Kebetulan ada 2 perayaan yang jatuh pada tanggal 14 Februari kemarin. Perayaan Hari Kasih Sayang (Hari Valentine) yang satunya lagi Hari Raya Imlek. Walaupun tidak merayakan keduanya, saya tidak melewatkan untuk menikmati suasana kedua moment tersebut.
Dan saya pun janjian ketemuan sama 4 sobat saya di Cibubur Junction. Setelah itu kamipun meluncur ke Kampoeng China, yang berada dikawasan Kota Wisata Cibubur. Ya ampun, ternyata jalan menuju kesana maceet banget. Kayaknya semua orang pada mau ke Kampoeng China deh.
Memang selalu ada yang unik setiap perayaan Imlek, karena selalu turun hujan. Hujan bagi orang Tiong Hoa adalah rejeki, sehingga tahun ini yang merupakan tahun macan akan memperoleh rejeki yang baik.
Sesampai disana, kami disambut dengan tarian barongsai. Setelah diamati,kok,para pendatangnya tidak ada yang keturunan China ya? hehe..Yang datang kesana jelas warga pribumi yang ingin menikmati suasana Imlek.
Begitu memasuki Kampoeng China ini, pengunjung akan mendapatkan deretan toko yang menjual berbagai macam dagangan khas China: kipas, payung, hiasan dinding, meja, jepit rambut, cincin, busana, lampu redup, handuk, tas, sepatu, sandal, barang elektronik, aneka keramik, guji, Hio, ang pao, hingga obat tradisional China. Lorong-lorong yang menghubungkan antarblok dihiasi sejumlah bola-bola lampion. Saya sendiri membeli mainan Hp yang katanya bisa menambah hoki. :D
Setelah lelah berkeliling diantara kerumunan orang, kami pun mencari makanan khas China, seperti Kwitiaw, kue Bulan, dll ternyata tidak ada disana. Ya sayang sekali, padahal perut mulai keroncongan. Untung masih ada kue keranjang, (kue kayak dodol) yang bisa dibawa pulang bertanda kami sudah mengunjungi Kampoeng China.
Gong Xi Fat Choi bagi yang merayakannya.
Dan saya pun janjian ketemuan sama 4 sobat saya di Cibubur Junction. Setelah itu kamipun meluncur ke Kampoeng China, yang berada dikawasan Kota Wisata Cibubur. Ya ampun, ternyata jalan menuju kesana maceet banget. Kayaknya semua orang pada mau ke Kampoeng China deh.
Memang selalu ada yang unik setiap perayaan Imlek, karena selalu turun hujan. Hujan bagi orang Tiong Hoa adalah rejeki, sehingga tahun ini yang merupakan tahun macan akan memperoleh rejeki yang baik.
Sesampai disana, kami disambut dengan tarian barongsai. Setelah diamati,kok,para pendatangnya tidak ada yang keturunan China ya? hehe..Yang datang kesana jelas warga pribumi yang ingin menikmati suasana Imlek.
Begitu memasuki Kampoeng China ini, pengunjung akan mendapatkan deretan toko yang menjual berbagai macam dagangan khas China: kipas, payung, hiasan dinding, meja, jepit rambut, cincin, busana, lampu redup, handuk, tas, sepatu, sandal, barang elektronik, aneka keramik, guji, Hio, ang pao, hingga obat tradisional China. Lorong-lorong yang menghubungkan antarblok dihiasi sejumlah bola-bola lampion. Saya sendiri membeli mainan Hp yang katanya bisa menambah hoki. :D
Setelah lelah berkeliling diantara kerumunan orang, kami pun mencari makanan khas China, seperti Kwitiaw, kue Bulan, dll ternyata tidak ada disana. Ya sayang sekali, padahal perut mulai keroncongan. Untung masih ada kue keranjang, (kue kayak dodol) yang bisa dibawa pulang bertanda kami sudah mengunjungi Kampoeng China.
Gong Xi Fat Choi bagi yang merayakannya.










