11.17.2008

Ayahku Sudardjat Sukadam

Butuh keberanian untuk menulis tentang dirimu, Ayahanda..
Karena, setiap ananda ingin menulis tentang dirimu
selalu ananda tidak kuasa untuk menahan tangis
Tak kuasa untuk menahan kesedihan ini..
Tapi kali ini, ananda mencoba kembali merangkai kenangan kita dulu

Ayah, ananda selalu merindukanmu
Merindukan sosokmu yang humoris dan bersahaja
Merindukan saat kita duduk di taman bunga sambil makan jagung rebus
Ditemani teh manis kesukaan ayah
Sambil ngobrol tentang kehidupan..

Masih ananda ingat ayah..
Ketika ananda hendak pergi ke Jakarta
Pindah karena ikut suami
Ayah mengatakan bahwa ayah sedih sekali ditinggal oleh ananda?
Sedih karena hubungan kita sudah sangat dekat..
Dan, ayah selalu bertanya:"Apa yang bisa ayah bantu untuk isti? Ayah takut isti kekurangan..."

Ah, Ayah...
Taukah ayah bahwa ananda sangat bangga padamu?
Bahwa ananda sangat mengagumi ayah?
Pada kepintaran, kebaikan dan kebersahajaan ayah?
Yang merupakan sosok paling sempurna buat ananda
Karena, pada kenyataannnya ayah bukanlah hanya sekedar sosok ayah pada anaknya
Tetapi sudah merupakan sahabat terbaik ananda, sampai saat ini...
Belum tergantikan ayah..

"Doakan ayah ya isti..Ayah masih ingin lihat cucu"
Itulah pembicaraan terakhir dengan ayah
Ketika ayah memeriksakan diri ke dokter
Senin, 7 Mei 2007
Ayahanda dipanggil oleh Yang Kuasa
Dipanggil Sang Pemilik Alam
Dengan hujan rintik yang membasahi bumi

Ayah, semua kenangan tentangmu akan terukir indah dalam ingatan ananda, selalu..
Bahkan tentang mimpi-mimpi itu..akan ananda ingat..
Takkan satupun ananda lupa... tak satupun ayah...

Semoga Allah selalu menempatkan dirimu ditempat terbaik-Nya
Selalu memberikan kemurahan-Nya untuk mengampuni kekhilafanmu
Seperti diri ayah yang selalu memberikan kemurahannya pada orang-orang disekelilingnya.
Amien..Ya Robbal Alamin..

7 comments:

Isham said...

Is..B'isam juga merasa beruntung sekali punya ayah seperti ayah kita. B'Isam juga bersykur banget walaupun jauh disini, B'isam sempat menyaksikan saat2 terakhir ayah, men-talkinkan, memandikan, menshalatkan, menguburkan. Jadi nangis nih ingat ayah..

Au' said...

Amin buat wishnya

*Salam kenal

Hellen said...

akupun bangga dengan sang ayah....
ayah, sampai kapanpun... kau selalu di hatiku....

Tulisan mbak membuat aku teringat akan semua pengorbanan ayah.. Ya Allah, kapan aku bisa membalas semuanya? hanya seuntai doa untuknya... semoga ayah tatap dalam lindunganNYA. Amiin

koekoeh said...

Love will remains forever....

Retrira said...

Turut berduka cita mbak :)

fajar said...

Daftarkan blog anda dalam Lomba blog berhadiah total 10 juta +handphone+speedy gratis. info lihat di www.audiochute.com :mrgreen:

lida said...

is, k lida baru baca nih tulisan ttg ayah..jadi nangis nih bacanya..jd ingat saat terkhir mengantar ayah ke RS...