12.06.2009

Ini Medan, Bung!

Slogan "Ini Medan, Bung" memang mencerminkan sifat orang Medan yang terus terang, apa adanya, tanpa basa basi, to the point. Walau nada bicaranya terdengar kasar, dan cepat tetapi mereka mengungkapkan apa adanya. Apa yang tercetus di hati, itulah yang keluar dari bibir mereka.

Walaupun kota Medan berada di tanah batak, Sumatera Utara, bukan berarti Medan identik dengan orang Batak. Medan merupakan salah satu kota multikultural di Indonesia.


Di Medan banyak orang Padang, Jawa, Aceh,Batak, China dan India. India? Ya! India.
Bahkan ada nama daerah Kampung Keling atau Kampung Madras (salah satu nama daerah di India). Mungkin mereka dari daerah di India sono.

Etnis Cina disana juga ga kalah banyak. Bahkan mereka terkesan ekslusif. Selain tidak mau berbaur (jarang sekali ada yang mau berbaur) dengan warga pribumi. Mereka juga menggunakan bahasa Cina dalam percakapan sehari-hari.

Walau warganya multikultural, kehidupan toleransi di Medan sangat baik. Jarang sekali kita mendengar perpecahan antar etnis. Mereka sudah terbiasa dengan keragaman.

Kalau singgah ke Medan,jangan sampai hilang kesempatan untuk mencicipi makanan khas Medan. Wuih....enak-enak tenan. Ada lontong sayur, sate kerang, mie ayam, Burger Paris, Mie Aceh..wah...banyak lagi.

Selain itu, walau bahasa yang digunakan bahasa Indonesia, tetap saja ada makna kata-kata yang berbeda. Misalnya:

kereta = sepeda motor
kerabu = anting
motor = mobil
sudako = angkot
kelen = kalian
doorsmer = cuci motor atau mobil

pajak = pasar

Jangan salah bicara ya kalo sampai di Medan ^_^

So, jangan ragu untuk katakan "Ini Medan, Bung!"

34 comments:

dhodie said...

Saia selalu suka dengan keterusterangan orang Batak, meski sedikit meminta mereka untuk menurunkan volume bicaranya. Tapi sekali lagi, Ini medan bung! :-)

Kabasaran Soultan said...

Pengalaman saya di medan naik becak mesin ( bukan becak motor lho ), ketika mencoba menawar harga dengan mengatakan bahwa tempat yang saya tuju dekat maka sang pengendara becak menjawab ..." langitpun dekat bang !.

wakakakakaa

alamendah said...

(maaf) izin mengamankan KETIGA dulu. Boleh kan?!
Inilah kekayaan kita, Mbak. Keretapun minum bensin

Bandit Pangaratto™ said...

hheheheh....


Ini Medan, Bung...!
Saya orang Batak, Bung...! :D

yanuar catur rastafara said...

oke dech mbak, ntar kubawa dech kamus dari mbak ini
hehehehe, biar gag salah gitu..

marsudiyanto said...

Saya Medan apa enggak ya???

NURA said...

salam sobat
trims sharingnya mba ISTI,,
ternyata di MEDAN banyak juga etnis Cinanya ya,,
lucu ya beda maknanya,,
kereta :sepeda motor
motor : mobil

lina said...

hebatnya kota-kota di Indonesia itu begitu ya, selalu multikultural. dan semoga bisa selalu hidup berdampingan dengan damai.

ini medan, bah!!

:))

Quinie said...

huahaha.. temen sekantor sayah orang medan, intonasi suara yang tinggi menyangka dia marah2, padahal mah biasa ajahhh :))

neng rara said...

assalamualaikum..
sy suka keterusterangan orang medan,
sayang sy belum sempat berkunjung ke kota ini mbak
salam kenal

buwel said...

INI MEDAN BUNG.....*tanpa ragu* :-)

Ongki said...

wah, di medan, motor bisa jd mobil, hehe
bukti keanekaragaman budaya dan bahasa Indonesia

Sang Cerpenis bercerita said...

mampir bentar sebelum masuk ke kereta. heheh..makasih kamusnya ya. mie aceh? ih, itu kan kesukaan aku, Isti. mauuuuu...

Seti@wan Dirgant@Ra said...

Di Medan ada orang Bugis nggak yah??
pasti ada deh...
suaranya juga pasti besar kalau ngomong.

jha said...

salam kenal dari cirebon

ajeng said...

Hu uh mbak,dulu waktu kuliah punya temen orang Medan, saya suka keder juga kalo bicara dengannya...

Triunt said...

Karakter medan berkebalikan dengan karakter Solo euy.
Iya pernah ketemu orang Batak, bener2 kalo ngomong seadanya haha.

ninneta said...

hahahaa.... aku besar di medan mba.... waktu balik lagi ke jakarta banyak yang salah tanggap... waktu pengasuhku orang tegal asli, lebih parah lagi.. aku bilang.. "awak mau pusing pusing...." eh malah diambilin paramex....

terus waktu jamannya main tamiya, aku bilang, "tamiya awak rosak di langgar kereta" eh malah dijawab "lagian sih main tamiya di rel kereta"..... hihihiihi...

tapi aku cinta medan....

nuansa pena said...

Aku punya teman orang Medan (Julius Siahaan) dulu kuliah sama saya, dia hebat dapat menirukan logat apa saja dan gerak-geriknya serta apa yang dibicarakan, ketika saya timer sama grubku, 25 menit dia mampu menirukan temanku waktu berlatih untuk seminarnya, dia kami manfaatkan mengulang apa yang diajarkan dosen! Sekarang aku kehilangan jejaknya, berita terkhir dia berada di Australia jadi Pendeta, ada yang kenal!?

Hobinya baca novel 6 biji sehari!
Hobinya tidur dimana saja!
Yang namanya kamar bagaikan gudang, adiknya yang selalu membersihkan ketika jenguk abangnya!
Tanpa belajar selalu ada di ranking teratas!

MT said...

aku juga keturunan medan pulak. keturunan dari gang bengkok hehehe...

arkasala said...

saya pernah ke Medan sekali selama 4 hari di sana. Asyik juga ternyata orang Medan ramah-ramah.

Pradna said...

Saya orang nJawa, ke Sumanterah cuman sampe Minang. Maulanjut lagi dah ndak kuat lagi manjat. (di peta kan Sumantra naik ke-atas, begitu)

Whienda said...

Gw juga pernah ke Medan. Medan Merdeka Barat Tapi, kok, orang-orang di sana pada ngomong Betawi, ya? So, kapan ke Surabaya?

-Gek- said...

Ayo kita naik sudako Mbak.. hihihi.. lucu namanya!!

Ku follow yeee.. x

masichang said...

bukannya kalimatnya jadi, "bah , ini medan lai" hehhee

isti said...

@all : medan emang unik. Walau nada bicaranya keras, disana orangnya ramah2. Ga ada basa-basi..hehe..

nurichsan said...

ini orang brebes...ehehhe

mocca_chi said...

hihii.. medan ntu sumatra utara yak? jangankan kesana mbak, mimpi kesana aja ga pernah...

tpi bole juga idenya wkwkwk

attayaya said...

es teh = air putih di kasi es
es teh manis = teh manis pake es

sang pelembut hati said...

salam
keberagaman menimbulkan keindahan, itulah indonesia.

Dhe said...

dhe sering ke medan dulu, waktu tinggal di aceh, tp ga bgitu ngerti kotanya, sodara2 dhe jg banyak di medan n nikah di sana. dhe di medan, di pinggiran di titi papan, tau ga?? hehehe

bahasanya medan tu ampir2 sama ama aceh yah, klo mobil disebut motor. hehehe..

dhe suka banget bika ambon zulaika.. sukaaa banget.

fatih said...

medan.....!
menjadi daftar kota kunjunganku selanjutnya setelah palembang....

Rumah Ide dan Cerita said...

Saya suka gaya keterus terangan itu. Medan emang kota multi kultur. Kapan ya bisa ke sana ?

Anonymous said...

guoweigang When moment in time pertains cheap pandora find expensive jewelry regarding Mother you'll notice engagement pandora jewelry rings is among the actual ideal presents you can actually produce buy Pandora your mother. You can find explanation why folks should display discount pandora his or her's mother's with gifts. A birthday and mom's birthday are pandora 2010 usually a couple of the extremely difficult times to be able Pandora Bangles to opt for the surprise for the purpose of Beads Banglesmommy, bracelets is usually something you Pandora Bangles Sale mom will forever want in addition to clothing. cheap pandora bracelets The many you will discover six handy Pandora bracelet techniques for purchasing the best Single parent's expensive jewelry.