10.12.2009

Indonesia, The Truly Atlantis



Setelah Batik dinyatakan sebagai warisan budaya dunia yang berasal dari Indonesia, Indonesia kembali menjadi perbincangan dunia. Sebuah penelitian mutakhir yang dilakukan oleh Prof. Arysio Santos, seorang ahli fisika nuklir menyatakan bahwa Atlantis itu tidak pernah ditemukan karena dicari pada tempat yang salah. Lokasi Atlantis yang sebenarnya adalah Indonesia!


Hasil penelitian beliau yang dilakukan selama 29 tahun terakhir ini dibuat dalam sebuah buku yang berjudul "Atlantis- The Lost Continent Finally Found (2005)". Buku ini sudah sold out di amazon.com, dan situsnya telah dikunjungi lebih dari 2,5 juta orang.


Ilmu yang dilakukan Santos dalam penelitiannya adalah ilmu Astronomi, Geologi, Paleontologi, Archeologi, Linguistik. Ethnologi dan Comparative Mythologi.


Penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Plato (427-347 SM) menyatakan bahwa puluhan ribu tahun yang lalu, terjadi letusan gunung berapi secara serentak yang menimbulkan gempa, pencairan es dan banjir. Peristiwa itu menyebabkan sebagain permukaan bumi tenggelam. Benua itulah yang disebut dengan benua hilang atau Atlantis.


Plato bercerita bahwa Atlantis adalah sebuah negara makmur dengan emas, batuan mulia, dan ‘mother of all civilazation’ dengan kerajaan berukuran benua yang menguasai pelayaran, perdagangan, menguasai ilmu metalurgi, memiliki jaringan irigasi, dengan kehidupan berkesenian, tarian, teater, musik, dan olahraga. Warga Atlantis yang semula merupakan orang-orang terhormat dan kaya, kemudian berubah menjadi ambisius. Para dewa kemudian menghukum mereka dengan mendatangkan banjir, letusan gunung berapi, dan gempa bumi yang sedemikian dahsyatnya sehingga menenggelamkan seluruh benua itu. Kisah-kisah sejenis atau mirip kisah Atlantis ini yang berakhir dengan bencana banjir dan gempa bumi, ternyata juga ditemui dalam kisah-kisah sakral tradisional di berbagai bagian dunia, yang diceritakan dalam bahasa setempat.



Ada beberapa keadaan masa kini yg antara Plato dan Santos sependapat.
  1. Bahwa lokasi benua yg tenggelam itu adalah Atlantis dan oleh Santos dipastikan sebagai wilayah Republik Indonesia.
  2. Jumlah atau panjangnya mata rantai gunung berapi di Indonesia. Di antaranya ialah Kerinci, Talang, Krakatau, Malabar, Galunggung, Pangrango, Merapi, Merbabu, Semeru, Bromo, Agung, Rinjani, dan sebagian dari gunung itulah atau sedang aktif kembali.
  3. Soal semburan lumpur akibat letusan gunung berapi yg abunya tercampur air laut menjadi lumpur. Endapan lumpur di laut ini kemudian meresap ke dalam tanah di daratan. Lumpur panas ini tercampur dengan gas-gas alam. Ada kemungkinan kanalisasi itu bekas penyaluran semburan lumpur panas dari masa lampau.

Santos telah menduga hal ini lebih dari 20 tahunan yang lalu sewaktu dia mencermati tradisi-tradisi suci dari Junani, Roma, Mesir, Mesopotamia, Phoenicia, Amerindian, Hindu, Budha, dan Judeo-Christian. Walau dikisahkan dalam bahasa mereka masing-masing, ternyata istilah-istilah yang digunakan banyak yang merujuk ke hal atau kejadian yang sama. Santos menyimpulkan bahwa penduduk Atlantis terdiri dari beberapa suku/etnis, dimana 2 buah suku terbesar adalah Aryan dan Dravidas. Semua suku bangsa ini sebelumya berasal dari Afrika 3 juta tahun yang lalu, yang kemudian menyebar ke seluruh Eurasia dan ke Timur sampai Auatralia lebih kurang 1 juta tahun yang lalu. Di Indonesia mereka menemukan kondisi alam yang ideal untuk berkembang, yang menumbuhkan pengetahuan tentang pertanian serta peradaban secara menyeluruh. Ini terjadi pada zaman Pleistocene. Pada Zaman Es itu, Atlantis adalah surga tropis dengan padang-padang yang indah, gunung, batu-batu mulia, metal berbagai jenis, parfum, sungai, danau, saluran irigasi, pertanian yang sangat produktif, istana emas dengan dinding-dinding perak, gajah, dan bermacam hewan liar lainnya. Menurut Santos, hanya Indonesialah yang sekaya ini (!).

Ketika bencana yang diceritakan diatas terjadi, dimana air laut naik setinggi kira-kira 130 meter, penduduk Atlantis yang selamat terpaksa keluar dan pindah ke India, Asia Tenggara, China, Polynesia, dan Amerika. Suku Aryan yang bermigrasi ke India mula-mula pindah dan menetap di lembah Indus. . Karena glacier Himalaya juga mencair dan menimbulkan banjir di lembah Indus, mereka bermigrasi lebih lanjut ke Mesir, Mesopotamia, Palestin, Afrika Utara, dan Asia Utara. Di tempat-tempat baru ini mereka kemudian berupaya mengembangkan kembali budaya Atlantis yang merupakan akar budaya mereka. Catatan terbaik dari tenggelamnya benua Atlantis ini dicatat di India melalui tradisi-tradisi cuci di daerah seperti Lanka, Kumari Kandan, Tripura, dan lain-lain. Mereka adalah pewaris dari budaya yang tenggelam tersebut. Suku Dravidas yang berkulit lebih gelap tetap tinggal di Indonesia.. Migrasi besar-besaran ini dapat menjelaskan timbulnya secara tiba-tiba atau seketika teknologi maju seperti pertanian, pengolahan batu mulia, metalurgi, agama, dan diatas semuanya adalah bahasa dan abjad di seluruh dunia selama masa yang disebut Neolithic Revolution. Bahasa-bahasa dapat ditelusur berasal dari Sansekerta dan Dravida. Karenanya bahasa-bahasa di dunia sangat maju dipandang dari gramatika dan semantik. Contohnya adalah abjad. Semua abjad menunjukkan adanya “sidik jari” dari India yang pada masa itu merupakan bagian yang integral dari Indonesia.

Dari Indonesialah lahir bibit-bibit peradaban yang kemudian berkembang menjadi budaya lembah Indus, Mesir, Mesopotamia, Hatti, Junani, Minoan, Crete, Roma, Inka, Maya, Aztek, dan lain-lain. Budaya-budaya ini mengenal mitos yang sangat mirip. Nama Atlantis diberbagai suku bangsa disebut sebagai Tala, Attala, Patala, Talatala, Thule, Tollan, Aztlan, Tluloc, dan lain-lain. Itulah ringkasan teori Profesor Santos yang ingin membuktikan bahwa benua atlantis yang hilang itu sebenarnya berada di Indonesia. Bukti-bukti yang menguatkan Indonesia sebagai Atlantis, dibandingkan dengan lokasi alternative lainnya disimpulkan Profesor Santos. Terlepas dari benar atau tidaknya teori ini, atau dapat dibuktikannya atau tidak kelak keberadaan Atlantis di bawah laut di Indonesia, teori Profesor Santos ini sampai saat ini ternyata mampu menarik perhatian orang-orang luar ke Indonesia. Teori ini juga disusun dengan argumentasi atau hujjah yang cukup jelas.

Jadi, dapat dikatakan bahwa orang Indonesia itu pintar-pintar. Maka, bangkitlah Indonesiaku. Semoga, Indonesia dapat meraih kembali kejayannya

source : http://atlan.org/, http://www.google.com/


17 comments:

Sang Cerpenis bercerita said...

wah, di Indonesia toh?

namaku wendy said...

wow Indonesia its so cool kalo gitu yah
kita musti lebih peduli nih wat ngejagain dan melestarikan kekayaan yg ada;)

Frank said...

amin...smoga indonesia kembali ke masa kejayaannya, setuju bangettt..
dan smoga bencana yg saling bergantian ke negri ini cepet selesai dan menjadi bencana yg terakhir.....dan smoga juga negri ini aman dari segala hal yg kita tidak inginkan..amien..

thedollarcorner said...

blogwalking dan salam kenal

wah, benarka seperti itu ? hem saya juga pernah membaca sebuah artikel mengenai surat nabi Sulaiman A.S. yang menyatakan bahwa tempat yang seperti syurga itu adalah kepulauan indonesia.
nice post dan terima kasih infonya. Semakin bangga saya menjadi anak Indonesia

Blogodolar said...

Saya mah bangga menjadi blogger Indonesia. Semogaa blogger Indonesia bisa membawa kebangkitan kejayaan Bangsa Indonesia.

Btw, maaf, tulisannya kecil-kecil Mbak Isti, kurang nyaman dibacanya neh :D

zfly said...

wahh, ternyata Indonesia punya historikal dunia yg hebat yach. Keren post nya Isti :)

Bandit Pangaratto said...

waaaooo.... sangar nian Indonesiaku...
:D

alamendah said...

Benar atau salah perlu penlitian lebih seksama. Tetapi hebat juga, lho!!!

TRIMATRA said...

kok kontra sekali ya gambaran indonesai jaman atlantis dengan indonesia jaman kemerdekaan.

jaman atlantis gemah ripah loh jinawi
jaman kemerdeklaan banyak korupsi ga da gemahnya, hihiiii

arkasala said...

sebuah penelitian yang sangat perlu kita hargai. Semoga makin terang benderang dan negeri kita makin harum namanya. Trims atas artikelnya yang menarik ini.

buwel said...

Moga makin besarlah negaraku...

a-chen said...

tanah kita bener2 tanah surga ya.. :-)

Seti@wan Dirgant@Ra said...

Pantesan tanah kita subur dan rentan bencana.
makasih atas infonya.

Quinie said...

istiiii..... dateng ke PB ta?

dikau pas hari batik kemaren, pake batik ga?

Anonymous said...

Saya pun seakan-akan amat yakin bahawa Tanah Jawa adalah permulaan.

http://thefonz1608.wordpress.com

Anonymous said...

guoweigang When moment in time pertains cheap pandora find expensive jewelry regarding Mother you'll notice engagement pandora jewelry rings is among the actual ideal presents you can actually produce buy Pandora your mother. You can find explanation why folks should display discount pandora his or her's mother's with gifts. A birthday and mom's birthday are pandora 2010 usually a couple of the extremely difficult times to be able Pandora Bangles to opt for the surprise for the purpose of Beads Banglesmommy, bracelets is usually something you Pandora Bangles Sale mom will forever want in addition to clothing. cheap pandora bracelets The many you will discover six handy Pandora bracelet techniques for purchasing the best Single parent's expensive jewelry.

jinpeng said...

Place one matted light pandora Jewelry left of the area for jewellery, and one to the right. pandora sale Place reflector light near where the camera is. Whatever you do, avoid mixing light types. pandora charms Use only non-fluorescent lights, and isolate your photo 'lab' away from natural light. pandora bracelets To have freedom with many settings that will be a must, we will have to use longer exposures. For longer exposures to pandora bracelet achieve maximum sharpness, we'll need a tripod. pandora bracelets sale Our hand shakes too much, when camera runs at exposition Buy a 'tripod' for You don't need a heavy duty tripod. pandora bangles If your setup will be on a desk, you can chose mini tripod - approx and stand tripod on the pandora necklaces desk as well, or longer tripod, approxand stand it on the floor. pandora beads Two desk lamps with soft light irrelevant if you are using photo tent -- the tent is there to soften the light and reflector light at the front. pandora earrings I keep the cube open at the front, for easier adjustments and photographs, unless jewellery is highly reflective of the image of me taking photograph. Uniform background colour is recommended. White background works great.