RSS
Facebook
Twitter

11.13.2008


Novel karangan Jean P.Sasson ini menceritakan tentang seorang putri dari keluarga kerajaan Saudi bernama Sultana Al Saud. Sultana masih keturunan langsung dari pemimpin besar Raja Abdul Aziz. Pada tahun 1901, Raja Abdul Aziz kembali ke kampung halaman setelah mengalami kekalahan dan terpaksa meninggalkan Nadj. Setelah perjuangan berbulan-bulan, pada tahun 1902, ia dan anak buahnya mengalahkan lawannya, bani Rasyid. Pada tahun-tahun selanjutnya untuk menjamin kesetiaan suku-suku padang pasir, Abdul Aziz menikahi lebih dari 300 perempuan yang lambat laun menurunkan lebih dari 50 anak laki-laki dari istri yang paling disukainya mendapat kehormatan dengan perlakuan istimewa yang berlebihan, dan kelak bila dewasa menjadi pemegang kekuasaan di negeri Saudi.

Di negara Arab Saudi, kedudukan perempuan sangatlah rendah. Tidak heran jika perempuan sering mendapatkan pelecehan. Perempuan selalu diabaikan oleh ayah mereka, dipandang rendah oleh saudara laki-laki mereka dan dilecehkan oleh suami mereka. Lingkaran ini sulit dihancurkan selama laki-laki memaksakan kehidupan seperti ini terhadap perempuan. Hanya sedikit laki-laki yang tahu bahwa kebahagian mereka bisa ditemukan di rumah mereka sendiri, dengan seorang perempuan yang sama kedudukannya. Dengan memperlakukan perempuan seperti budak, sebagai properti, laki-laki hanya membuat dirinya tidak bahagia sama seperti perempuan yang ia kuasai, membuat cinta dan persahabatan sejati tidak akan pernah dicapai oleh keduanya.

Sultana sendiri mempunyai saudara laki-laki yang bernama Faruq. Faruq harus dihormati dan segala keinginannya harus dipenuhi. Bahkan Ayah Sultana membelikan 4 buah mobil Porschase merah yang sama untuk Faruq.


Sultana menikah dengan salah satu sepupu kerajaan bernama Karim. Pernikahan mereka berlangsung meriah. Mereka berbulan madu di sejumlah kota diantaranya Kairo, Paris, New York, Los Angeles, dan Hawaii selama 8 minggu.

Anak pertama Sultana seorang laki-laki bernama Abdullah. Seorang anak laki-laki merupakan harta berharga sebagai sebuah ikatan perkawinan. Anak laki-laki adalah kunci kepuasan hati suami. Selanjutnya Sultana memiliki 2 orang putri.

Suatu ketika Sultana didiagnosa mengidap sakit kanker payudara. Sebagai tindakan pencegahan medis agar tidak berhasrat memiliki anak lagi maka dilakukan operasi sterilisasi. Tetapi ternyata inilah alasan Karim, suami Sultana meminta izin untuk menikah lagi. Dengan alasan ingin memiliki banyak keturunan. Betapa terguncangnya Sultana. Tetapi niat itu urung dilakukan karena Sultana melakukan perlawanan.

Setelah kejadian tersebut, hubungan Karim dan Sultana tidak pernah pulih sepenuhnya. Lalu, cobaan datang lagi menghampiri Sultana. Sultana dinyatakan terkena penyakit kelamin dan Karim mengaku telah berpartisipasi dalam pertualangan seks mingguan dengan orang asing.

Novel ini berdasarkan kisah nyata. Tentunya sangat disayangkan di tempat kelahiran Nabi Muhammad terjadi pelecehan terhadap wanita sampai sekarang. Padahal Islam sendiri mengajarkan untuk menghormati wanita.

1 comments:

sad said...
This comment has been removed by a blog administrator.