1.23.2009

Song for Gaza


WE WILL NOT GO DOWN (Song for Gaza)

(Composed by Michael Heart)


A blinding flash of white light
Lit up the sky over Gaza tonight
People running for cover
Not knowing whether they’re dead or alive


They came with their tanks and their planes
With ravaging fiery flames
And nothing remains
Just a voice rising up in the smoky haze
We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight


Women and children alike
Murdered and massacred night after night
While the so-called leaders of countries afar
Debated on who’s wrong or right


But their powerless words were in vain
And the bombs fell down like acid rain
But through the tears and the blood and the pain
You can still hear that voice through the smoky haze
We will not go down


In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die We will not go down
In Gaza tonight


Lagu ini keren banget, lagu yang menggambarkan situasi di Palestina saat ini. Semoga lagu ini mampu membuka mata dan hati kita terhadap penderitaan rakyat Palestina.


1.17.2009

A Part of My Life

Do you ever feel like the pain I feel?
Imprisoned in the crimson sunset .. voiceless
Can not afford to have a say ..

Sometimes I want to pursue the dreams I own
Without the need to follow or to follow other people
Will it late?
Did I not too self-absorbed without thinking of others?

He said that he love me
that he was care about me
But I isolated
in fetters
alone ...
This love was mean?

I have events that make me happy
event that opened eyes
Here, I know what I want
Freedom and independence
I need actualization!

I want to be separated .. free ...
Will realized?

Tempat Makan di Medan

Baru kemarin aku sampai di Jakarta lagi..Selama di Medan, aku tidak bisa bebas "berwisata kuliner. Hal ini berhubung badanku yang sudah mulai 'menggemuk' sehingga program diet harus segera digalakkan. Anyway..aku tetap makan makanan enak kok selama di Medan, walau porsinya dikurangi dikit. Ini tempat-tempat yang kukunjungi selama di Medan.
1.Rumah Makan Marina di Belawan

Dulu sih tempat ini oke banget, soalnya tempat makannya berada di tepi laut. Dan makanan seafoodnya enak. Tapi waktu kemarin aku kesana, tempat ini mengecewakan. Kerangnya kurang bersih, dan harganya kurang transparan. Jadi susah mengakalkulasi kalau makan disana.

2.RM Mie Ayam Mahmud

Kalau ke Medan, wajib mampir sejenak di rumah makan ini. Rumah makan ini berada di jalan Abdullah Lubis dekat mesjid Al-Jihad. Mie ayamnya segar dan enak. Disini, menunya bukan hanya mie ayam, tapi ada nasi goreng, ayam penyet, seafood, dll. Tapi yang terkenal ya mie ayamnya. Jangan lupa cicipi juga sate kerang yang dijadikan menu pembuka di rumah makan ini. Mengenai harga, mie ayam Mahmud ini relatif murah kok.

3. Lontong Pecal SMUN 1 Medan

Lontong pecal ini berada di dekat SMUN 1 Medan, daerah kampung keling. Lontong pecal ini cukup terkenal di Medan. Bahkan bumbu pecal yang enak itu bisa dibeli dan ditambah sayuran untuk dibuat sendiri di rumah.

4. Sate Kerang Taman Setia Budi Indah

Di dekat Super Swalayan di Perumahan Taman Setia Budi Indah (Tasbih) di sore hari selalu ada yang jual sate kerang, mie, segala macam gorengan,dll. Nah, yang paling top ya sate kerangnya. Ini benar-benar enak..bumbunya..hm..tiada duanya. Mantap!

5. Mie Aceh Titi Bobrok

Walaupun banyak yang jual mie aceh di kota Medan, tapi yang paling enak tetap Mie Aceh Titi Bobrok. Lokasi tempat makan ini memang dekat titi yang hampir bobrok jaman dulunya. Walaupun titi (jempatan) sudah bagus, orang tetap mengenalnya dengan sebutan titi bobrok. Mie Aceh ini berada di terusan jalan Setia Budi. Selain rasanya yang lezat, harganya juga murah meriah.

6. Burger Paris

Ini bukan kota Paris yang ada di Perancis lo. Tapi ini tempat makan anak Medan yang berada di jalan Dr. Mansyur. Walaupun namanya burger Paris, bukan berarti hanya jual burger. Burger Paris menyediakan berbagai macam makanan, mulai dari burger sendiri, soto, bakso, nasi goreng,dll. Hampir semua makanan yang ada rasanya enak dan harganya murah. Jangan lupa juga minumnya jus terong belanda yang cuma ada di Medan. Hm...

Inilah tempat makan yang aku kunjungi selama seminggu di Medan. Walaupun sebenarnya masih banyak tempat makan yang belum dikunjungi. But anyway, mudah-mudahan informasi ini bisa bermanfaat..

1.05.2009

Alone




Alone

Again...


Hari ini aku kembali sendiri. Suami pergi menjalankan tugas ke Pulau Dewata Bali selama 2 minggu. Aku tidak diperkenankan ikut karena akan mengganggu kosentrasinya bekerja. (?) Dan ini adalah salah satu resiko menjadi istri seorang journalist. Padahal aku sendiri belum pernah ke Bali, tempat wisata yang terkenal di dunia itu. Dan aku sangat ingin kesana....


Biasanya aku akan 'mengungsi' ke tempat kakak di Sentul. Karena sesuatu alasan, aku tidak bisa 'mengungsi' kesana. Kini, aku benar-benar sendiri...


Dan internet adalah hiburanku yang paling favorit selama menjalani kesendirian ini. Berharap ada email yang akan segera kubalas, searching, dan YM...


Aku berharap bisa pulang ke Medan, kota kelahiranku. Aku rindu dengan keluarga dan tentu saja makanan khas Medan yang sulit didapat di Jakarta. Aku rindu lontong sayur, mie ayam Mahmud, Sate Kerang, durian, Pajak USU dimana bisa beli barang apa saja dengan murah, Es Tebak. Makanan ini sulit sekali didapat di Jakarta. Kalau di Jakarta mau sarapan ya paling bubur ayam.. mungkin ini kurang cocok dengan seleraku. Aku berharap dapat tiket hari ini. Agar kesendirianku segera terhapuskan............

12.30.2008

Harapan di Hari Ulang Tahun

31 Desember besok aku sudah 29 tahun. hm...sudah tua. Kadang aku ingin menghentikan umurku agar tidak bertambah. Tapi inilah hidup...berjalan terus tanpa peduli bahwa kita butuh waktu sejenak untuk berhenti.
Ulang tahun ini rasanya hampa..tanpa ada warna-warni seperti di tahun-tahun sebelumnya. Tapi inilah yang kuinginkan. Tanpa perayaaan. Tanpa gegap gempita. Walaupun akan ada ucapan selamat dari suami, ibu, kakak dan abangku. Aku harap mereka tidak lupa ulang tahunku di akhir tahun ini.
29 tahun..i feel nothing. Empty. Kosong. Kadang merasa bosan. Sampai sekarang aku belum menemukan apa yang kumau. Belum meraih apa-apa. Belum berani mengejar mimpi-mimpi sendiri.
Hey! Wake up! Mungkin inilah saatnya untuk Time to change. brrr..........
Ayo membuat resolusi ditahun 2009..

12.24.2008

Cerita TKW kerja di Qatar


Akhirnya aku pulang juga ke Indonesia, setelah sebulan aku berada di Qatar. Meninggalkan rutinitas dan meninggalkan suami tercinta. Pergi ke Qatar buatku sekalian liburan walaupun ada kewajiban lain yakni menjaga keponakan. Doha begitu indah. Begitu tertata rapi. Dan pantai favoriku, Corniche Beach, begitu memukau, memberikan kesan yang sangat mendalam buatku. Pantai yang bersih dan indah dikelilingi oleh gedung-gedung modern dan taman yang asri.
Disana lalu lintas begitu teratur. Tidak ada berlomba-lomba untuk saling mendahului karena semua memang ada aturannya. Misalnya, mobil yang berasal dari jalan besar masuk ke jalan kecil harus didahului, tidak boleh melewati garis jalur putih, dan tidak boleh melanggar lampu merah. Kalau melanggar lampu merah bisa denda 6000 riyal, yakni 18 juta rupiah. Hm.. besar juga. Dan peraturan disana tidak seperti di Indonesia yang dibuat tidak dilaksanakan tetapi benar-benar diterapkan. Dan satu lagi, disana jarang sekali sepeda motor yang seliweran kayak di Jakarta dan bikin macet.

Nah..sudah empat hari aku sampai di Jakarta, tapi rasanya keindahan dan kenangan tentang Doha masih terbayang-bayang.

Yeah.. life must go on..waktu memang terus berjalan dan inilah waktu untuk kembali ke kehidupan nyata. 19 Desember aku dan ibu pulang dengan menaiki pesawat Etihad Airways dengan jam berangkat pukul 23.00. Tetapi kami sampai di bandara terlalu cepat sehingga harus menunggu 2 jam sebelum berangkat. Aku duduk di ruang tunggu bersama penumpang yang lain. Ternyata orang yang disebelahku ini orang Indonesia yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga.

"Udah lama kerja di Qatar"? tanyaku
"Baru setahun mbak" jawabnya
"Bisa bahasa arab?"
"Bisa, ada kursus 2 bulan. Alhamdulillah saya udah bisa".
"Kenapa pulang mbak?" tanyaku
"Aku ga betah mbak.. majikanku suka mabok. Dia baru cerai dari istrinya 3 bulan lalu. Istrinya udah ga tinggal sama dia."
"Kamu pernah diapa-apain sama dia?" tanyaku malu-malu
"Alhamdulillah ga mbak. Tapi dia kalo mabok suka marah-marah, teriak-teriak. Belum lagi anaknya bandel-bandel."
"Oh...." gumamku.

Tidak lama kemudian dia cerita. Kalau ada temannya sesama pembantu sekarang hamil 5 bulan.
"Dia diperkosa?" tanyaku. Maklumlah, kita sering dengar kalau pembantu suka diperkosa oleh majikan yang orang Arab.
"Bukan mbak. Dia dapat majikan baik. Cuma dia pacaran sama orang Egypt (Mesir) padahal udah punya suami di kampung. Tapi dia hamil sama orang Sudan".
"Lo...kok bisa?" tanyaku penasaran
"Soalnya kalo majikannya lagi keluar rumah, dia suka telepon ke orang Sudan untuk datang kerumah majikannya. Trus mereka pacaran disitu mbak.."
"Kalo gitu, dianya yang keganjenan" kataku sebel
"Dia mau karena dibayar mbak. semalam bisa 2000 riyal" kata teman disebelahku ini.
"Apa? oh my God.."
Bisa dibayangkan berapa besarnya uang itu. Dua ribu riyal sama dengan 6 juta rupiah! Aku memang tidak bisa memastikan cerita ini. Tapi, mungkin dapat disimpulkan bahwa tidak semua pembantu yang hamil itu karena diperkosa. Ternyata ada juga yang nyambi jadi pelacur. Ups. sori mungkin terlalu kasar.. tapi memang inilah kenyataannya.
Itulah fenomena tenaga kerja Indonesia di luar negeri. Ada suka dan duka. Tenaga kerja kerja Indonesia yang bekerja di Qatar sekitar 30.000 orang, mulai dari pembantu rumah tangga sampai ekspatriat (tenaga ahli). Kebanyakan orang Indonesia yang bekerja menjadi ekspatriat bekerja di perusahaan minyak dan gas yang merupakan sumber utama kekayaan alam negara Qatar. Tetapi secara berlahan, sekarang orang Indonesia mulai bekerja di berbagai lini misalnya di bidang telekomunikasi, bank,dll.

11.30.2008

Jalan-jalan ke Doha


Sudah 10 hari aku berada di Doha. Syukurnya kami tinggal di flat yang banyak orang Indonesianya, jadi lumayanlah kalau ada apa-apa.


Gambar disebelah ini adalah salah satu bangunan yang ada di Doha. Selama di Doha aku mengunjungi beberapa tempat, kalau tempat perbelanjaan seperti mal Villaggio. Mal ini panjang sekali dan didalamnya ada sungai buatan.Jadi, kita bisa naik perahu untuk sekedar muter-muter di dalam mall. Design interiornya, mengikuti arsitektur bangunan di Las Vegas, ada cafe-cafe yang mengikuti design Paris Hotel LV. Harga barang-barang di mall ini hm..lumayan cukup mahal. Apalagi setiap melihat harga barang kita selalu mengalikan dengan rupiah..wuih.kayaknya lebih baik beli di Indonesia deh.. Tapi kalau mau ngeceng, boleh datang ke mall ini, ada banyak perwakilan suku bangsa di dunia yag datang ke mall ini.



Tapi kalau mau belanja yang agak murahan dikit, bisa mengunjungi Souq. Ya..kalau di Jakarta kayak Mangga Dua gitu deh..Disini mau beli abaya, atau oleh-oleh juga ada.


Di Doha banyak sekali orang asing yang bekerja disini, seperti orang India, Indonesia, bahkan orang bule sendiri. Karena penduduk aslinya (biasa disebut orang Qatari) hanya 350.000 orang dan selebihnya banyak diisi orang India (termasuk Pakistan, Bangladesh, Nepal, dan Srilangka) yang hampir mengisi semua lini kehidupan.


Orang Qatar sendiri memiliki pakaian tradisional yang sepertinya amat mereka banggakan. Kalau yang pria memakai pakaian terusan putih dan yang wanita mengenakan abaya hitam. Ada yang pakai cadar, ada yang tidak. Dan ciri khas satu lagi mereka suka pakai kaca mata hitam!! Ya..mungkin karena cuaca disini panas kali ya..sambil sekalian gaya..hm..boleh juga.


Aku sendiri sebenarnya kepengen sekali jalan-jalan ke tempat yang lain. Tetapi berhubung jagain keponakan yang males jalan keluar..ya terpaksa aku dirumah aja. Syukurnya disini fasilitas internet murah. Di flat internet bisa dipakai 24 jam. Ya..jadi masih ada hiburan


















11.22.2008

Goes to Doha, Qatar


Setelah melewati perjalanan 10 jam akhirnya aku dan ibu sampai juga di Doha ibukota negara Qatar. Kami berangkat pukul 15.10 wib naik pesawa Etihad Airways transit di Abu Dhabi dan sampai di Doha pukul 10 malam waktu setempat. Waktu di Indonesia kira-kira pukul 2 dini hari. Perbedaan waktu antara Indonesia-Qatar sekitar 4 jam.


Di dalam pesawat banyak sekali tenaga kerja dari Indonesia yang mencari kerja di negara Arab. Hampir setengah penumpang pesawat adalah TKI. Ini adalah cermin betapa sulitnya mencari kerja di Indonesia. Kebanyakan dari mereka adalah perempuan dan mereka berprofesi sebagai pembantu rumah tangga.


Perjalananku ke Qatar ini sebenarnya untuk mengunjungi abangku yang bekerja disalah satu perusahaan minyak di Qatar dan sekalian untuk menjaga keponakan karena abang dan kakak ipar mau pergi naik haji. Jadinya aku dan ibu akan mengurus 2 anaknya Fathan dan Faiza selama 3 minggu.


Kemarin aku baru jalan ke pantai Corniche di Doha. Pantainya tenang dan indah. Disekelilingnya dibuat taman untuk berolahraga dan mainan anak-anak. Ternyata disini banyak orang Indonesia juga lo.. syukurnya bukan hanya sebagai pembantu rumah tangga tapi sebagai tenaga ahli.

Setelah dari Corniche, kami makan di rumah makan Padang. Ya..ternyata jauh-jauh ke Doha balik lagi ke rumah makan Padang hehehe.. Ini membuktikan orang Padang ada dimana-mana. Bahkan katanya kalo ada orang tinggal di bulan, maka rumah makan padang juga ada disana.Hehehe..Disini aku juga menyesuaikan diri untuk menyetir mobil dengan stir kiri. Kadang-kadang masih suka lupa.. trus yang buat gugup, denda atas pelanggaran rambu lalu lintas disini mahal sekali. Orang-orang di Qatar menyetir mobil kencang-kencang beda banget sama di Jakarta yang macetnya minta ampun. Disini jalannya juga mulus-mulus banget.

Hm..mungkin aku bisa cerita lagi selama aku di Doha.




11.17.2008

Ayahku Sudardjat Sukadam

Butuh keberanian untuk menulis tentang dirimu, Ayahanda..
Karena, setiap ananda ingin menulis tentang dirimu
selalu ananda tidak kuasa untuk menahan tangis
Tak kuasa untuk menahan kesedihan ini..
Tapi kali ini, ananda mencoba kembali merangkai kenangan kita dulu

Ayah, ananda selalu merindukanmu
Merindukan sosokmu yang humoris dan bersahaja
Merindukan saat kita duduk di taman bunga sambil makan jagung rebus
Ditemani teh manis kesukaan ayah
Sambil ngobrol tentang kehidupan..

Masih ananda ingat ayah..
Ketika ananda hendak pergi ke Jakarta
Pindah karena ikut suami
Ayah mengatakan bahwa ayah sedih sekali ditinggal oleh ananda?
Sedih karena hubungan kita sudah sangat dekat..
Dan, ayah selalu bertanya:"Apa yang bisa ayah bantu untuk isti? Ayah takut isti kekurangan..."

Ah, Ayah...
Taukah ayah bahwa ananda sangat bangga padamu?
Bahwa ananda sangat mengagumi ayah?
Pada kepintaran, kebaikan dan kebersahajaan ayah?
Yang merupakan sosok paling sempurna buat ananda
Karena, pada kenyataannnya ayah bukanlah hanya sekedar sosok ayah pada anaknya
Tetapi sudah merupakan sahabat terbaik ananda, sampai saat ini...
Belum tergantikan ayah..

"Doakan ayah ya isti..Ayah masih ingin lihat cucu"
Itulah pembicaraan terakhir dengan ayah
Ketika ayah memeriksakan diri ke dokter
Senin, 7 Mei 2007
Ayahanda dipanggil oleh Yang Kuasa
Dipanggil Sang Pemilik Alam
Dengan hujan rintik yang membasahi bumi

Ayah, semua kenangan tentangmu akan terukir indah dalam ingatan ananda, selalu..
Bahkan tentang mimpi-mimpi itu..akan ananda ingat..
Takkan satupun ananda lupa... tak satupun ayah...

Semoga Allah selalu menempatkan dirimu ditempat terbaik-Nya
Selalu memberikan kemurahan-Nya untuk mengampuni kekhilafanmu
Seperti diri ayah yang selalu memberikan kemurahannya pada orang-orang disekelilingnya.
Amien..Ya Robbal Alamin..

11.13.2008

Novel Princess, Kisah Tragis Putri Kerajaan Arab Saudi


Novel karangan Jean P.Sasson ini menceritakan tentang seorang putri dari keluarga kerajaan Saudi bernama Sultana Al Saud. Sultana masih keturunan langsung dari pemimpin besar Raja Abdul Aziz. Pada tahun 1901, Raja Abdul Aziz kembali ke kampung halaman setelah mengalami kekalahan dan terpaksa meninggalkan Nadj. Setelah perjuangan berbulan-bulan, pada tahun 1902, ia dan anak buahnya mengalahkan lawannya, bani Rasyid. Pada tahun-tahun selanjutnya untuk menjamin kesetiaan suku-suku padang pasir, Abdul Aziz menikahi lebih dari 300 perempuan yang lambat laun menurunkan lebih dari 50 anak laki-laki dari istri yang paling disukainya mendapat kehormatan dengan perlakuan istimewa yang berlebihan, dan kelak bila dewasa menjadi pemegang kekuasaan di negeri Saudi.

Di negara Arab Saudi, kedudukan perempuan sangatlah rendah. Tidak heran jika perempuan sering mendapatkan pelecehan. Perempuan selalu diabaikan oleh ayah mereka, dipandang rendah oleh saudara laki-laki mereka dan dilecehkan oleh suami mereka. Lingkaran ini sulit dihancurkan selama laki-laki memaksakan kehidupan seperti ini terhadap perempuan. Hanya sedikit laki-laki yang tahu bahwa kebahagian mereka bisa ditemukan di rumah mereka sendiri, dengan seorang perempuan yang sama kedudukannya. Dengan memperlakukan perempuan seperti budak, sebagai properti, laki-laki hanya membuat dirinya tidak bahagia sama seperti perempuan yang ia kuasai, membuat cinta dan persahabatan sejati tidak akan pernah dicapai oleh keduanya.

Sultana sendiri mempunyai saudara laki-laki yang bernama Faruq. Faruq harus dihormati dan segala keinginannya harus dipenuhi. Bahkan Ayah Sultana membelikan 4 buah mobil Porschase merah yang sama untuk Faruq.


Sultana menikah dengan salah satu sepupu kerajaan bernama Karim. Pernikahan mereka berlangsung meriah. Mereka berbulan madu di sejumlah kota diantaranya Kairo, Paris, New York, Los Angeles, dan Hawaii selama 8 minggu.

Anak pertama Sultana seorang laki-laki bernama Abdullah. Seorang anak laki-laki merupakan harta berharga sebagai sebuah ikatan perkawinan. Anak laki-laki adalah kunci kepuasan hati suami. Selanjutnya Sultana memiliki 2 orang putri.

Suatu ketika Sultana didiagnosa mengidap sakit kanker payudara. Sebagai tindakan pencegahan medis agar tidak berhasrat memiliki anak lagi maka dilakukan operasi sterilisasi. Tetapi ternyata inilah alasan Karim, suami Sultana meminta izin untuk menikah lagi. Dengan alasan ingin memiliki banyak keturunan. Betapa terguncangnya Sultana. Tetapi niat itu urung dilakukan karena Sultana melakukan perlawanan.

Setelah kejadian tersebut, hubungan Karim dan Sultana tidak pernah pulih sepenuhnya. Lalu, cobaan datang lagi menghampiri Sultana. Sultana dinyatakan terkena penyakit kelamin dan Karim mengaku telah berpartisipasi dalam pertualangan seks mingguan dengan orang asing.

Novel ini berdasarkan kisah nyata. Tentunya sangat disayangkan di tempat kelahiran Nabi Muhammad terjadi pelecehan terhadap wanita sampai sekarang. Padahal Islam sendiri mengajarkan untuk menghormati wanita.