3.17.2010

Pernikahan 100 Milyar



Saya masih terperangah membaca tabloid yang dijual dijalanan. "Pesta Pernikahan 100 milyar Adrie Bakrie dan Nia Ramadhani". 100 milyar?? Ya Ampun, uang segitu dihabiskan hanya untuk merayakan pesta pernikahan? Oh My God! Sudah tidak adakah rasa sensitivitas mereka terhadap negeri ini?

Konon, kabarnya pesta ini akan diadakan di Pulau Bali, tepatnya di daerah Pecatu. Konsep pernikahannya sendiri didesain oleh Preston Baileys, seorang perancang terkenal di dunia internasional. Tak heran, pernikahan kali ini dikatakan pernikahan termewah penuh dengan kilau emas.


Sebenarnya kabar pernikahan dengan angka yang super fantastis ini sudah dibantah oleh kedua belah pihak keluarga. Tapi rupanya wartawan punya hitungan tersendiri sehingga berita ini seperti tak terbantahkan.

Mari kita lihat kebelakang. Rasanya belum lepas dari ingatan kita tentang peristiwa lumpur lapindo. Apakah segala hak-hak orang yang terkenda dampak langsung maupun tidak langsung sudah diberikan? Dan jika uang 100 milyar itu diberikan untuk mengganti rugi atas peristiwa dahsyat itu, sudah berapa keluarga yang akan tertolong?

Ah, manusia..manusia..rasanya tidak akan habis dunia ini untuk direngkuh.

Akhirnya, saya hanya bisa mengucapkan Selamat menempuh Hidup Baru. Semoga menjadi keluarga yang sakinah, warahmah dan mawaddah.

37 comments:

ajeng said...

Seandainya saja separuh uang itu disumbangkan untuk orang-orang yg memerlukan ya mbak. Karena pernikahan 50 milyar saja juga pasti sudah 'wah'
Btw, awardnya sekalian dibawa ya mbak, terima kasih ^_^

Wawank said...

Luar biasa pernikahannya!


Kak., mohon doa dari kakak, 4 hari lg aku UAN 2010.!

Sang Cerpenis bercerita said...

wah, duit semua tuh? hehehe

Seti@wan Dirgant@Ra said...

benar2 sebuah pemborosan..

Fi said...

seandainya....seandainya ya mbak mereka membaca kisah bagaimana cara Nabi menikahkan puteri kesayangannya Siti fatimah,,,

Tentu mereka akan menjauhi segala bentuk kemewahan dalam upacara pernikahan...

akh,,, manusia...senadainya,,,

inge / cyber dreamer said...

yah...

entah apa yang dipikirkan mereka...

sekali seumur hidup...
kenapa koq nggak sekali seumur hidup nyumbang 100 milyar untuk yang membutuhkan yah ^^

nuansa pena said...

Sakit rasanya mengetahui pernikahan 100 milyar, tak pantas dan melukai korban lapindo!

aura keyboard said...

Subhanallah, sudahkah zakat dan shadaqah dilakukannya! Bila dihibahkan ke masyarakat sekitar lapindo anda berdua dapat doa yang betul ikhlas dari mereka!

nuances pen said...

Contoh tidak adanya kepekaan sosial!

Cara Membuat Blog said...

Baru saja membaca di blog salah satu teman tentang satisfaction.
It is one of concrete sample of satisfaction.

Cara Membuat Blog

Anazkia said...

Mbak Isti, ada sedikit tumbuh kebencian mendengar berita ini :( Astagfirullah... Dari tadi saya mikir, adakah uang orang2 yang teraniaya di sana...??/ Walahu'alam

Neng Rara said...

assalamualaikum..
ah..mudah-mudahan pernikahan mereka langgeng. sayang uangnya,..jika dibuat utk membangun negeri ini.tp selamat lah.itu mungkin rejeki mereka.
salam

Kang Sugeng said...

hmmm... mungkin mereka2 itu terlahir langsung dalam keadaan 'kaya' sehingga ndak punya satupun rasa simpati terhadap apa yg sudah 'dinikmati' rakya kecil dan tertindas selama ini.

Semoga perkawinan mereka langgeng, amin..

ALRIS said...

Rrruarrr biasa. Coba kalo duit segitu dihibahkan ke korban lapindo...

senja said...

semoga pernikahan mereka abadi dan bahagia,...minimal setimpal dgn biaya nikahnya yg super fantastis.... nanti nikahnya muahaalll ehh.....ujungnya cerai...naudzubillah....

babehbanget said...

OMG bangeeeeeeeeeeeetttsss... pe males bacanya juga, emang... nuraninya udah kek gimanaaaa gitu..hehehe...

anyin said...

ironis... saya kesal sekali

ivan kavalera said...

wah, benar-benar berkilau penuh emas tuh..

sugeng said...

seandainya uang itu dibayarkan untuk ganti rugi di lapindo sana ??? keluarga bakrie selalu membuat berita yang wah.
salam hangat serta jabat erat selalu dari tabanan

dhodie said...

Berfoya-foya sementara rakyat sedang pusing mengurus hidupnya sendiri... Memang benar, sudah putus urat tenggang rasanya

Aulawi Ahmad said...

yah satu sisi mereka punya hak untuk itu , tapi sisi laen buat kita miris dan kesal :) begitulah hidup ...

faiza said...

haaah....saya juga terperangah mb...

kok bisa2 nya ya..
ironis sekali,,

bandit™perantau said...

:miris:


biar waktu yang membuktikan apa yang tak bisa di "kerjakan" oleh uang..!

secangkir teh dan sekerat roti said...

hanya membuang2 uang saja!

abeng beng /arjopedal said...

assalamualaikum.
kujugan perdana

BlogCamp said...

Semoga pernikahan mereka langgeng, dan mereka rajin sedekah kepada yang memang perlu dibantu ya nduk.
Salam hangat dari Surabaya

Itik Bali said...

Ngga apa-apa mbak..
duit2nya sendiri, nyari2 sendiri
jangan aja nikahnya 100 milyar abis itu cerainya 2 bulan lagi..
percuma itu

Darin said...

turut prihatin mendengarnya. Saat rakyat sedang dilanda kesusahan, yang ini malah menghambur-hamburkan.
bener kata si itik tuh :)

Newsoul said...

Hehe, kalau konglomerat mau pesta gitu ya. Tapi, hiks, yakin deh, saya gak bakal diundang. Jadi, biarlah dunia mereka memang beda.

Goresan Tinta said...

wah pasti megah sekali y mbak tapi terlalu foya2 menurut saya, naumun setiap org tentu punya maksud dan pandangan yg berbeda tentunya
salam kenal mbak...

Hdsence said...

100 M..

bagaimana perasaan orang2 yg tak punya uang yaaa,,yg buat nikah ga bisa, kr ga punya biaya,,

salam kenal mba,,,
nice blog,,,

catatan kecilku said...

Astaga.., biaya sebesar itu hanya untuk "foya-foya" sesaat..? Sayang sekali, padahal banyak rakyat yg menderita sekarang ini.

the others said...

Semoga saja uang sebanyak itu yang dipergunakan utk merayakan pesta pernikahan tidak sia-2.. dan mereka tetap dapat rukun selamanya dan membentuk keluarga sakinah, mawaddah, warahmah .

cucuharis said...

wah, saya mah sederhana aja dah kalo nikah hehe

arkasala said...

Dia punya uang ...
Dia termasuk orang terkaya
Namun betul kata Mbak Isti, dia lupa sama nuraninya dimana lapindo masih perlu diurusinya dan korbannya masih teriak-teriak ...
Saya hanya mendoakan semoga korban lapindo tetap menjaga kesabaran dan tetap diberi kekuatan, tidak berdoa untuk pernikahan itu.
Trims :)

Noni fyrdha said...

buang-buang uang banget ya,kalo menurut fyrdha sih kan kebahagiaan perkawinan didapat saat dlm perjalanan membangun keluarga bersama itu sndr,dan tidak hanya sebatas kebahagiaan pada ACARA PERNIKAHAN

Dahrun Marada said...

Nasib korban lumpur lapindo aja mereka tidak peduli. Jadi jangan heran aja mereka bikin pesta megah, tanpa ada rasa perduli akan nasib rakyat miskin.