1.10.2011

Studio Alam TVRI : Potensi yang Terabaikan

Studio Alam TVRI merupakan salah satu kawasan alam yang terletak di jalan Raden Saleh kecamatan Sukmajaya, Depok. Dulu, kawasan ini terkenal dengan tempat shooting beragam acara TVRI seperti Rumah Masa Depan, Aku Cinta Indonesia (ACI) pada tahun 1980-an.


Kawasan ini memiliki luas 28 ha, yang dikelilingi pohon rindang, beberapa buah danau dan rumah-rumah tradisional. Selain itu daerah ini juga terdapat lapangan tennis dan dimanfaatkan juga untuk latihan tembak.

Untuk masuk ke Studi Alam TVRI ini dipungut bayaran. Untuk mobil Rp 10.000, motor 5000 dan pejalan kaki Rp 1000.
Studio alam ini dibangun ketika bapak Ishadi SK masih menjadi Direktur di TVRI sekaligus selaku pendiri studio alam TVRI ini dengan tujuan sebagai tempat shooting acara-acara TVRI.



Tapi sayang daerah ini tidak begitu terawat serta bau karena kotoran kuda berserak dimana-mana. Padahal banyak sekali kegiatan yang bisa dimanfaatkan dengan luas lahan 28 ha ini. Lihatlah rumah-rumah yang ada disekitar studio alam ini, begitu reot dan kumuh. Bahkan, tempat shooting Rumah Masa Depan sudah lapuk, seakan menunggu kerubuhannya. Hal ini sangat disayangkan karena justru dengan semakin berkembangnya dunia broadcasting di Indonesia, potensi studio alam ini justru kian terabaikan. (saat ini tidak kurang dari 14 channel tv).


Ketika saya berbincang dengan salah seorang satpam disana. Kondisi ini memang jauh berbeda kondisi kepemimpinan Bapak Ishadi SK. Dulu, bapak Ishadi SK sangat konsern terhadap kawasan ini. Misalnya adanya biaya perawatan dan kebersihan setiap bulannya. Serta beliau juga memperhatikan kesejahteraan karyawan. Berbeda sekali dengan kondisi saat ini. Minimnya perhatian pemimpin membuat kawasan ini hanya tempat bermain kerbau dan hutan kecil yang rindang tanpa pengelolaan.

Saya mengunjungi studio alam ini dengan bersepeda. Udaranya begitu segar dengan beragam pepohonan dikanan kiri. Ada sebagian jalan yang belum diaspal sehingga ketika abis hujan, jalana becek ini harus diwaspadai. Selain licin, jalan ini juga berlumpur.

Sebenarnya potensi kawasan ini besar sekali, misalnya bisa dimanfaatkan untuk tempat shooting sinetron kolosal, atau sinetron yang memanfaatkan alam pedesaan. Hanya disetting sesuai dengan kebutuhan para pembuat film dan sinetron. Sehingga tidak perlu pergi jauh-jauh ke daerah alam yang memakan banyak biaya, hanya lokasi ini dibuat sesuai dengan kondisi yang diinginkan.

Selain itu, kawasan ini bisa dijadikan tempat wisata alam. Karena sebenarnya masyarakat kita rindu akan liburan alam. Bisa bersepedaan, mancing, outbond atau berkuda sekalian. Jika ini dikelola dengan baik, studio alam bisa menghasilkan pemasukan bagi pengelola, selain itu juga bisa memuaskan dahaga masyarakat Depok yang haus akan liburan alam.







15 comments:

Gaphe said...

malah baru ngerti kalo TVRI punya studio alam..

Noor's blog (inside of me ) said...

Wah..kayaknya enak juga tempatnya tapi kalau sampai tak terawat sayang sekali...

Dvallen said...

blom pernah kesini ?!

Dvallen said...

kalo dari photo nya kliatannya asyik juga...

Anazkia said...

Yah itulah, Mbak berganti pemimpin, berganti pula sistem dan pengurusannya. Sayang yah, tempat sebagus itu terbengkalai :(

Sang Cerpenis bercerita said...

memang banyak tempat yg bagus tapi tidak dirawat dg baik...selalu itu masalahnya...sigh mode on

Lone Fighter said...

Sayang... padahal bgus buat objek wsata...

reni said...

Sayang sekali punya studio alam sebesar itu kok diterlantarkan. Padahal biaya pembangunannya aja dulu pasti mahal sekali.

mas ichang said...

wih, tempat wisata kayak gini yang paling taks enangi tuk dikunjungi..... asyik nih

NURA said...

salam sobat
padahal lebih alami,karena ada studio alamnya ya mba,
sayang tuh terabaikan.

attayaya said...

bener2 potensi yg sangat besar
apa kantor pusat lupa akan keberadaan studio ini ya?

r10 said...

wah sayang sekali terbelangkai, padahal bisa berpotensi menjadi studio profesional seperti WB Studio, Universal Studio

reni said...

Silahkan diambil awardnya... ^_^

biskut said...

yang di depan jalan masuk itu statue apa ya isti?kayak militer jaman belanda...

Elsa said...

baru tahu ada studio alam seperti ini.
sayang sekali ya, Pak ishadi yang sekarang hadi direkturnya Trans itu gak memanfaatkan studio ini. kan bisa sewa atau gimana...
bagus banget loh tempatnya, jadi kepingin piknik kesana