal presents you can actually produce buy Pandora your mother. You can find explanation why folks should display discount pandora his or her's mother's with gifts. A birthday and mom's birthday are pandora 2010 usually a couple of the extremely difficult times to be able Pandora Bangles to opt for the surprise for the purpose of Beads Banglesmommy, bracelets is usually something you Pandora Bangles Sale mom will forever want in addition to clothing. cheap pandora bracelets The many you will discover six handy Pandora bracelet techniques for purchasing the best Single parent's expensive jewelry.