4.13.2011

Jomblo? So What?


Saya membaca headline news di salah satu portal bahwa Pemerintah Singapura akan membuat biro jodoh buat lajang yang berumur diatas 30 tahun. Jumlah penduduk disana mengalami penurunan mengingat orang-orang disana enggan untuk punya anak dan lebih memilih hidup melajang daripada harus sibuk tetek bengek menjadi seorang ibu.

Situasi ini membuat Pemerintah Singapura khawatir dan memfasilitasi perjodohan antara pria dan wanita yang ingin membangun kehidupan berumah tangga.


Jodoh memang misteri. Tidak mudah menemukan pasangan jiwa yang sesuai dengan kita. Kadang kesendirianpun menjadi pilihan hidup di tengah sibuknya waktu bekerja atau karena pernah patah hati?

Saya mengamati beberapa orang disekeliling saya yang memilih hidup melajang. Mereka punya karier, aktif dan mapan secara ekonomi.

Tak dipungkiri, hidup tanpa laki-laki itu sepi. Seperti berjalan tanpa tujuan. Atau seperti sayuran tanpa garam #halah! Tapi percayalah, sumber kebahagiaan bukan karena laki-laki.

Buat teman-temanku yang gelisah karena belum menemukan Sang Pangeran, jangan khawatir. Perluas pergaulan, karena memiliki banyak teman juga menyenangkan lo. Bisa-bisa ketemu jodoh :D

Dan ingat, kebahagiaan itu milik kita. Bukan terletak pada orang lain. So, Enjoy your life!

Gambar diambil dari sini

17 comments:

IbuDini said...

Terkadang setelah mengalami banyak hal yang sulit bagi seseorang pilihan sendiri lebih tepat.

Amanda Putri said...

'Dan ingat, kebahagiaan itu milik kita. Bukan terletak pada orang lain.'
Quite agree with this.
Salam kenal juga ya mba Isti :)

Noor's blog (inside of me ) said...

Setuju, kalau jodoh datang dari diri sendiri dan bukan orang lain. Tapi bukankah Yang Maha Kuasa menciptakan kita untuk hidup berpasang-pasangan? :)

Nufri L Sang Nila said...

jodoh memang mistery...gampang2 susah...semua sudah diatur...bagi yang sudah berjodoh, pertahankanlah...jangan berbuat yang aneh2..

salam.. :)

Gaphe said...

hemm soal jodoh yah.. aduuh nggak bisa komen banyak niih secara masih single. hahaha.. tapi mau single mau double, happiness bukan tergantung sama itu koq.. tapi pilihan individu masing-masing

Isti said...

@ibuDini : iya bener bu, kadang karena trauma patah hati
@Amanda Putri : thanks ya..:)
@Noor's Blog : Jodoh ditangan Tuhan tapi ada juga lo orang yang tidak punya jodoh...ckckc...
@Nufri L Sang Nila : yg sudah punya jodoh..setia ya jgn macem2 ;)
@Gaphe : betul..betul..betul..

sibair said...

Tapi joomblo itu enak kan mbak? :D

Sang Cerpenis bercerita said...

SETUJU dg kata Gaphe. semua kebahagiaan bukan terletak pada single atau doblenya kita tapi pada diri sendiri.

maya said...

punya pasangan atau tidak itu mnrt saya pilihan. dan setiap pilihan py resiko. apapun itu pilihannya selama membuat hdp kt lebih nyaman, saya rasa tdk mslh. cheers.. :)

Cipu said...

Singapura sudah jelas jelas melanggar batasan HAM kalau seperti itu, negara tidak punya hak untuk mengatur wilayah pribadi warga negaranya. Sepertinya memang dibutuhkan policy yang lebih persuasif untuk meningkstkan jumlah penduduk di Singapura.

ajengkol said...

Masih jomblo ya kakak ? hehehe tapi kadangkala jomblo itu menyenangkan lho

Bisnis Oriflame said...

Terimakasih untuk artikelnya yang menyejukkan ini ya Mbak....

Dan terimakasih untuk do'a nya :)

muhJrs said...

ya aku juga lagi jomblo kok....
enak ga enak sih,,, paling ga enaknya klo malem minggu..ihhh sepiiii

Dronel said...

Hidup Jomblo...
bebasss....
*digebug*

Lyliana Setianingsih said...

kalo belum nikah ingin nikah, pas udah nikah ingin single... hihihi... ada beberapa teman yg spt ini...
ckckck...
nggak usahlah spt itu,.. mau single atau udah merit, dua2nya punya susah senengnya... jadi... nikmatin aja keadaan kita sekarang ini ;-)

salam kenal ya Mba Isti.. :-)

MJ said...

Lebih baik terlambat tapi bersama orang yang tepat. daripada cepet-cepet tapi akhirnya nyesel... Salam kenal mbak! :)

Claude C Kenni said...

Jangan cepet2 married, hidup sendiri tuh ada enaknya...bebas berkarya dan berwisata

Thanks udah berkunjung ke blog gua, salam kenal =)