10.23.2012

Pandangan Pertama


 Di sebuah gerbong kereta api yg penuh, seorang pemuda berusia ± 24 tahun melepaskan pandangannya melalui jendela. Ia begitu takjub melihat pemandangan sekitarnya. Dengan girang, ia berteriak dan berkata kepada ayahnya :

”Ayah, coba lihat, pohon2 itu … mereka berjalan menyusul kita”.

Si ayah hanya tersenyum sambil menganggukkan kepala dengan wajah yg tidak kurang cerianya. Ia begitu bahagia mendengar celoteh putranya.

Disamping si pemuda, ada sepasang suami-istri yang mengamati tingkah si pemuda yang bersifat kekanak-kanakan.   Mereka berdua merasa sangat risih. Kereta terus berlalu, (tidak lama) si pemuda kembali berteriak :

“Ayah, lihat itu, itu awan kan…? Lihat… mereka ikut berjalan bersama kita juga…”

Ayahnya tersenyum lagi menunjukkan kebahagiaan.

Dua orang suami-istri disamping si pemuda tidak mampu menahan diri, akhirnya mereka berkata kepada ayah si pemuda :

“Kenapa tidak membawa anak anda ini ke dokter jiwa ?”

Sejenak, ayah si pemuda terdiam. Lalu menjawab : “Kami baru saja kembali dari rumah sakit. Anakku ini menderita kebutaan semenjak lahir. Tadi ia baru dioperasi dan hari ini adalah hari pertama dia bisa melihat dunia dengan matanya”

Pasangan suami itu pun terdiam seribu bahasa.

#Setiap orang mempunyai cerita hidup masing-masing, oleh karena itu jangan memvonis seseorang dengan apa yang spontanitas dilihat dan dengar. Barangkali bila mengetahui kondisi sebenarnya kita akan tercengang. Maka PERLU BERPIKIR SEBELUM BERKATA & BERTINDAK.

17 comments:

evi said...

Dan orang-orang seperti suami istri itu banyak sekali di sekeliling kita Mbak..Mereka yg merasa lebih tahu apa yg seharusnya kita katakan maupun rasakan :)

Iskandar Dzulkarnain said...

wow

ghost writer said...

suka sama si ayah yang bertahan dengan lembut dan murah hati. menjawab dengan jujur.

Pakde Cholik said...

Saya bisa merasakan bagaimana bahagianya pemuda itu ketika matanya bisa melihat keindahan alam ciptaan Tuhan.

Kadang kita sering berkomentar tanpa terlebih dahulu memahami situasinya.

Terima kasih atas artikelnya yang penuh makna ini.

Salam hangat dari Surabaya

sigoblogx said...

saya udah beberapa kali membaca artikel ini mbak dari beberapa blogger senior sebelum saya mulai ngeblog.. dan kisahnya sangat bagus, mengetuk hati..


benar sekali kalau kita jangan pernah memvonis seseorang hanya dari penglitan sekilas dan mendengar sekejab.. karena kita tidak pernah tau alasan mengapa orang tersebut berbuat demikian. Lebih baik bertanya dari pada memvonis dengan kejam :D

Rose said...

Haiiikks ini membuka mata bgt, baru baca, tp hari ini dr bw banyak diingetin soal don't judge sejak awal. cari tau dl baru kemudian mengerti

Enny Law said...

blind judge itu emank menyakitkan yah,
untung aja bpk itu ttp ramah jawabnya
kalo itu aku udah nyolot LOL

anazkia said...

Terkadang, tanpa sadar saya pun judgement begitu kepada sesuatu yang dilihat baru, baru dilihat baru diketahui tanpa bertanya lebih dulu

Makasih sharenya Mbak Is :)

Mas Blues said...

jadi teringat masa lalu

masichang nugroho said...

betoolll sekali, nasehat yg indah. terima kasih

ajeng said...

Speechless.. Suka banget dg quote diatas. Terima kasih sudah berbagi mbak :)

ajeng said...

Speechless.. Suka banget dg quote diatas. Terima kasih sudah berbagi mbak :)

ajeng said...

Speechless.. Suka banget dg quote diatas. Terima kasih sudah berbagi mbak :)

accel world said...

jadi teringat masa saat saya dulu dicemooh. padahal, mereka tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi.
tulisanya benar-benar merupakan gambaran dunia nyata yang sering terjadi. thanks

hilsya said...

TFS..
makasih juga udh berkunjung

Ninneta said...

Selamat malam....

Blogwalking ya keluarga bloggerku...

Main-main ke blog baruku...

www.plumblush.blogspot.com

terutama teman-teman yang suka dandan, yang mau belajar dandan.. minggu depan mau bagi-bagi alat makeup gratis nih....

ditunggu kehadirannya di rumah baruku....

-N-

Nakusan said...

nasihat yg bagus...
saya nitip follower ya kawan.
kl berkenan follow blk ya...:D

makasih kawan salam sukses.