RSS
Facebook
Twitter

4.28.2011

Rasis di Tanah Arab



Orang Arab rasis? Setidaknya itulah cerita yang kudengar selama aku berada di Qatar. Penduduk Qatar atau yang disebut dengan Qatari, hanya boleh menikah hanya sesama Qatari. Jika ada orang Qatari yang menikah dengan orang di luar Qatari, maka bersiaplah keluarga dan negara turut campur.

Mungkin itulah arogansi negara kaya. Qatar sebagai negara baru yang memiliki kekayaan gas dan minyak melimpah memang sangat melindungi warganya. Hal ini terlihat tidak hanya dengan melarang warganya menikah dengan warga negara lain, tetapi juga masalah pekerjaan yang menjamin warganya mendapat pekerjaan di posisi strategis Perusahaan.

Masalah pernikahan ini sebenarnya menjadi masalah tersendiri bagi warga negara Qatar yang jatuh cinta terhadap warga negara lain. Serbuan pendatang yang masuk ke Qatar membludak, dari berbagai negara, terutama dari India dan Philipina.


Tetapi siapa yang bisa menebak kemana arah cinta berlabuh? Banyak juga cowok Arab yang berpacaran dengan cewek Philipina ^_* . Katanya cewek Philipina lebih menyenangkan daripada cewek Arab. Hm...benarkah? Padahal cewek Arab kan cantik-cantik ya..


Lain cerita ketika Abangku yang bekerja disana tidak boleh masuk salah satu Mall. Jadi, dihari-hari tertentu, ada yang namanya Family Day. Hanya yang jalan bersama keluarga yang boleh masuk mall tersebut, yang bujangan tidak boleh. Kecuali cowok Arab dan Western!

Kenapa abang ku yang kebetulan datang sendiri dilarang masuk? Mereka under estimate dengan orang tampang Asia kayak kita gini. Abang ku protes keras karena dibedakan sendiri. Tapi apa mau dikata, sekeras apapun protes, mereka lebih punya kuasa.

18 comments:

Gaphe said...

satu lagi belajar tentang kebudayaan. ternyata memang rasisme itu ada, mungkin lebih tepatnya chauvinis berlebihan.. ketika sangat mementingkan negaranya sendiri, dan menganggap negara lain itu lebih rendah.

hmm.. susah juga yah tinggal di negeri kayak gitu

rezkaocta said...

wadddduuhhh...kalo emang udah sm2 syng tapi beda negara gimana dong,
masa' jd urusan negara jg -.-"

oiy, gedung yg jd latar d foto mb itu bagus banget...pengen dh liat langsung
:)

Yudi Darmawan said...

waaah, terima kasih kunjungannya ke rumah saya yang tak seberapa itu mbak.. sepertinya seorang backpacker juga mbaknya nih..

(ditunggu follow backnya lho)

hoedz said...

wah .. wah .. saya baru tahu ...
jadi gak bebas mennentukan pilihan ya di Qatar sana ..

Sang Cerpenis bercerita said...

emang masih banyak negara yg rasis. bukan hanya di Qatar.

Nufri L Sang Nila said...

buus*tt...segitunya?...parah tu kebijakan...saya rasa banyak merugikannya dibanding menguntungkan...malah kasihan sama warganya maksud saya...kalau menurut temen2 yang orang qatar sendiri gimana?..suka mereka `dilindungi` begitu?...

NURA said...

salam sobat
wao keren mba,jadi pingin kesana kalau lihat fotonya.
apa kabar mba?

Lyliana Setianingsih said...

Ternyata jaman begini masih ada rasisme macam ini ya... Sama parahnya dengan yang di US dulu...

Lyliana Setianingsih said...

Ohya,... apa kamar mandi juga dibedakan antara Qatari dan org asing? :-D

d'goin over said...

kok gitu ya mba? sedih deh :(

dhila13
http://dhila13.wordpress.com
http://goinover.blogspot.com

ii2020 said...

iutlah hebatnya negara yang mampu melindungi warganya...
terlepas dari plus minusnya yah..

abu4faqih said...

Sayang sekali kalo negeri yang kaya membatasi kemakmuran untuk warga negaranya saja, bukankah 'kekayaan alam' di setiap penjuru dunia ini untuk seluruh umat manusia (dan jodoh termasuk di dalamnya) :)

Senja said...

wah, mba isti abis jalan2 ke qatar ya...

kasian bgt kalo jatuh cinta dgn org luar dr qatar,makan hati dong :(

Mr TM said...

Rasis itu menyesatkan, rasis itu kejahatan...

Tp saya bnr2 baru tw, ternyata ad negara yg membatasi warganya dlm hal pernikahan..

Ceritaeka said...

Aku baru tau kalo org Watar hanya boleh menikah hanya sesama Qatari..
OMG

Clara Canceriana said...

info baru nih, soalnya saya ga tau soal negara rasis atau apa pun itu >_<

azalia hjsalleh said...

teringin nak ke qatar

Claude C Kenni said...

Wah, kok gitu sih? Nyebelin banget... Ayo Indonesia jangan mau kalah, kalo mau masuk mall harus ada tes bau badan dulu...orang Arab kan katanya bau badan, hehehe