10.21.2009

She loves you and him


Belakangan ini bingung mau posting apa selain memang disibukkan dengan kesibukan yang yang ga penting. Akhirnya saya teringat kisah seorang teman, yang kadang membuat saya merenung dan tersenyum sendiri.

Perasaanku bergemuruh ketika temanku, sebut saja Sheila menceritakan kisahnya padaku. Cerita ini seperti nyata, walau nyatanya mereka tidak pernah bertemu secara langsung. Mereka hanya bertemu di dunia maya. Dunia yang mampu membuatnya menjelajah dunia dan memiliki teman di belahan dunia lain.

Sheila merasa persahabatan mereka sangat indah. Walau kadang ada relung sisi hatinya yang berkata lain. Dia bahagia. Sesuatu yang tidak bisa dia tutupi ketika sibuk bercengkrama di depan komputer dan melihat dia diseberang sana dengan webcam.

Seperti biasanya, di pagi hari Sheila membuka Facebook. Dia yang diseberang sana menulis sesuatu di wallnya "i hide my tears when i say your name but the pain in my heart is still the same. Although i smile dan seem carefree. There is no one who misses you more than me."


Sheila menyadari bahwa cyber friend nya ini sedang terluka. Dia baru ditinggal kekasih yang pergi dengan pria yang lebih baik darinya. Dia sudah tidak percaya lagi dengan keajaiban cinta. Hm..dia tidak jelek. Malah menurut Sheila, dia sangat cakep, bahkan ketampanannya mengalahkan Brad Pitt. ^_^

"Aku ingin menjadi bagian dari dirimu. Walau itu hanya bagian terkecil dari kisahmu. Biarkan aku menghapus lukamu. Aku akan disini selama aku masih yang terbaik bagimu". Itu message offline yang Sheila tulis untuknya. Diapun membalasnya, bahwa dia tidak akan pernah meninggalkan Sheila. Dan kata-kata indah dan menyejukkan selalu Sheila dapatkan ketika tidak bertemu secara online dengannya.

Sampai suatu ketika, dia mengirim pesan yang menggetarkan seluruh jiwa Sheila. Dia katakan dia memiliki seorang pacar dan pacarnya itu adalah salah satu friendlistnya di fb dan merupakan teman kuliahnya. Bukannya Sheila tidak menghargai kejujurannya, tapi entah mengapa, hati ini terasa perih, dada ini terasa sesak.

Didesak rasa penasaran, Sheila mencari tahu dengan berbagai cara tentang wanita yang beruntung itu. Akhirnya ini yang Sheila dapat :

Entah bagaimana aku mengatakan ini padamu, kawan. Aku menyayangi kamu, sama seperti aku menyayangi temanku yang lain. Sebulan ini aku didera rasa penasaran, tidak mengerti, bingung, haruskah kukatakan ini padamu? Ini pasti akan menyakitkan. Dan butuh keberanian untuk mengatakan ini padamu. Dari hatiku, aku tahu kamu orang baik. Wanita yang kamu sebut pacarmu, ternyata mencintai temanmu yang lain. Dia mengatakannya dengan bahasa yang tidak kamu mengerti. She loves you and Him.


Ternyata, bukan hanya cowok saja yang suka mengumbar cinta, tapi perempuan juga ada...

9 comments:

Sang Cerpenis bercerita said...

yah, pria maupun wanita bisa saja mengumbar cinta.

abeng beng /arjopedal said...

wah, begitulah manusia tak pandang pria atau wanita tergantung dari orang nya tuk mengumbar cinta atau tidak

lilliperry said...

ini mungkin salah satu bentuk emansipasi :)

Tisti Rabbani said...

malem, isti...iya, tiiiii...!
duuh, mbak tisti minta maap bangt, link blog mu ketingslep (nyangkut dimana ga tau) jd ga masuk daftar list, maaf yaa..bukan bermaksud...

ini, efek dari ganti templet kemaren..bnyk link temen2 yg nyangkut...sori..

*pantess, sebenarnya aku bertanya2..kok blogmu gak pernah update..hehehe...tau nya emang gak ada di blog roll jee...
pokok nya blog mu sudah aku add (3 sekaligus) deh...

jgn ngambek, ya..ma(ng)ap kan daku yg telah berbuat kekeliruan...hiiii

Tisti Rabbani said...

komen utk postingmu :

hehehe, setuju sama lillypery...mungkin ini yg disebut emansipasi wanita (yg kebablasan)...

AISHALIFE-LINE said...

yah begitulah sis.tidak ada bedanya antara cowok dengan cewek di masalah cinta hehehe.Cinta tidak usah di cari maupun di kejar.Biarlah dia datang dengan sendirinya padamu.

harunsaurus said...

hmm...

love hurts, eh? take it easy aja lah... i mean, like, just go and laugh at it.

Rumah Ide dan Cerita said...

Ternyata cinta pun merambah dunia maya.

vinna said...

mungkin bukan mengumbar cinta, dia cuma terlalu cepat memutuskan klo rasa itu bernama cinta..